ALLAH TETAP BEKERJA MESKI KITA TIDAK MENGERTI
Yosua 12–15
Ketika kita bertanya-tanya apa yang sedang Allah kerjakan, penting bagi kita untuk mengingat bahwa Ia akan menyatakan kuasa-Nya untuk membela, melindungi, dan menuntun anak-anak-Nya.
Kita semua pernah melewati masa-masa ketika Allah terasa jauh, seolah-olah diam, bahkan tampak tidak peduli. Pada saat-saat seperti itu, kita bisa tergoda untuk berpikir bahwa Allah telah melupakan janji-janji-Nya kepada kita atau bahkan lebih buruk lagi, melupakan kita. Kadang kita bisa sampai pada titik di mana kita mulai mempertanyakan apakah Allah benar-benar seperti yang telah Ia nyatakan tentang diri-Nya. Dalam rasa takut, putus asa, dan keraguan, hati kita perlahan bisa mulai menjauh dari-Nya.
Kita mungkin mulai meninggalkan kebiasaan-kebiasaan rohani, seperti saat teduh dan doa pribadi, karena kita merasa seolah-olah semua itu tidak ada gunanya. Ketika kita berada di “padang gurun rohani” atau mengalami masa gelap dalam jiwa kita, kita menjadi sangat rentan untuk mendengar kebohongan dari si jahat, seperti yang dialami Adam dan Hawa di taman Eden. Pesan yang sama terus diulang: ada sesuatu yang lebih baik di luar mempercayai, menyembah, dan menaati Tuhan.
Namun, kisah-kisah Alkitab diberikan untuk mengingatkan kita tentang kemuliaan, karakter, dan pekerjaan Tuhan bagi umat-Nya. Kisah-kisah Alkitab diberikan untuk menumbuhkan kita dalam hikmat dan pengharapan, terutama saat kita hampir kehilangan harapan. Pada saat seperti itu, kita membutuhkan pandangan yang baru tentang kemuliaan Tuhan yang sedang bekerja bagi umat-Nya.
Ketika hidup terasa mendung, firman Tuhan seperti “angin yang membelah awan mendung” itu dan memperlihatkan bahwa Allah tetap bekerja. Karena itu, berhentilah sejenak dan perhatikan dengan saksama apa yang Yosua 12 katakan tentang kuasa Allah dan karya-Nya bagi umat-Nya.
Dalam Yosua 12:7 tertulis: “Inilah raja negeri yang dikalahkan oleh Yosua dan oleh orang Israel di sebelah barat sungai Yordan, dari Baal-Gad di lembah gunung Libanon sampai Pegunungan Gundul, yang mendaki ke arah Seir--negeri ini diberikan Yosua kepada suku-suku Israel menjadi miliknya, menurut pembagiannya.” Kemudian disebutkan satu per satu: “Raja Yerikho, satu; raja Ai yang di sisi Betel, satu; raja Yerusalem, satu; raja Hebron, satu; raja Yarmut, satu; raja Lakhis, satu; raja Eglon, satu; raja Gezer, satu; raja Debir, satu; raja Geder, satu; raja Horma, satu; raja Arad, satu; raja Libna, satu; raja Adulam, satu; raja Makeda, satu; raja Betel, satu; raja Tapuah, satu; raja Hefer, satu; raja Afek, satu; raja Lasaron, satu; raja negeri Madon, satu; raja negeri Hazor, satu; raja negeri Simron Meron, satu; raja negeri Akhsaf, satu; raja negeri Taanakh, satu; raja negeri Megido, satu; raja negeri Kedesh, satu; raja negeri Yokneam di dekat gunung Karmel, satu; raja negeri Dor di tanah bukit Dor, satu; raja negeri Goyim di Galilea, satu; raja negeri Tirza, satu; jadi jumlah semua raja itu, tiga puluh satu orang.” (Yos. 12:9–24).
Mungkin Anda bertanya, “Apa hubungannya semua daftar raja ini dengan pergumulan yang sedang saya hadapi sekarang?” Sebenarnya, bagian ini seharusnya membuat kita takjub sekaligus memenuhi hati kita dengan pengharapan. Raja demi raja dikalahkan, bukan hanya oleh Yosua dan tentara Israel, tetapi oleh kuasa Allah sendiri. Daftar itu adalah kesaksian bahwa Tuhan benar-benar bertindak bagi umat-Nya.
Dan Injil membawa kebenaran ini kepada puncaknya. Jika dalam kitab Yosua Allah mengalahkan raja-raja yang menjadi musuh Israel, maka di dalam Kristus Allah melakukan kemenangan yang jauh lebih besar. Yesus datang untuk mengalahkan musuh terbesar manusia: dosa dan maut. Karena itu, ketika kita tidak mengerti apa yang sedang Allah kerjakan dalam hidup kita, kita dapat melihat kembali kepada Injil. Di sana kita melihat bukti terbesar bahwa Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya.
Jika Allah telah memberikan Anak-Nya untuk menyelamatkan kita, maka kita dapat percaya bahwa Ia juga setia memimpin dan menjaga hidup kita hari demi hari.
Refleksi
Bacalah Mazmur 2:1–12 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: Yosua 12-15