KEAMANAN SEJATI
Kejadian 46–47
Keamanan sejati lahir bukan dari apa yang kita miliki, melainkan dari siapa yang memiliki kita yaitu Tuhan yang mengasihi, melindungi, dan setia memelihara hidup kita.
Anda mungkin pernah berpindah dari tempat tinggal yang lama ke tempat tinggal yang baru. Ketika keputusan itu terus menghantui Anda, Anda mungkin bertanya: “Apakah ini pilihan paling tidak bijaksana yang pernah saya buat bagi diri saya dan keluarga saya? Apakah saya akan menyesalinya?” Apa yang telah Anda lewati dan bangun bersama di tempat yang lama sungguh berharga. Kini Anda meninggalkan sesuatu yang telah dikenal dan dicintai, lalu melangkah menuju tempat yang asing yang belum sepenuhnya Anda pahami. Anda berpindah dari komunitas yang akrab ke lingkungan yang terasa asing dan tidak personal bagi Anda. Berbagai cerita tentang kesulitan dan bahaya di tempat yang baru mulai memenuhi pikiran Anda.
Pengalaman Yakub pun serupa. Allah memanggilnya untuk meninggalkan Kanaan dan pindah ke Mesir. Bagi siapa pun yang tinggal di Kanaan, hal itu pasti sangat menakutkan. Pikiran Yakub tentu dipenuhi ribuan pertanyaan tentang dirinya dan keluarganya. Banyak ketakutan dan kekhawatiran yang muncul. Karena itu, dalam kasih perjanjian-Nya, Allah datang kepada Yakub dan mengingatkannya bahwa harapan dan keamanannya tidak pernah bergantung pada situasi atau tempat, melainkan pada Allah sendiri. Sejak awal, Allah sendiri adalah keamanan Yakub, ke mana pun ia pergi. Allah mengingatkan Yakub tentang siapa diri-Nya dan apa yang telah Dia lakukan sejak Yakub masih kecil.
“Akulah Allah, Allah ayahmu. Janganlah takut pergi ke Mesir, sebab Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar di sana. Aku sendiri akan menyertai engkau pergi ke Mesir, dan tentulah Aku juga akan membawa engkau kembali; dan tangan Yusuflah yang akan mengatupkan kelopak matamu nanti” (Kej. 46:3–4).
Janji Tuhan ini bersifat pribadi dan penuh penegasan. “Aku sendiri akan menyertai engkau ke Mesir.” Ini bukan kata-kata religius yang umum dan tanpa makna. Ini adalah Tuhan semesta alam yang dengan jelas menyatakan bahwa Dia sendiri akan berjalan bersama Yakub. Bersama Tuhan akan ada hikmat, kasih, pemeliharaan, perlindungan, dan anugerah.
Dalam terang Injil, kita diingatkan bahwa Allah yang sama juga menyatakan penyertaan-Nya secara paling nyata melalui Kristus. Dalam Yesus, Allah datang menyertai kita, memikul ketakutan kita, dan menanggung dosa kita di kayu salib. Karena Kristus telah menang atas dosa dan maut, keamanan kita tidak lagi ditentukan oleh keadaan, melainkan oleh kesetiaan Allah.
Apa pun keadaan Anda hari ini, apa pun pergumulan yang sedang Anda hadapi, dan ke mana pun Tuhan memanggilmu untuk melangkah, jika Anda adalah anak-Nya, Dia memberikan janji yang sama kepadamu: “Aku akan menyertai engkau.” Di dalam janji itulah kita menemukan pengharapan sejati dan keamanan yang tidak tergoyahkan.
Refleksi
Bacalah Yesaya 41:10–13 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 46-47