KEDAULATAN ALLAH BUKAN ALASAN UNTUK PASIF
Yosua 9–11
Kedaulatan Tuhan tidak pernah menjadi alasan untuk pasif; justru itu adalah panggilan untuk hidup setia di setiap waktu.
Ketika kita membaca kisah-kisah dalam Perjanjian Lama, kita melihat bahwa hal yang paling penting dari semua peristiwa yang dicatat di sana adalah bagaimana Allah terus menyatakan diri-Nya kepada umat-Nya. Melalui berbagai peristiwa itu, Allah memperlihatkan siapa diri-Nya: Ia penuh hikmat, berkuasa, penuh kasih, setia, kudus, berdaulat, dan sabar. Ia secara bertahap menyingkapkan rencana penebusan-Nya. Ia menunjukkan bahwa Ia bersedia mengampuni manusia, tetapi dosa tidak dapat diabaikan begitu saja, harus ada korban sebagai penebusannya. Allah juga menyatakan bahwa Ia sendiri akan menyediakan jalan supaya orang-orang berdosa dapat kembali datang dan hidup di hadirat-Nya, dan bahwa Ia setia untuk menggenapi setiap janji-Nya.
Seluruh kisah Perjanjian Lama pada akhirnya menunjuk kepada Sang Juruselamat, yaitu Yesus. Di dalam-Nya, kemuliaan dan rencana Allah dinyatakan dengan sempurna. Yosua 10:8 mencatat demikian: Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: “Janganlah takut kepada mereka, sebab aku menyerahkan mereka kepadamu. Tidak seorangpun dari mereka yang akan dapat bertahan menghadapi engkau.” Ayat ini menunjukkan sesuatu yang sangat penting tentang Allah, sekaligus panggilan kita sebagai umat-Nya. Pada saat itu, Allah memanggil Yosua untuk memimpin tentara Israel berperang melawan lima raja orang Amori. Bagi pemimpin mana pun, tugas seperti ini tentu bisa menimbulkan rasa takut. Namun perhatikan apa yang Allah katakan kepada Yosua: “Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku telah menyerahkan mereka ke dalam tanganmu; seorang pun dari mereka tidak akan dapat bertahan menghadapimu.”
Apakah Anda melihat kemuliaan Tuhan yang luar biasa dalam perkataan ini? Ayat-ayat ini menyatakan kedaulatan Allah dengan cara yang seharusnya membuat kita takjub. Allah tidak berkata kepada Yosua, “Jangan takut; Aku akan menyertai engkau.” Sebaliknya, Ia berkata, “Aku telah menyerahkan mereka ke dalam tanganmu.” Perkataan Allah di sini berarti kemenangan itu seolah-olah sudah terjadi. Ini menunjukkan bahwa sejak awal Allah sudah menentukan hasilnya. Bahkan sebelum pertempuran dimulai, kemenangan itu telah ada dalam rencana Allah.
Kedaulatan Tuhan bukanlah sesuatu yang umum atau samar, tetapi nyata, spesifik, dan terjadi dalam waktu, tempat, dan situasi tertentu. Dalam rencana ilahi-Nya, Allah telah menetapkan kemenangan Yosua atas raja-raja itu. Tuhan sungguh berdaulat atas segala sesuatu.
Namun ada hal lain yang juga penting untuk kita perhatikan dari kisah ini. Meskipun Allah sudah menetapkan hasil akhirnya, Ia tetap memanggil Yosua untuk maju berperang. Allah tidak berkata, “Diam saja, Aku akan mengerjakannya semuanya.” Sebaliknya, Allah tetap memanggil Yosua untuk bertindak. Kedaulatan Allah bukan alasan bagi kita untuk hidup pasif. Justru Allah bekerja melalui keputusan dan tindakan manusia yang nyata. Kedaulatan Allah dan tanggung jawab manusia bukan dua hal yang saling bertentangan, tetapi dua hal yang bekerja bersama untuk menggenapi rencana Allah yang telah Ia tetapkan sebelumnya.
Di dalam rencana-Nya yang berdaulat, Allah mencurahkan kasih karunia-Nya kepada kita. Tetapi pada saat yang sama, Ia memanggil kita untuk percaya, taat, dan mengikuti Dia. Karena itu, cara kita beristirahat di dalam kedaulatan Allah bukanlah dengan bermalas-malasan atau menyerah pada keadaan. Kita beristirahat dalam kedaulatan-Nya justru dengan hidup aktif melakukan apa yang Ia panggil untuk kita kerjakan.
Di dalam Injil, kita melihat kebenaran ini dengan lebih jelas. Keselamatan adalah karya Allah sepenuhnya melalui Yesus Kristus. Namun anugerah itu memanggil kita untuk bertobat, percaya, dan hidup dalam ketaatan kepada-Nya. Allah yang berdaulat menyelamatkan kita oleh kasih karunia. Dan Allah yang sama memanggil kita untuk hidup setia dalam panggilan-Nya.
Refleksi
Bacalah Kisah Para Rasul 20:17–24 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: Yosua 9-11