YESUS ADALAH ANAK ALLAH
MATIUS 3-4
Yesus adalah Anak Allah, yang datang ke dunia untuk menyerahkan hidup-Nya sebagai tebusan bagi banyak orang.
Bagian awal Injil Matius membawa kita kepada sebuah peristiwa yang sangat agung dan hanya terjadi satu kali dalam sejarah. Jangan melewatinya begitu saja hanya karena ingin menyelesaikan pembacaan Alkitab harian. Allah mencatat dan memelihara kisah ini bagi kita karena Ia ingin kisah tersebut membuat kita dipenuhi rasa syukur dan kekaguman kepada-Nya.
Kekaguman itu seharusnya memenuhi hati kita begitu kuat sehingga mengubah cara kita memandang siapa diri kita dan bagaimana kita menjalani hidup. Peristiwa ini, yaitu baptisan Yesus, ada di dalam Alkitab karena Allah mengasihi kita: Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?" Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanes pun menuruti-Nya. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." (Mat. 3:13–17).
Perhatikan dengan sungguh-sungguh keindahan dan kelembutan kasih yang terdengar dalam suara dari surga: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Melalui perkataan ini, kita diajak untuk menyaksikan hubungan kasih yang kekal antara Bapa dan Anak. Siapakah Yesus? Ia bukan sekadar seorang manusia dari Betlehem. Ia adalah Anak yang dikasihi dan berkenan kepada Bapa.
Namun, ada hal lain yang perlu kita perhatikan. Mengapa Yesus harus menjalani baptisan? Yesus tidak dibaptis karena Dia memiliki dosa yang harus diakui. Yesus tidak berdosa dan tidak membutuhkan pertobatan. Namun, dengan rela dibaptis, Yesus mengidentifikasikan diri-Nya dengan umat berdosa yang datang untuk diselamatkan-Nya. Dia datang untuk mengambil tempat kita.
Sejak awal pelayanan-Nya, Yesus sudah menunjukkan bahwa Dia datang untuk menjalankan tugas yang diberikan Bapa kepada-Nya. Dia akan hidup di tengah orang berdosa, menanggung dosa mereka, dan akhirnya memikul hukuman mereka di kayu salib. Inilah yang membuat pembaptisan Yesus begitu penting. Yesus adalah Anak Allah yang sempurna, tetapi Dia dengan rendah hati mengambil tempat orang berdosa. Dan pada akhir kehidupan-Nya di dunia, Dia benar-benar menanggung dosa umat-Nya di kayu salib.
Inilah Yesus yang kita miliki. Ia adalah Anak Allah dan Anak Domba yang dipersembahkan sebagai korban. Yesus adalah kasih karunia Allah yang datang dalam rupa manusia. Dia tidak datang karena kita layak diselamatkan. Dia datang justru karena kita tidak mampu menyelamatkan diri sendiri. Anak Allah mengambil tempat orang berdosa supaya orang berdosa dapat diperdamaikan dengan Allah.
Refleksi
Bacalah Yohanes 3:1-21 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: Matius 3-4