NYANYIAN YANG MENEGUHKAN
MAZMUR 74–77

 

Kiranya Injil menjadi nyanyian yang membangunkan Anda di pagi hari, menguatkan Anda sepanjang hari, dan menenangkan Anda saat beristirahat di malam hari.

 

Apa pun latar belakang Anda, di mana pun Anda berada, dan apa pun yang Anda percayai, setiap orang memiliki “nyanyian” dalam hidupnya. Nyanyian itu bukan selalu lagu yang terdengar, melainkan suara yang paling sering memenuhi hati dan pikiran kita. Apa yang paling sering Anda pikirkan? Ke mana hati Anda mencari penghiburan saat sedih? Apa yang memenuhi pikiran Anda ketika malam tiba dan sebelum Anda tertidur? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu sering kali menunjukkan apa yang paling berharga bagi hati kita.

 

Mazmur 77 membawa kita masuk ke pergumulan pribadi seorang percaya dalam Perjanjian Lama. Pemazmur sedang berada dalam masa yang sangat sulit. Ia begitu tertekan sehingga hampir tidak sanggup berbicara. Namun di tengah kesesakannya, ia memilih untuk mengingat Tuhan. Pemazmur berkata: "Aku mau berseru-seru dengan nyaring kepada Allah, dengan nyaring kepada Allah, supaya Ia mendengarkan aku. Pada hari kesusahanku aku mencari Tuhan; malam-malam tanganku terulur dan tidak menjadi lesu, jiwaku enggan dihiburkan.. Engkau membuat mataku tetap terbuka; aku gelisah, sehingga tidak dapat berkata-kata.. Aku sebut-sebut pada waktu malam dalam hatiku, aku merenung, dan rohku mencari-cari" (Mzm. 77:1-2, 4, 6).

 

Perhatikan bahwa pemazmur menuliskan kata-kata ini ketika sedang berada dalam kesesakan. Ia begitu tertekan sehingga tidak dapat tidur dan bahkan sulit mengungkapkan apa yang dirasakannya. Namun di tengah pergumulannya, ia memilih untuk mengingat Tuhan. Alih-alih terus memikirkan masalahnya, ia mengingat kembali karya dan kesetiaan Tuhan. Alih-alih membiarkan hatinya dikuasai oleh ketakutan, ia mengisi pikirannya dengan "nyanyian" tentang siapa Tuhan dan apa yang telah Tuhan lakukan. Inilah yang memberi penghiburan bagi jiwanya.

 

Bukankah sering kali kita melakukan hal yang sebaliknya? Ketika malam tiba dan suasana menjadi tenang, pikiran kita justru dipenuhi kekhawatiran. Kita memikirkan masalah yang belum selesai, kekecewaan yang belum sembuh, atau ketidakpastian tentang hari esok. Semakin dipikirkan, semakin sulit hati kita beristirahat. Mazmur 77 mengingatkan bahwa pada saat-saat seperti itulah kita perlu mengingat Tuhan. Kita perlu mengingat kasih setia-Nya, pemeliharaan-Nya, janji-janji-Nya, dan terutama Injil-Nya.

 

Injil mengingatkan kita bahwa kita tidak berjalan sendirian. Melalui Kristus, Tuhan telah menunjukkan kasih-Nya yang terbesar kepada kita. Jika Dia telah memberikan Anak-Nya bagi kita, maka kita dapat percaya bahwa Dia juga akan memelihara kita dalam setiap pergumulan hidup. Karena itu, jangan biarkan kekhawatiran menjadi lagu yang terus berputar di hati Anda. Jangan biarkan ketakutan menjadi suara yang paling keras dalam pikiran Anda. Sebab, penghiburan terbesar kita bukanlah bahwa semua masalah akan segera selesai, melainkan bahwa Kristus telah datang, mati, bangkit, dan sekarang memegang hidup kita di tangan-Nya. 

 

Malam ini, ketika kegelisahan mencoba menguasai hati Anda, ingatlah Tuhan. Ingatlah kebaikan-Nya yang tidak berubah. Ingatlah anugerah-Nya yang cukup. Ingatlah bahwa Anda dikasihi oleh Bapa melalui Kristus. Kiranya Tuhan memenuhi kita dengan damai sejahtera-Nya. Kiranya hati kita menyanyikan Injil tentang kebaikan dan anugerah-Nya. Dan kiranya malam ini kita dapat tertidur dengan tenang, karena Kristus adalah Juruselamat yang setia, yang tidak pernah meninggalkan umat-Nya.

 

Refleksi
Bacalah Kolose 3:16–17 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:

 

  1. Apa yang Anda pelajari tentang Tuhan dari renungan ini?
  2. Apa yang Anda pelajari tentang dirimu dari renungan ini?
  3. Apa yang perlu Anda pertobatkan dan terapkan hari ini?

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 74-77