TIDAK ADA DOSA YANG TERSEMBUNYI
Bilangan 31–32
Dosa kita tidak pernah tersembunyi, karena tidak pernah luput dari mata TUHAN yang mengawasi.
Alkitab mengatakan bahwa dosa itu menipu. Sering kali kita terperdaya oleh dua kebohongan ketika kita melangkah keluar dari batas-batas yang Tuhan tetapkan dan melakukan apa yang Ia larang. Kebohongan pertama adalah: “Tidak ada yang akan tahu.” Mungkin benar bahwa orang-orang di sekitar kita tidak mengetahui. Kita bisa menyembunyikan dosa kita dari sesama. Namun, dosa kita tidak pernah tersembunyi dari mata Tuhan. Mata-Nya selalu tertuju kepada anak-anak-Nya. Kita tidak akan pernah bisa pergi ke tempat di mana Tuhan tidak melihat apa yang kita lakukan. Dosa yang tersembunyi adalah sebuah khayalan.
Kebohongan kedua adalah: “Kita bisa berdosa tanpa konsekuensi.” Banyak orang terjebak dalam pikiran ini. Mereka meyakinkan diri bahwa semuanya baik-baik saja, padahal tidak. Kita sering menipu diri sendiri untuk percaya bahwa sesuatu yang salah itu benar, dan bahwa sesuatu yang merusak itu aman. Namun, dosa selalu membawa akibat. Tidak mungkin seseorang hidup dalam dosa dan tetap mengalami kehidupan yang baik-baik saja dan utuh seperti yang Tuhan kehendaki.
Bilangan 32:23 memuat delapan kata peringatan yang bukan saja penting bagi Israel, tetapi juga sangat penting bagi kita: “Tetapi jika kamu tidak berbuat demikian, sesungguhnya kamu berdosa kepada TUHAN, dan kamu akan mengalami, bahwa dosamu itu akan menimpa kamu.” Musa mengucapkan kata-kata ini karena Allah bukan hanya memberkati Israel dengan tanah perjanjian, tetapi juga memanggil mereka untuk berperang dalam kuasa-Nya dan menghalau bangsa-bangsa musuh. Suku Gad dan Ruben memutuskan bahwa mereka tidak mau berperang, lalu memilih menetap di luar tanah perjanjian. Ini bukan sekadar tindakan pengecut; ini adalah pemberontakan langsung terhadap perintah TUHAN. Mereka seakan berpikir bahwa Tuhan tidak akan peduli atau akan membiarkan mereka memilih jalan sendiri. Namun Tuhan selalu melihat, dan Ia tidak pernah mengompromikan kekudusan-Nya. Ketidaktaatan mereka pasti membawa konsekuensi.
Semua ini dicatat oleh Bapa surgawi kita yang penuh kasih sebagai peringatan bagi kita, supaya kita tidak terjebak dalam tipu daya dosa. Seperti halnya suku Gad dan Ruben, dosa kita tidak pernah rahasia dan tidak pernah tanpa akibat.
Namun, Injil memberi kita pengharapan. Tuhan tidak hanya memperingatkan kita, tetapi juga menyertai kita dalam kelemahan kita. Ia memberi kita kuasa untuk hidup di dalam batas-batas kehendak-Nya. Karena karya Kristus yang sempurna di kayu salib, kita tidak perlu bersembunyi. Kita boleh datang kepada-Nya, mengakui dosa kita, dan menerima pengampunan yang penuh.
Dosa memang menipu, tetapi kasih karunia Allah jauh lebih berkuasa. Kasih karunia-Nya membongkar kebohongan dosa, menuntun kita kepada pertobatan, dan membawa kita kepada hidup yang baru. Di dalam Kristus, kita dipulihkan, dimerdekakan, dan dibentuk untuk hidup dalam kebenaran, sampai akhirnya dosa tidak lagi berkuasa atas kita.
Refleksi
Bacalah Amsal 15:3 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 31-32