DI MANAKAH PENGHARAPAN ANDA?
MAZMUR 86–89
Ketika hidup tidak berjalan seperti yang Anda harapkan, ke mana hati Anda mencari pengharapan?
Ada saat-saat ketika hidup berubah begitu cepat sehingga kita merasa kehilangan pijakan. Rencana yang selama ini kita bangun bisa runtuh dalam sekejap. Hubungan yang kita percaya bisa berakhir. Keadaan yang selama ini memberi rasa aman bisa hilang tanpa peringatan. Pada saat-saat seperti itu, kita mulai bertanya-tanya: Apa yang masih bisa saya pegang? Di mana saya bisa menemukan harapan?
Ketika hidup terasa tidak masuk akal, jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu menjadi sangat penting. Sebab, saat rencana-rencana hidup yang memberi rasa aman tiba-tiba runtuh, Tuhan bisa terasa jauh dan tidak bertindak. Mazmur 89 melukiskan benturan antara dua kenyataan. Pertama, mazmur ini merayakan kasih setia Tuhan: "Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya, hendak memperkenalkan kesetiaan-Mu dengan mulutku turun-temurun." (Mzm. 89:2).
Inilah batu karang pengharapan bagi umat percaya di segala zaman. Baik bagi bangsa Israel pada masa Perjanjian Lama maupun bagi kita pada hari ini. Kita semua akan mengalami puncak-puncak sukacita dan lembah-lembah kesedihan dalam kehidupan. Ketika kesulitan datang, kita mudah tergoda untuk berpikir bahwa Tuhan telah menjauh, bahwa hadirat-Nya tidak lagi menyertai kita, dan bahwa janji-janji-Nya telah gagal. Namun, tidak ada apa pun yang dapat mematahkan komitmen kasih Tuhan kepada umat-Nya.
Menariknya, ketika membaca bagian awal Mazmur ini, kita mungkin mengira ini adalah nyanyian sukacita. Namun ternyata tidak. Mazmur 89 adalah ratapan. Mazmur ini ditulis pada saat keadaan tampak seolah-olah Tuhan membalikkan punggung-Nya terhadap umat-Nya, menolak mereka, dan menarik kasih-Nya dari mereka. Namun disiplin yang Tuhan berikan karena dosa mereka bukanlah tanda bahwa Ia telah berhenti mengasihi mereka.
Pemazmur sedang menghadapi keadaan yang membuatnya merasa seolah-olah Tuhan jauh, diam, dan tidak melakukan apa-apa. Bukankah kita juga pernah merasakan hal yang sama? Kita tahu Tuhan mengasihi kita, tetapi keadaan yang kita alami tampaknya berkata sebaliknya. Kita tahu Tuhan berkuasa, tetapi masalah yang kita hadapi terasa begitu besar. Kita tahu Tuhan setia, tetapi jalan hidup yang sedang kita lalui terasa penuh kebingungan. Pada saat-saat seperti itu, kita bisa mulai mempertanyakan kehadiran Tuhan. Kita bisa merasa seolah-olah Dia meninggalkan kita.
Namun, Mazmur 89 mengingatkan bahwa perasaan kita tidak selalu mencerminkan kenyataan yang sebenarnya. Walaupun keadaan hidup berubah, kasih setia Tuhan tidak berubah. Walaupun kita tidak selalu mengerti apa yang sedang Dia kerjakan, Dia tetap memegang hidup kita. Walaupun jalan yang kita lalui terasa gelap, Dia tidak pernah berhenti mengasihi umat-Nya. Kasih setia Tuhan bukanlah kasih yang bergantung pada keadaan. Kasih-Nya juga tidak hilang ketika kita memasuki masa-masa sulit. Bahkan ketika Tuhan mengizinkan pencobaan, penderitaan, atau disiplin dalam hidup kita, itu bukan tanda bahwa Dia telah menarik kasih-Nya. Justru karena Dia mengasihi kita, Dia terus bekerja dalam hidup kita, bahkan melalui hal-hal yang tidak kita pahami.
Puncak dan bukti terbesar dari kasih setia Tuhan terlihat dalam kelahiran, kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus. Pengorbanan-Nya memberikan jaminan bahwa dosa kita tidak akan membuat Tuhan menarik kembali anugerah kasih-Nya. Di dalam Injil, kita melihat bahwa ketika kita layak dihukum, Kristus justru menanggung hukuman itu bagi kita. Ketika kita tidak setia, Dia tetap setia. Ketika kita kehilangan pegangan, Dia tetap menjadi Batu Karang yang tidak terguncangkan. Salib membuktikan bahwa kasih Tuhan kepada anak-anak-Nya bukanlah kasih yang berubah-ubah mengikuti keadaan, melainkan kasih yang kekal dan teguh selama-lamanya.
Karena itu, jika hari ini Anda sedang berada dalam pergumulan, kebingungan, atau kehilangan yang berat, ingatlah di mana pengharapan Anda berada. Pengharapan Anda tidak terletak pada keadaan yang baik atau pada rencana hidup yang berjalan lancar. Pengharapan Anda hanya ditemukan di dalam kasih setia Tuhan. Kasih itu telah dinyatakan dengan sempurna melalui Yesus Kristus. Kasih setia Tuhan tetap ada bahkan ketika segala sesuatu yang lain berubah.
Refleksi
Bacalah Mazmur 56:1–4 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 86-89