TUHAN MEMANGGIL, TUHAN MEMPERLENGKAPI
1 TAWARIKH 12–14

 

Ketika Tuhan memanggil, Ia juga menyediakan segala sesuatu yang kita butuhkan untuk menjawab panggilan-Nya.

 

Terkadang Tuhan memanggil kita melayani bukan karena kita mampu, tetapi karena Dia sanggup. Panggilan Tuhan bukanlah tanda bahwa karakter, hikmat, kekuatan, atau kebenaran kita sudah sempurna. Sebaliknya, panggilan itu menyatakan betapa besar dan betapa sempurna Dia.

 

Tuhan mengetahui bahwa kita adalah orang berdosa yang membutuhkan anugerah. Ia tahu bahwa kita memiliki keterbatasan. Ia tahu bahwa kita masih sering tertarik pada hal-hal yang bodoh dan menganggap diri kita lebih bijaksana daripada yang sebenarnya. Ia tahu betapa mudahnya pikiran dan tubuh kita menjadi lemah. Karena itu, setiap panggilan dan perintah dari Tuhan selalu disertai dengan anugerah-Nya yang menguatkan. 

 

Kita membutuhkan anugerah, bukan hanya untuk melakukan kehendak Tuhan, tetapi juga untuk memiliki kerinduan melakukannya. Kita tidak boleh lupa bahwa anugerah Tuhan tidak dimaksudkan untuk membuat kita menjadi mandiri dari-Nya, tetapi justru membawa kita semakin bergantung kepada-Nya. Orang percaya yang dewasa adalah mereka yang telah meninggalkan ilusi bahwa mereka bisa hidup dan melayani Tuhan dengan kekuatan sendiri. Mereka sadar bahwa tanpa Tuhan, mereka tidak dapat menjadi apa yang Tuhan kehendaki atau melakukan apa yang Tuhan perintahkan.

 

Dalam 1 Tawarikh 11–12, dicatat tentang para pahlawan yang datang kepada Raja Daud dan menyatakan kesetiaan mereka, baik dalam pelayanan maupun dalam peperangan. Sepintas, daftar itu seperti berisi orang-orang yang gagah berani dan penuh hikmat. Namun sebenarnya, ini adalah kisah tentang kesetiaan Tuhan yang menyediakan

 

Orang-orang itu datang bukan semata-mata karena Daud hebat, tetapi karena Tuhan telah memanggil Daud untuk memimpin Israel. Tugas itu besar dan sulit, dan Daud tidak mungkin melakukannya sendiri. Maka Tuhan, dalam kesetiaan-Nya, menyediakan apa yang Daud butuhkan. Kehadiran orang-orang gagah perkasa itu adalah bukti nyata bahwa ketika Tuhan memanggil, Ia juga memperlengkapi. Tuhan tidak pernah memanggil kita lalu meninggalkan kita berjalan sendiri. Ia tidak menyuruh kita pergi lalu hanya menonton dari jauh. Ketika Tuhan mengutus, Ia berjalan bersama kita. Ketika Ia memberi tugas, Ia juga memberi kecukupan.

 

Dalam terang Injil, kita melihat ini dengan lebih jelas: Yesus Kristus bukan hanya memberi panggilan, tetapi Ia sendiri adalah anugerah terbesar itu. Melalui salib, Ia menebus kita dari dosa; melalui kebangkitan-Nya, Ia memberi hidup baru; dan melalui Roh Kudus, Ia memampukan kita menjalani panggilan itu setiap hari. Tuhan yang sama yang menyertai Daud adalah Tuhan yang menyertai kita hari ini. Jawablah panggilan-Nya dengan iman, sebab Ia pasti menyediakan.

 

Refleksi
Bacalah Efesus 3:14–21 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:

 

  1. Apa yang Anda pelajari tentang Tuhan dari renungan ini?
  2. Apa yang Anda pelajari tentang dirimu dari renungan ini?
  3. Apa yang perlu Anda pertobatkan dan terapkan hari ini?

 

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Tawarikh 12-14