DIUBAH DALAM SEKEJAP MATA

Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa. – 1 Korintus 15:50

 

Kita tidak dapat masuk ke hadirat Allah di surga dalam keadaan kita sekarang. Tubuh kita yang fana dan rapuh tidak layak untuk Kerajaan Allah yang kekal dan tidak binasa. Kerajaan Allah adalah kerajaan yang tidak pernah rusak, sementara kita masih hidup dalam tubuh yang bisa sakit, menua, dan mati.

 

Melalui kelahiran baru, kita telah masuk ke dalam Kerajaan Allah secara rohani (Yoh. 3:1–8). Namun pada akhirnya, Allah sendiri yang akan menghadirkan Kerajaan-Nya dalam kepenuhan yang sempurna, dan Ia akan memerintah untuk selama-lamanya atas langit yang baru dan bumi yang baru (Why. 21:1). Dan, kata Paulus, kita tidak dapat sampai ke sana dalam keadaan kita yang sekarang. Kita tidak bisa begitu saja hadir di sana seperti apa adanya, sebab “daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.” Kita harus diubah—sama seperti benih (1 Kor. 15:42–49). Ketika benih ditanam di dalam tanah, ia tetap memiliki identitas yang sama, tetapi hasilnya muncul jauh lebih mulia dan berbeda.

 

Apa artinya semua ini? Bagaimana hal itu akan terjadi? Paulus menyebutnya sebagai sebuah “rahasia” (1 Kor. 15:51). Kita tidak dapat memahaminya sepenuhnya—bahkan sebagian besarnya pun tidak. Namun, Firman Tuhan menyingkapkan tiga kebenaran besar tentang perubahan mulia yang akan Allah kerjakan:

 

Pertama, Allah akan mengubahkan kita seketika—“dalam sekejap mata” (1 Kor. 15:52a). Ini bukan sebuah proses bertahap, melainkan transformasi supranatural: penciptaan ulang yang terjadi seketika dari satu keadaan ke keadaan yang lain. Dalam momen yang mulia itu—yang kita butuhkan hanyalah satu kedipan mata, kita, baik yang telah bersama Kristus di surga maupun yang masih hidup di bumi (1Tes. 4:15–17), akan diubahkan menjadi lebih baik untuk selama-lamanya.

 

Kedua, Allah akan mengubah kita secara radikal: kita “akan dibangkitkan dalam keadaan tidak dapat binasa” (1 Kor. 15:52b). Satu kepastian dalam hidup kita di dunia ini adalah bahwa hidup ini akan berakhir. Namun Alkitab berkata bahwa setiap hari hidup kita telah dituliskan Allah sebelum satu pun terjadi (Mzm. 139:16). Pada saat Allah mengubah kita, maut dan kebinasaan akan digantikan oleh ketidakbinasaan. Apa yang rusak tidak akan diperbaiki setengah-setengah—melainkan diganti dengan kemuliaan yang baru.

 

Ketiga, Allah akan membaharui kita untuk selama-lamanya: kita akan “mengenakan yang tidak dapat binasa” (1 Kor. 15:53). Tidak akan ada lagi kemungkinan kita kembali pada kondisi lama. “Maut tidak akan ada lagi” (Why. 21:4), dan kondisi kita yang sekarang, yang rapuh dan fana, akan tinggal sebagai kenangan semata.

 

Renungkanlah kebenaran ini sejenak: suatu hari nanti, Allah akan mengubah Anda dalam sekejap. Ia akan mengubah Anda secara menyeluruh. Ia akan membentuk Anda kembali untuk kekekalan. Ia akan menghapus setiap air mata dari mata Anda. Dukacita, tangisan, dan rasa sakit akan lenyap dari pandangan. Mungkin sekarang hal ini sulit dibayangkan, tetapi di dalam iman Anda dapat percaya bahwa Allah akan membuat segala sesuatu yang lama berlalu. Dan ketika itu terjadi, Anda akan diam bersama-Nya selama-lamanya, dalam sukacita yang tak berkesudahan. Kebenaran inilah yang memampukan Anda untuk tetap tersenyum, bahkan di hari-hari yang paling sulit.

 

Inilah pengharapan Injil: bukan karena kita mampu berubah, tetapi karena Kristus telah mati dan bangkit, dan Ia akan menyempurnakan karya-Nya di dalam kita.

 

Refleksi
Bacalah Wahyu 22:1-5 dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:

 

1. Kebenaran Injil mana yang mengubahkan hati saya?
2. Hal apa yang perlu saya pertobatkan?
3. Apa yang bisa saya terapkan hari ini?

 

Bacaan Alkitab Setahun: Nehemia 10-11; Lukas 20:27-47