JANGAN MENYEBUT NAMA TUHAN DENGAN SEMBARANGAN
Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. Keluaran 20:7
Bayangkan jika kita melakukan survei dan bertanya kepada orang-orang, perintah mana dari Sepuluh Perintah Allah yang paling tidak penting menurut mereka. Mungkin banyak yang akan menjawab perintah ketiga. Dibandingkan dengan larangan menyembah allah palsu atau patung, perintah ini tampaknya kurang serius. Tetapi jika Allah mengatakan bahwa menyebut nama-Nya dengan sembarangan adalah dosa, maka itu pasti hal yang penting—dan kita perlu memahami alasannya.
Kitab Suci menegaskan bahwa nama Allah itu berharga dan penuh kuasa. Kita bisa melihat ini dalam kisah Musa. Di Keluaran 33, Musa meminta untuk melihat kemuliaan Allah. Sebenarnya, ini adalah permintaan yang sangat berisiko, karena manusia tidak bisa melihat kemuliaan Allah dan tetap hidup. Namun, Allah dengan kasih karunia-Nya mengabulkan permintaan itu dengan cara yang berbeda—bukan melalui wujud fisik, tetapi dengan menyatakan nama-Nya: "TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya" (Keluaran 34:6).
Dalam peristiwa ini, Allah menunjukkan bahwa nama-Nya bukan sekadar sebutan, tetapi mencerminkan karakter dan kemuliaan-Nya. Di Keluaran 3, saat Musa pertama kali dipanggil oleh Allah melalui semak yang terbakar, ia bertanya siapa yang harus ia katakan telah mengutusnya. Allah menjawab:"AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu" (Keluaran 3:14). Dengan kata lain, Allah menyatakan bahwa Ia adalah satu-satunya yang benar-benar ada dengan sendirinya, berdaulat, dan tidak bergantung pada siapa pun. Tidak ada yang lain yang bisa mengklaim nama seperti itu. Jadi, ketika seseorang menyebut nama Allah dengan sembarangan, itu berarti ia tidak memahami betapa besar dan mulianya Allah. Inilah mengapa perintah ketiga begitu penting.
Lalu, bagaimana kita bisa melanggar perintah ini?
Sebaliknya, kita menghormati nama Allah ketika kita menggunakannya dengan penuh kasih, dalam doa, pujian, ketaatan, dan rasa syukur. Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk berdoa: "Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu" (Matius 6:9).
Nama Allah harus dihormati karena itu mencerminkan siapa Dia, mengungkapkan karakter-Nya, dan menjadi tempat perlindungan bagi semua yang berseru kepada-Nya (Amsal 18:10). Sebagai umat-Nya, kita dipanggil untuk menjaga kekudusan nama Allah dalam hidup kita—karena kita menyandang nama Kristus dan harus mengucapkannya dengan hormat dan kasih.
Refleksi
Bacalah Keluaran 3:1-22 dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut
Bacaan Alkitab setahun: Keluaran 27–28; Filemon
Truth For Life – Alistair Beg