KOTA PERLINDUNGAN KITA
Bilangan 35–36

 

Penting bagi kita untuk mengingat bahwa Yesus bukan hanya Juruselamat kita. Ia juga adalah tempat perlindungan yang memelihara perjalanan iman kita.

 

Sifat-sifat Allah tidak pernah saling bertentangan. Kasih-Nya tidak melemahkan atau meniadakan kekudusan-Nya. Keadilan-Nya tidak membatalkan belas kasihan-Nya. Rencana-Nya yang berdaulat tidak bertentangan dengan hati-Nya yang lembut dan penuh kesabaran. Kita melihat hal ini dengan jelas dalam Bilangan 35:34: “Maka janganlah najiskan negeri, tempat kedudukanmu, yang di tengah-tengahnya Aku diam, sebab Aku, TUHAN, diam di tengah-tengah orang Israel.” Melalui firman ini, kita melihat kekudusan Allah yang kudus dan belas kasihan-Nya yang sabar bekerja bersama-sama. 

 

Perhatikan juga firman Tuhan sebelumnya dalam Bilangan 35: TUHAN berfirman kepada Musa: "Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka: Apabila kamu menyeberangi sungai Yordan ke tanah Kanaan, maka haruslah kamu memilih beberapa kota yang menjadi kota-kota perlindungan bagimu, supaya orang pembunuh yang telah membunuh seseorang dengan tidak sengaja dapat melarikan diri ke sana. Kota-kota itu akan menjadi tempat perlindungan bagimu terhadap penuntut balas, supaya pembunuh jangan mati, sebelum ia dihadapkan kepada rapat umat untuk diadili. Dan kota-kota yang kamu tentukan itu haruslah enam buah kota perlindungan bagimu" (Bil. 35:9–13).

 

Jika kita membandingkan kedua bagian ini, kita dapat melihat bahwa ada dua hal yang mengalir dari hati Allah. Pertama, Allah itu kudus tanpa kompromi. Ia tidak mengizinkan negeri tempat Ia diam dinajiskan oleh dosa yang tidak diselesaikan dengan adil. Namun, itu bukan satu-satunya yang terjadi. Kota perlindungan disediakan sebagai wujud belas kasihan bagi orang yang dituduh, sebagai tempat di mana ia dapat melarikan diri dan tinggal sampai ia menerima pengadilan yang adil.

 

Kedua, meskipun ia harus tinggal di kota perlindungan, ia tidak diusir dari negeri itu. Belas kasihan tetap diberikan, dan keadilan tetap ditegakkan. Melalui kota perlindungan ini, kita melihat bahwa kekudusan Allah dan belas kasihan-Nya tidak saling bertentangan, melainkan bekerja bersama dalam keselarasan yang sempurna. Dari sinilah, kita menemukan pengharapan sejati, pengharapan untuk saat ini, dan pengharapan untuk masa yang akan datang.

 

Kita juga melihat keselarasan yang indah antara kekudusan dan belas kasihan Allah dalam peristiwa lain. Seluruh kisah Alkitab mengarah kepada sebuah bukit di luar kota, di mana di atas sebuah salib yang kasar, kekudusan Allah yang tidak dapat ditawar dan belas kasihan-Nya yang lembut bertemu. Salib itu diperlukan karena Allah yang kudus tidak bisa menutup mata terhadap dosa, pemberontakan, dan penyembahan berhala. Dosa adalah pelanggaran serius terhadap kekudusan-Nya. Tetapi salib itu juga perlu terjadi, karena Allah yang penuh belas kasihan telah berjanji untuk menyediakan jalan bagi orang berdosa untuk diampuni dan diperdamaikan dengan-Nya.

 

Inilah Injil: kota perlindungan kita bukanlah sebuah tempat, melainkan seorang Pribadi—dan nama-Nya adalah Yesus. Yesus telah memenuhi seluruh tuntutan kekudusan Allah bagi kita dan menanggung hukuman dosa kita, supaya kita yang berdosa dapat memiliki tempat perlindungan yang aman di dalam Dia. Betapa indahnya mengetahui bahwa Yesus adalah tempat perlindungan bagi orang-orang berdosa seperti kita.

 

Refleksi
Bacalah Nahum 1:2, 6-8 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:

 

  1. Apa yang Anda pelajari tentang Tuhan dari renungan ini?
  2. Apa yang Anda pelajari tentang dirimu dari renungan ini?
  3. Apa yang perlu Anda pertobatkan dan terapkan hari ini?

 

Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 35-36