KEDAULATAN ALLAH DAN TANGGUNG JAWAB MANUSIA
ESTER 6–10

 

Alkitab tidak pernah mengajarkan tentang kedaulatan Allah dengan cara meniadakan tanggung jawab manusia.

 

Jika seseorang berkata, “Saya hanya menyerahkan kepada Tuhan supaya hubungan saya dengan saudara saya dipulihkan,” bagaimana Anda akan menanggapinya? Kalimat itu terdengar rohani, tetapi sebenarnya menunjukkan cara berpikir yang kurang tepat menurut Firman Tuhan. Fakta bahwa Allah berdaulat penuh atas segala sesuatu tidak pernah menjadi alasan bagi kita untuk tidak melakukan bagian yang Tuhan percayakan kepada kita. Jika ada hubungan yang rusak dengan saudara kita, maka kita dipanggil untuk datang kepadanya dan mengusahakan perdamaian.

 

Alkitab menunjukkan bahwa kedaulatan Allah dan tanggung jawab manusia berjalan berdampingan. Sering kali Allah menggenapi kehendak-Nya melalui pilihan, keputusan, dan tindakan nyata dari manusia. Tindakan kita bukan hal yang sia-sia, melainkan alat yang dipakai Allah untuk menjalankan rencana-Nya. Allah bukan hanya menentukan akhir dari segala sesuatu, tetapi juga bekerja melalui proses menuju akhir itu. Karena itu, setiap pilihan dan tindakan kita memiliki arti. Kedaulatan Allah yang mutlak tidak pernah membebaskan kita dari tanggung jawab. Allah tetap berdaulat, dan manusia tetap dipanggil untuk bertanggung jawab. Kedua kebenaran ini saling melengkapi, bukan saling bertentangan.

 

Pentingnya tanggung jawab manusia menjadi salah satu tema utama dalam kitab Ester. Dalam renungan sebelumnya kita melihat bahwa kitab Ester memperlihatkan Allah yang tetap bekerja, bahkan ketika kehadiran-Nya seolah tersembunyi. Ia terus bekerja memastikan bahwa apa yang telah Ia tetapkan, untuk kemuliaan-Nya dan kebaikan umat-Nya, akan terjadi seperti kehendak-Nya. Allah tidak pernah jauh dan tidak pernah lalai. Pengharapan dunia ini ada karena Allah memerintah dengan kuasa penuh, dan tidak ada satupun yang dapat menggagalkan rencana-Nya.

 

Namun kitab Ester juga menunjukkan hal penting lainnya. Allah sering kali menjalankan kehendak-Nya melalui keputusan dan tindakan manusia yang nyata, manusia yang benar-benar memilih, bertindak, dan mengambil langkah dengan iman. Hal ini terlihat jelas melalui keberanian dan iman Mordekhai serta Ester. Melalui keputusan mereka yang penuh hikmat dan keberanian, rencana Allah untuk memelihara umat-Nya tetap berlangsung, sehingga dari bangsa itu akhirnya lahir Juruselamat dunia. Allah menjaga umat-Nya dan rencana keselamatan-Nya terus berjalan. Semua ini memang telah Allah tetapkan, tetapi penggenapannya terjadi melalui tindakan nyata Mordekhai dan Ester.

 

Karena itu, hari ini Anda dapat beristirahat dalam keyakinan bahwa kehendak Allah pasti terjadi. Rencana-Nya yang sempurna akan digenapi sampai akhir. Namun kita juga harus mengerti bahwa percaya kepada kedaulatan Allah bukan berarti hidup pasif dan tidak melakukan apa-apa. Allah yang memerintah atas segala sesuatu memanggil kita untuk percaya, taat, berjuang, memberitakan Injil, bertobat, mengasihi, dan mengikuti Dia dengan setia. Allah menjalankan pekerjaan-Nya melalui kehidupan dan tindakan umat-Nya. Jadi, orang percaya dipanggil untuk hidup dengan dua hal sekaligus: bersandar penuh kepada Allah dan tetap setia bekerja bagi kemuliaan-Nya. Inilah kehidupan orang yang telah ditebus oleh Injil Kristus. 

 

Refleksi
Bacalah Yesaya 64:1-5 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:

 

  1. Apa yang Anda pelajari tentang Tuhan dari renungan ini?
  2. Apa yang Anda pelajari tentang dirimu dari renungan ini?
  3. Apa yang perlu Anda pertobatkan dan terapkan hari ini?

 

Bacaan Alkitab Setahun: Ester 6-10