JANJI TUHAN DIGENAPI
MATIUS 1-2
Dalam Yesus, Allah telah menggenapi janji terbesar dari semuanya: janji-Nya bahwa Mesias akan datang.
Kitab Matius memberikan salah satu kisah yang paling kita kenal tentang kelahiran dan masa kecil Yesus. Setelah Yesus lahir di Betlehem, pada zaman Raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem. Mereka bertanya, “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu?”
Herodes kemudian mengumpulkan para imam kepala dan ahli Taurat untuk mencari tahu di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka menjawab bahwa Mesias akan lahir di Betlehem, di tanah Yehuda, karena hal itu sudah dituliskan melalui nabi Mikha: “Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel." (Mat. 2:1–6). Jangan sampai karena kisah ini sudah sangat familiar, kita justru melewatkan kemuliaan dan pengharapan besar yang ada di dalamnya.
Coba berhenti sejenak dan pikirkan. Ketika Herodes bertanya kepada para ahli Taurat mengenai tempat kelahiran Mesias yang telah dijanjikan, mereka tidak kesulitan menjawabnya. Mereka langsung mengutip Mikha 5:2. Kelahiran Mesias bukan hanya dijanjikan secara umum dan tidak jelas. Janji Allah yang disampaikan melalui nabi Mikha beberapa generasi sebelumnya begitu spesifik—bahkan sampai pada kota tempat Ia akan dilahirkan. Ini bukan sekadar kebetulan. Tuhan sudah merencanakan kelahiran Yesus jauh sebelum peristiwa itu terjadi.
Raja di atas segala raja tidak akan lahir secara megah di istana kerajaan di Yerusalem, dengan para bangsawan mengelilingi tempat tidur-Nya. Tidak. Pengharapan dunia justru akan lahir di kota Betlehem, dari seorang ibu dan ayah yang jauh dari status kerajaan pada zaman itu. Setiap detail kelahiran Yesus merupakan bagian dari rencana Allah yang telah ditetapkan sebelum dunia dijadikan. Karena itu, janji dan nubuat tentang kelahiran-Nya juga sangat terperinci dan spesifik.
Allah tidak seperti seorang peramal yang memberikan prediksi. Janji-janji ini diberikan oleh Tuhan atas langit dan bumi, yang berkuasa atas segala sesuatu. Karena itu, Dia sanggup memastikan bahwa janji-Nya benar-benar terjadi.
Kalau Tuhan sanggup mengatur sejarah selama ratusan tahun sampai janji tentang tempat kelahiran Mesias digenapi dengan tepat, kita juga dapat mempercayai janji-janji-Nya bagi hidup kita. Kita tidak sedang percaya kepada Tuhan yang hanya memiliki niat baik tetapi tidak mampu melakukan apa yang Dia janjikan. Tuhan memiliki kuasa, kehendak, dan otoritas untuk melakukan segala sesuatu yang telah Dia janjikan. Karena itu, kita dapat membangun hidup kita di atas firman-Nya.
Mungkin ada saat ketika kita tidak mengerti mengapa Tuhan mengizinkan sesuatu terjadi. Mungkin kita merasa bahwa janji Tuhan terasa terlalu lama untuk digenapi. Kita mungkin tidak melihat bagaimana Tuhan sedang bekerja. Tetapi kisah kelahiran Yesus mengingatkan kita bahwa waktu Tuhan tidak pernah salah.
Kita tidak perlu mengetahui semua cara Tuhan bekerja untuk dapat mempercayai-Nya. Kita hanya perlu mengetahui bahwa Dia setia kepada janji-Nya. Dan janji terbesar itu sudah digenapi: Yesus, Sang Mesias, telah datang. Karena itu, kita dapat mempercayakan hidup ini kepada janji-janji Allah. Ia memiliki kuasa, kehendak, dan otoritas untuk melakukan segala sesuatu yang telah Ia janjikan.
Refleksi
Bacalah Mikha 5:1-6 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: Matius 1-2