ANAK-ANAK PERLU MENGENAL INJIL
MAZMUR 78–79
Yang lebih penting daripada pendidikan, prestasi, atau perkembangan fisik dari anak-anak Anda adalah pertumbuhan jiwa mereka. Kiranya hati mereka terpikat kepada Tuhan dan hal-hal yang berkenan kepada-Nya.
Anak-anak tidak pernah berhenti belajar. Sejak usia dini, mereka terus mengamati, bertanya, mendengar, dan mencoba memahami dunia di sekitar mereka. Mereka memperhatikan apa yang orang dewasa katakan, bagaimana orang dewasa bertindak, apa yang dianggap penting, dan apa yang dianggap berharga.
Meskipun sering terlihat sederhana, sebenarnya anak-anak sedang membangun cara pandang mereka terhadap hidup. Mereka sedang belajar menjawab pertanyaan-pertanyaan besar, seperti: “Siapa saya? Apa yang paling penting dalam hidup? Bagaimana saya menentukan yang benar dan yang salah? Kepada siapa saya harus percaya?” Jawaban yang mereka temukan akan memengaruhi cara mereka hidup di masa depan. Terkadang kita menganggap mereka tidak berpikir, tetapi sebenarnya mereka tidak pernah berhenti berpikir.
Karena itu, tugas orang tua bukan hanya memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik, makanan yang cukup, atau keterampilan hidup yang memadai. Semua itu penting, tetapi ada sesuatu yang jauh lebih penting: membimbing hati mereka untuk mengenal Tuhan. Penting bagi orang tua untuk sejak dini dan dengan tekun menanamkan kepada anak-anak sebuah cara pandang yang menempatkan Allah di pusat kehidupan dan di atas segala sesuatu.
Mazmur 78 mengingatkan: "Telah ditetapkan-Nya peringatan di Yakub dan hukum Taurat diberi-Nya di Israel; nenek moyang kita diperintahkan-Nya untuk memperkenalkannya kepada anak-anak mereka, supaya dikenal oleh angkatan yang kemudian, supaya anak-anak, yang akan lahir kelak, bangun dan menceritakannya kepada anak-anak mereka, supaya mereka menaruh kepercayaan kepada Allah dan tidak melupakan perbuatan-perbuatan Allah, tetapi memegang perintah-perintah-Nya." (Mzm. 78:5–7).
Perhatikan tujuan yang Tuhan berikan. Orang tua dipanggil untuk mengajarkan firman Tuhan kepada anak-anak mereka, bukan sekadar agar mereka memiliki pengetahuan rohani, tetapi supaya mereka menaruh pengharapan kepada Allah. Anak-anak perlu mengerti bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan, ada melalui Dia, dan ada untuk kemuliaan-Nya. Tuhan menginginkan agar iman diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Apa yang diajarkan hari ini dapat memengaruhi bukan hanya anak-anak kita, tetapi juga generasi yang akan datang. Ini adalah visi yang jauh lebih besar daripada sekadar membesarkan anak yang sukses menurut ukuran dunia.
Tentu saja, menjadi orang tua tidak mudah. Ada hari-hari ketika kita merasa lelah, kewalahan, atau bahkan merasa gagal. Terkadang tantangan sehari-hari terasa cukup berat sehingga sulit memikirkan hal-hal yang lebih besar. Namun ada penghiburan yang penting: Tuhan tidak pernah memberikan panggilan tanpa memberikan anugerah untuk menjalaninya. Dia mengetahui kelemahan dan keterbatasan kita sebagai orang tua. Dia melihat kelelahan kita. Dan Dia berjanji untuk menolong kita melakukan apa yang telah Dia percayakan kepada kita.
Satu hal yang pasti: hati anak-anak kita akan dibentuk oleh sesuatu. Seseorang akan menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka. Suatu cara pandang akan memengaruhi pikiran mereka. Dunia akan berusaha merebut hati mereka dengan berbagai nilai dan janji yang ditawarkannya. Karena itu, jangan hanya berfokus pada perilaku mereka. Jangan hanya berfokus pada prestasi mereka. Berdoalah dan usahakan agar hati mereka semakin mengenal Tuhan.
Inilah pengharapan Injil: keselamatan anak-anak kita tidak bergantung pada kesempurnaan orang tua, melainkan pada kasih karunia Allah di dalam Yesus Kristus. Kita dipanggil untuk setia menanam dan menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. Karena itu, didiklah mereka untuk mengenal Kristus, menaruh harapan kepada-Nya, dan mengingat karya penebusan-Nya, sebab hanya Dia yang sanggup memegang hati setiap generasi untuk selama-lamanya.
Apa pun peran Anda, sebagai orang tua, pengasuh, guru, atau siapa pun yang membimbing generasi muda, baik di rumah, di sekolah, maupun di gereja, kiranya anugerah Tuhan memampukan Anda untuk mengarahkan mereka kepada Kristus, sumber hikmat yang sejati.
Refleksi
Bacalah Ulangan 6:4–9 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 78-79