SUMBER SEGALA KEINDAHAN
Keluaran 30–32

 

Tuhan menciptakan para seniman, penyair, komponis, dan pemberita firman, serta memperlengkapi mereka dengan karunia yang luar biasa, supaya kemuliaan-Nya dinyatakan dan hidup manusia diubahkan.

 

Bagian Alkitab berikut ini menjadi salah satu permata di Perjanjian Lama. Tuhan memberikan karunia seni yang khusus kepada orang-orang tertentu supaya Kemah Suci mencerminkan kemuliaan-Nya—yaitu kemuliaan kekudusan-Nya dan keajaiban kasih pengampunan-Nya. Tuhan melakukan ini karena Ia tahu bahwa manusia diciptakan dengan hati yang tertarik pada kemuliaan. Kita secara alami mengagumi hal-hal yang indah dan mulia. Karena itu, hidup kita pasti akan dikuasai oleh apa yang kita anggap paling bernilai dan paling memikat.

 

Namun, Allah tidak membiarkan kemuliaan ciptaan menggantikan kemuliaan Sang Pencipta. Justru, Allah dengan penuh kasih memberikan kemampuan kepada manusia untuk mencipta, agar melalui keindahan itu hati kita ditarik kembali kepada-Nya—untuk mengasihi, menyembah, dan melayani Dia di atas segalanya.

 

Namun, pemberian karunia seni dari Tuhan tidak terbatas pada Kemah Suci saja. Segala bentuk kreativitas seni dan komunikasi berasal dari Tuhan—bukan hanya untuk dinikmati, tetapi untuk tujuan yang lebih tinggi. Karena Tuhan adalah Roh dan tidak dapat dilihat dengan mata jasmani, Ia memakai karya manusia untuk menampilkan kemuliaan-Nya melalui apa yang mereka ciptakan, sehingga kita dapat “melihat” Dia dan hati kita dipenuhi rasa kagum yang membawa kita kepada pertobatan dan penyerahan diri.

 

Tujuan Tuhan bukan sekadar agar kita menikmati keindahan karya seni atau mengagumi sang seniman, tetapi agar mata kita diarahkan kepada Sang Seniman Agung dan hidup kita diserahkan kepada-Nya. Dalam perspektif Injil, semua keindahan ini menemukan puncaknya di dalam Kristus. Yesus adalah gambaran Allah yang sempurna, Sang Firman yang menjadi manusia. Melalui salib, kita yang hatinya mudah terikat pada keindahan ciptaan diselamatkan oleh anugerah, supaya kita kembali mengarahkan pandangan kepada Sang Sumber Keindahan itu sendiri.

 

Allah, Sang Penulis keindahan, memberi manusia kemampuan untuk mencipta apa yang indah, bukan supaya kita berhenti pada karya itu, tetapi supaya melalui karya itu kita dipimpin kepada-Nya. Maka, nikmatilah keindahan di sekitar kita. Namun, biarlah hati kita berlari kepada Sang Seniman Agung di balik setiap keindahan—Yesus Kristus, yang oleh anugerah-Nya memulihkan pandangan kita dan mengajar kita untuk memuliakan Allah dalam segala hal.

 

Refleksi
Bacalah Kejadian 1:1-31 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:

 

  1. Apa yang Anda pelajari tentang Tuhan dari renungan ini?
  2. Apa yang Anda pelajari tentang dirimu dari renungan ini?
  3. Apa yang perlu Anda pertobatkan dan terapkan hari ini?

 

Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 30-32