ALLAH YANG MEMPERSIAPKAN
Bilangan 26–27

 

Allah bukan saja memberkati kita dengan janji-janji-Nya yang besar dan berharga, tetapi oleh kasih karunia-Nya Ia juga mempersiapkan kita untuk menerimanya.

 

Bayangkan seorang pengacara memberi tahu Anda bahwa seorang kerabat jauh telah meninggalkan warisan berupa harta dan uang yang jauh lebih besar daripada yang pernah Anda bayangkan. Tentu Anda akan bersyukur, karena Anda menerima sesuatu yang tidak mungkin Anda capai atau peroleh dengan kekuatan sendiri. Namun sekarang muncul persoalan baru: bagaimana Anda mengelola kekayaan yang baru itu?

 

Menerima warisan adalah satu hal, tetapi siap untuk mengelolanya adalah hal yang lain. Anda membutuhkan kemampuan mengelola properti dan investasi. Anda memerlukan penasihat yang bijaksana untuk menolong Anda menggunakan warisan itu dengan benar dan tidak sia-sia. Bayangkan jika ternyata kerabat Anda sudah memikirkan kebutuhan itu sebelumnya dan telah menyediakan pelatihan serta pendampingan agar Anda siap mengelola warisan tersebut dengan baik. Kepanikan Anda berubah menjadi kelegaan, karena ternyata ia bukan hanya memberi, tetapi juga mempersiapkan.

 

Inilah gambaran dari pasal-pasal terakhir kitab Bilangan. Allah sedang mempersiapkan umat Israel untuk menerima tanah perjanjian. Ia bukan Allah yang jauh, acuh tak acuh, atau tidak peduli. Allah yang Mahatinggi itu justru terlibat secara intim dalam hidup anak-anak-Nya. Ia mengatur sensus suku-suku, menetapkan pembagian tanah, dan mempersiapkan kepemimpinan generasi berikutnya. Allah tidak hanya berjanji, Ia juga mempersiapkan.

 

Hal yang sama sedang Allah kerjakan dalam hidup kita hari ini. Karena karya Kristus bagi kita, kita telah menerima masa depan dan warisan yang melampaui segala impian. Alkitab menegaskan bahwa dunia yang rusak ini bukanlah tujuan akhir kita, melainkan tempat persiapan. Allah sedang membentuk kita menjadi serupa dengan Anak-Nya, supaya kita siap menerima hidup kekal yang penuh kemuliaan: langit dan bumi yang baru.

 

Inilah kasih Allah yang sejati. Ia bukan hanya memberi berkat yang tidak mungkin kita ciptakan sendiri, tetapi juga mempersiapkan hati, karakter, dan iman kita untuk menerimanya. Karena itu, ketika Allah membawa kita melalui jalan-jalan yang tidak kita mengerti, marilah kita bersyukur. Di balik setiap proses, Ia sedang menyiapkan kita untuk kemuliaan yang kekal.

 

Semua ini terjadi karena Injil: karena hidup Yesus yang benar, kematian-Nya sebagai pengganti kita, dan kebangkitan-Nya yang penuh kemenangan. Tuhan kita bukan hanya Allah yang berjanji, tetapi Allah yang setia mempersiapkan dan sungguh baik bahwa Ia melakukannya. Apakah hari ini Anda sedang berada dalam masa persiapan yang terasa berat? Ingatlah, kasih karunia Allah sedang bekerja, membentuk Anda, supaya Anda siap menerima segala sesuatu yang telah Ia janjikan di dalam Kristus.

 

Refleksi
Bacalah Kejadian 12:1–3 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:

 

  1. Apa yang Anda pelajari tentang Tuhan dari renungan ini?
  2. Apa yang Anda pelajari tentang dirimu dari renungan ini?
  3. Apa yang perlu Anda pertobatkan dan terapkan hari ini?

 

Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 26-27