PENGENALAN AKAN ALLAH
Keluaran 28–29

 

Dalam hidup ini ada banyak hal penting untuk diketahui, tetapi tidak ada yang lebih penting dan bisa mengubahkan hidup selain mengenal Allah.

 

Seseorang bercerita tentang pengalamannya di sebuah perkemahan Kristen. Ia menghabiskan satu minggu di sebuah perkemahan Kristen, di mana ia diajak melihat dunia ciptaan Tuhan dengan cara yang baru dan menarik. Ia baru saja melihat melalui mikroskop makhluk-makhluk kecil yang hidup di sebuah kolam. Makhluk-makhluk ini tidak terlihat oleh mata ketika ia hanya berdiri dan memandang kolam itu. Ia takjub karena ternyata ada sebuah dunia utuh di bawah permukaan air—dunia yang sering kali tidak pernah kita sadari keberadaannya. Mikroskop itu menyingkapkan sebuah “alam semesta” kecil penuh hal-hal yang menakjubkan, yang bisa dipelajari dan dipahami seumur hidup.

 

Demikian juga dengan dunia ciptaan Tuhan. Ke mana pun kita memandang, selalu ada “alam semesta” kecil lain—penuh pemandangan, suara, dan makhluk hidup. Mempelajari masing-masingnya bisa menghasilkan begitu banyak pengetahuan. Bahkan, hal ini bisa terasa melelahkan, karena di dunia ciptaan Tuhan, tidak ada ujungnya untuk mengetahui. Kita tidak akan pernah tahu segalanya; kita tidak akan pernah bisa berkata, “Aku sudah tahu semuanya.” Itulah sebabnya kita perlu memahami apa yang benar-benar penting untuk diketahui dan apa yang tidak. Waktu kita terbatas, kapasitas pikiran kita pun terbatas, sehingga apa yang kita pilih untuk kita kenal akan sangat membentuk hidup kita.

 

Karena itulah kita perlu memperhatikan dengan sungguh-sungguh perkataan dalam Keluaran 29:45–46: “Aku akan diam di tengah-tengah orang Israel dan akan menjadi Allah mereka. Dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, Allah mereka, yang membawa mereka keluar dari tanah Mesir, supaya Aku diam di tengah-tengah mereka. Akulah TUHAN, Allah mereka.”

 

Ayat ini menangkap inti Injil dengan indah. Allah yang Mahakudus dan berdaulat memilih untuk diam di tengah umat-Nya. Ini bukan karena umat-Nya itu layak, melainkan karena anugerah-Nya. Allah ingin dikenal, bukan sekadar sebagai Penguasa, tetapi juga sebagai Penebus. Saat membaca bagian firman hari ini, kita perlu berhenti sejenak dan merenungkan makna dari kalimat, “Dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, Allah mereka.” Allah seakan berkata, “Aku akan diam bersama umat-Ku supaya mereka mengenal Aku.

 

Jika Allah adalah Pencipta segala sesuatu yang ada, jika Ia adalah Tuhan dan Penguasa atas semua yang terjadi, dan jika Ia menopang seluruh ciptaan dengan tangan-Nya yang berkuasa, maka tidak ada hal yang lebih penting selain mengenal Dia. Tidak ada pengetahuan yang benar tentang apa pun di dunia ini yang tidak berawal dari pengenalan akan Allah. Ia adalah Allah yang membebaskan umat-Nya dari perbudakan, menyediakan segala kebutuhan mereka, dan memberikan hukum-Nya sebagai jalan hidup. Pengenalan akan Allah selalu dimulai dari karya penyelamatan-Nya, bukan dari usaha manusia. 

 

Dalam terang Injil, kebenaran ini digenapi secara penuh di dalam Kristus. Melalui Yesus, Allah tidak hanya berdiam di tengah umat-Nya, tetapi menjadikan kita bait-Nya. Hidup kita kini menjadi tempat di mana anugerah penebusan-Nya diingat dan dinyatakan. Dari sanalah kita dipanggil untuk hidup dalam ketaatan—bukan karena takut, melainkan karena sukacita sebagai umat yang telah ditebus. Sekarang Allah telah menjadikan kita sebagai bait tempat Ia diam, supaya kita senantiasa mengingat anugerah penebusan-Nya dan mengikut Dia dengan sukacita.

 

Refleksi
Bacalah Roma 12:1-2 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:

 

  1. Apa yang Anda pelajari tentang Tuhan dari renungan ini?
  2. Apa yang Anda pelajari tentang dirimu dari renungan ini?
  3. Apa yang perlu Anda pertobatkan dan terapkan hari ini?

 

Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 28-29