NYANYIAN IMAN
TUHAN, telah kudengar kabar tentang Engkau, dan pekerjaan-Mu, ya TUHAN, kutakuti! Hidupkanlah itu dalam lintasan tahun, nyatakanlah itu dalam lintasan tahun ... Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. Habakuk 3:2, 17−18
Tidak peduli seberapa kita menganggap diri kita berkomitmen kepada Allah, doa Habakuk dalam ayat-ayat ini mungkin bukan apa yang muncul di pikiran ketika kita dihadapkan pada keadaan yang mengerikan, seperti yang dia alami. Namun, doanya bukan hanya untuk dirinya sendiri! Doa ini dinyanyikan dengan iringan musik dan diucapkan oleh umat Tuhan (Hab. 3:19).
Habakuk sedang membayangkan situasi yang dapat menghancurkan seluruh perekonomian berbasis pertanian. Tidak ada buah, tidak ada hasil panen, tidak ada ternak—sebuah krisis total. Namun Habakuk menyatakan bahwa bahkan jika hal itu terjadi, yang terpenting bukanlah bencana atau kekurangan, melainkan bahwa pekerjaan Tuhan dinyatakan dan dihidupkan kembali. Pada akhirnya, Habakuk berkata bahwa ia akan bersukacita dalam Tuhan, mempercayai pekerjaan keselamatan Allah (Hab. 3:18). Sukacita sejati tidak bersumber dari keadaan, tetapi dari Tuhan yang hidup.
Bagaimana Habakuk dapat berdoa demikian? Karena sepanjang doanya, nabi ini mengingat kembali pekerjaan besar Tuhan sepanjang sejarah (Hab. 3:3–16). Semua itu mengingatkan dia bahwa Tuhan berdaulat, Tuhan baik, dan Tuhan layak dipercaya. Ketika hari-hari gelap datang dan jawaban Tuhan tampak tertunda, pekerjaan Tuhan tidak pernah gagal. Habakuk tahu bahwa Tuhan menyelamatkan umat-Nya, dan itu cukup untuk menjadi alasan bersukacita. Hal yang sama berlaku bagi kita.
Pekerjaan Tuhan dalam Perjanjian Lama menunjuk kepada keselamatan terbesar yang digenapi dalam Yesus Kristus. Dalam kematian dan kebangkitan-Nya, Tuhan mengingat umat-Nya dan menuntun mereka dari maut kepada hidup. Kita pun tidak kebal dari penderitaan—tetapi karena karya keselamatan Kristus, kita tetap dapat bersukacita. Harapan tidak pernah padam bagi mereka yang berada di dalam Kristus.
Ketika membaca doa Habakuk ini, kita pun harus bertanya pada diri sendiri:
Biarlah doa dan iman Habakuk menjadi doa kita. Ketika kita berusaha setia menjalani tujuan Tuhan dalam hidup ini, dan ketika dunia tampak runtuh, kita tetap bisa menemukan sukacita di dalam Allah yang menyelamatkan kita.
Dengan iman Anda dapat bernyanyi:
Bukanlah ‘ku, tetapi hanya Kristus
yang merenggut beban hidup berat.
Bukanlah ‘ku, tetapi hanya Kristus
yang tanganNya terulur tak penat.
— Bukanlah 'ku, Tetapi Hanya Kristus, Horatius Bonar
Refleksi
Bacalah Habakuk 3:3−16 dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:
1. Kebenaran Injil mana yang mengubahkan hati saya?
2. Hal apa yang perlu saya pertobatkan?
3. Apa yang bisa saya terapkan hari ini?
Bacaan Alkitab Setahun: 2 Tawarikh 15-16; Lukas 7:24-50