PENGAMPUNAN YANG SEMPURNA
MAZMUR 32-35
Sebagai anak Allah, kita menerima berkat berupa pengampunan yang penuh dan sempurna untuk selama-lamanya.
Apa berkat terbesar dalam hidup Anda? Mungkin Tuhan telah memberkati Anda dengan keluarga yang mengasihi Anda, sahabat yang setia, pekerjaan yang baik, pelayanan yang bermakna, kesehatan, atau berbagai pemeliharaan-Nya setiap hari. Semua itu adalah anugerah yang patut disyukuri. Namun ada satu berkat yang jauh lebih besar daripada semuanya yaitu pengampunan dosa.
Sering kali kita tidak menyadari betapa besar berkat ini karena kita juga tidak menyadari betapa seriusnya dosa. Dosa bukan sekadar kesalahan yang sesekali kita lakukan. Dosa adalah kondisi hati yang membuat kita menjauh dari Tuhan, memberontak terhadap kehendak-Nya, dan hidup menurut jalan kita sendiri. Dosa memengaruhi setiap bagian hidup kita yakni pikiran, keinginan, perkataan, dan tindakan kita.
Karena itulah pengampunan Tuhan menjadi kabar yang begitu indah. Daud menulis: "Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku." (Mzm. 32:5). Sejak lahir, manusia berada dalam kondisi dosa yang dalam, gelap, dan merusak. Dosa memengaruhi seluruh keberadaan kita, pikiran, keinginan, perkataan, dan tindakan kita. Kita tidak memiliki kuasa untuk membebaskan diri dari dosa. Dosa merusak hubungan kita dengan Allah dan dengan sesama.
Daud menggunakan beberapa kata untuk menggambarkan kondisi ini. Dosa adalah kegagalan kita mencapai standar kekudusan Allah. Pelanggaran adalah pemberontakan terhadap Allah dengan melampaui batas-batas yang telah Ia tetapkan. Kesalahan menunjuk pada kerusakan moral dan kenajisan yang mengotori seluruh hidup manusia. Karena itu, pengampunan Allah adalah kebutuhan terbesar kita dan juga berkat terbesar yang dapat kita terima.
Kabar baik Injil adalah kita tidak perlu membersihkan diri terlebih dahulu agar diterima oleh Tuhan. Kita tidak perlu berusaha menjadi cukup baik supaya layak diampuni. Sebaliknya, Ia mengundang kita untuk datang apa adanya, mengakui dosa kita, dan percaya kepada anugerah-Nya. Pengampunan yang Daud nantikan akhirnya digenapi melalui Yesus Kristus. Di kayu salib, Yesus menanggung hukuman dosa kita sehingga kita dapat menerima pengampunan yang penuh dan sempurna. Karena itu, orang percaya tidak lagi hidup di bawah penghukuman, melainkan di bawah kasih karunia.
Pengampunan Tuhan bukanlah berkat kecil di antara banyak berkat lainnya. Pengampunan adalah berkat terbesar yang membuka jalan bagi setiap berkat rohani yang kita terima di dalam Kristus. Dari pengampunan itulah lahir damai sejahtera, pengharapan, dan sukacita yang tidak dapat diberikan oleh dunia. Tanpa pengampunan, kita tetap terpisah dari Allah. Tetapi karena pengampunan, kita dapat datang kepada-Nya sebagai anak-anak yang dikasihi-Nya.
Hari ini, ingatlah bahwa jika Anda berada di dalam Kristus, Allah tidak lagi memandang Anda berdasarkan dosa-dosa Anda, melainkan berdasarkan kebenaran Anak-Nya. Pengampunan yang Anda terima di dalam Kristus adalah lengkap, final, dan kekal. Itulah anugerah terbesar yang akan menopang Anda bukan hanya hari ini, tetapi sampai selama-lamanya.
Refleksi
Bacalah Mazmur 103:8–12 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 32-35