JANJI ALLAH PASTI DAN TERGENAPI
Yosua 19–21
Bersandar pada janji Allah berarti kita berdiri di atas kebenaran yang telah ditetapkan bahkan sebelum dunia dijadikan—karena itu janji-Nya pasti, dan tidak mungkin gagal.
Apa yang benar-benar pasti dalam hidup ini? Banyak hal yang tampaknya kokoh ternyata bisa berubah dan begitu rapuh. Orang membuat komitmen seumur hidup saat menikah, tetapi pernikahan pun tidak selalu berjalan pasti. Dosa bisa masuk dan merusak sebuah pernikahan. Atau pasangan bisa meninggal secara tiba-tiba. Mungkin Anda membeli rumah impian untuk ditinggali selamanya, tetapi keadaan ekonomi pun bisa berubah, dan Anda kehilangan pekerjaan sehingga tidak bisa lagi mempertahankan rumah itu. Anda mungkin menemukan sahabat terbaik, tetapi kemudian ia mengkhianatimu.
Banyak hal dalam hidup yang tampaknya pasti, tetapi akhirnya mengecewakan kita. Akibatnya, kita bisa menjadi takut untuk percaya lagi, atau menjadi dingin dan tidak mau berharap lagi. Namun, jauh di dalam hati, setiap orang merindukan sesuatu yang benar-benar pasti—sesuatu yang bisa menjadi tempat berpijak yang aman. Kita semua mencari “batu karang” yang tidak akan pernah runtuh.
Itulah sebabnya kata-kata Tuhan di akhir kitab Yosua begitu menguatkan: “Jadi seluruh negeri itu diberikan TUHAN kepada orang Israel, yakni negeri yang dijanjikan-Nya dengan bersumpah untuk diberikan kepada nenek moyang mereka. Mereka menduduki negeri itu dan menetap di sana. Dan TUHAN mengaruniakan kepada mereka keamanan ke segala penjuru, tepat seperti yang dijanjikan-Nya dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka. Tidak ada seorangpun dari semua musuhnya yang tahan berdiri menghadapi mereka; semua musuhnya diserahkan TUHAN kepada mereka. Dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi.” (Yos. 21:43–45).
Perhatikan kalimat terakhir: tidak ada satu pun janji Tuhan yang gagal. Semuanya terpenuhi. Allah sedang menyatakan bahwa janji-Nya benar-benar pasti, dapat dipercaya, dan tidak pernah berubah. Allah melakukan dengan tepat apa yang Ia janjikan kepada umat-Nya—bahkan sampai pada setiap kata. Karena itu, janji Allah adalah batu karang yang kokoh untuk tempat kita dapat berdiri.
Di dalam Injil, janji terbesar Allah digenapi di dalam Yesus Kristus. Semua janji keselamatan, pengampunan dosa, hidup yang baru, dan pengharapan kekal hanya ada di dalam Dia. Kristus adalah Batu Karang yang teguh. Semua dasar lain pada akhirnya akan runtuh. Pertanyaannya bukan lagi apakah Allah dapat dipercaya. Pertanyaannya adalah: apakah hidup kita sedang dibangun di atas Kristus?
Refleksi
Bacalah Matius 7:24–27 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: Yosua 19-21