PENEBUSAN ALLAH
Keluaran 7–9

 

Semakin kita memahami kisah penebusan, semakin kita sadar bahwa yang menyelamatkan bukanlah kekuatan usaha kita, melainkan kemurahan hati Allah.

 

Jika seseorang bertanya kepada Anda, “Apa sebenarnya isi Alkitab?”, apa yang akan Anda jawab? Bagaimana Anda akan menggambarkan firman Allah? Alkitab lebih dari sekadar buku sejarah, buku teologi, kumpulan hikmat praktis sehari-hari, atau sumber penghiburan di masa-masa sulit. Alkitab adalah satu kisah besar dari awal sampai akhir—kisah Allah sendiri.

 

Ada satu tema besar yang menyatukan seluruh bagian Alkitab, melintasi berbagai jenis tulisan di dalamnya. Tema itu adalah penebusan. Alkitab adalah kisah tentang Allah yang melepaskan kuasa penebusan-Nya untuk menyediakan satu hal yang paling dibutuhkan setiap manusia yaitu penebusan. Kita perlu ditebus bukan hanya dari kesulitan hidup, keterbatasan, atau kelemahan kita. Lebih dari itu, kita perlu ditebus dari dosa kita. Masalah terbesar manusia bukan hanya apa yang ada di luar diri kita, tetapi dosa yang tinggal di dalam hati kita—sesuatu yang gelap dan menghancurkan.

 

Sepanjang kisah Alkitab dipenuhi dengan momen-momen ketika Allah melepaskan kuasa penebusan-Nya, sehingga rencana-Nya terus berjalan sampai dosa akhirnya dikalahkan sepenuhnya dan damai sejahtera serta kebenaran berkuasa untuk selama-lamanya.

 

Pembebasan Israel dari Mesir adalah salah satu momen penebusan yang sangat penting. Bangsa Israel tidak boleh dimusnahkan di Mesir, karena dari bangsa inilah Mesias harus datang untuk membawa penebusan yang terakhir bagi umat pilihan Allah (lih. Hos. 11:1). Allah menyatakan kedaulatan-Nya atas seluruh ciptaan dengan melepaskan kuasa-Nya melalui sepuluh tulah yang dahsyat dan menggetarkan. Ia adalah Raja yang setia pada perjanjian-Nya, dan dalam kuasa-Nya yang tak terukur, Ia akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk membebaskan umat-Nya. Kuasa-Nya yang besar ini menegaskan bahwa Ia tidak akan pernah meninggalkan janji-janji-Nya. Apa yang Dia kehendaki, pasti Dia genapi (Kel. 12:33–42).

 

Ketika kita menyaksikan kuasa Allah yang begitu besar, wajar jika kita bertanya: “Siapakah Allah seperti Allah kita? Siapakah yang mengasihi umat-Nya seperti Dia? Siapakah yang setia seperti Tuhan?” Namun penting untuk diingat: Allah tidak hanya sedang menebus Israel dari perbudakan di Mesir, tetapi juga sedang menebus kita dari perbudakan dosa.

 

Jika tidak ada penebusan dari Mesir, tidak ada perjalanan menuju Tanah Perjanjian. Dan jika tidak ada kisah penebusan itu, tidak akan ada Mesias yang lahir di Betlehem, yang hidup tanpa dosa, mati sebagai pengganti kita, dan bangkit mengalahkan dosa dan maut. Semua peristiwa penebusan dalam Perjanjian Lama bukan hanya untuk orang-orang pada masa itu, tetapi juga untuk kita hari ini.

 

Sejak Kejadian 3, Allah telah berjanji bahwa Dia akan mengutus seorang Penebus yang akan meremukkan kepala ular, mengalahkan dosa dan maut. Kisah tulah-tulah di Mesir adalah bagian dari kisah itu—kisah Injil yang juga adalah kisah kita. Kasih karunia penebusan Allah bukan hanya untuk masa lalu, tetapi untuk Anda—di sini dan sekarang.

 

Refleksi
Bacalah Titus 3:3-7 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:

 

  1. Apa yang Anda pelajari tentang Tuhan dari renungan ini?
  2. Apa yang Anda pelajari tentang dirimu dari renungan ini?
  3. Apa yang perlu Anda pertobatkan dan terapkan hari ini?

 

Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 7-9