ALLAH YANG PENUH BELAS KASIH
YESAYA 23-27

 

Dosa telah merusak dunia yang diciptakan Allah dengan sempurna dan baik.

 

Ketika Allah menciptakan dunia, segala sesuatu sungguh amat baik. Tidak ada penderitaan, kejahatan, air mata, atau kematian. Seluruh ciptaan memancarkan kemuliaan Sang Pencipta dan hidup dalam keharmonisan sesuai dengan kehendak-Nya. Namun, semuanya berubah ketika dosa masuk ke dalam dunia. Melalui nabi Yesaya, kita melihat gambaran yang menyedihkan tentang akibat dosa. Bumi merana, sukacita menghilang, dan kehidupan dipenuhi penderitaan. Semua itu bukan terjadi tanpa sebab. Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa akar dari seluruh kerusakan ini adalah dosa. Seluruh ciptaan ikut merasakan dampak dari pemberontakan manusia terhadap Allah.

 

Inilah sifat dosa. Dosa tidak pernah menghasilkan sesuatu yang benar-benar baik. Dosa tidak membangun, melainkan merusak. Dosa tidak mendamaikan, tetapi memecah belah. Dosa tidak memulihkan, tetapi menghancurkan. Baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, gereja, maupun masyarakat, dosa selalu meninggalkan luka dan kehancuran.

 

Gambaran yang diberikan Yesaya sangat jelas (Yes. 24:4-12). Tempat yang dahulu dipenuhi nyanyian kini menjadi sunyi. Sukacita berubah menjadi ratapan. Hal-hal yang dahulu memberikan kesenangan kini kehilangan rasanya. Inilah panen yang selalu dihasilkan oleh dosa: kehilangan, kehancuran, dan kematian. Dosa menjalar seperti penyakit yang merusak seluruh kehidupan dan tidak ada seorang pun yang mampu melepaskan dirinya dengan kekuatannya sendiri. 

 

Sering kali kita meremehkan dosa. Karena sudah terbiasa melihatnya di sekitar kita, kita mulai menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa dan sesuatu yang dapat dikendalikan kapan saja. Bahkan, tidak jarang dunia menyebut apa yang Allah nyatakan sebagai dosa sebagai sesuatu yang baik, wajar, atau patut dirayakan. Hati manusia begitu mudah tertipu sehingga apa yang sebenarnya membawa kehancuran justru tampak menarik dan menjanjikan kebahagiaan.

 

Karena kasih-Nya, Allah memperingatkan kita melalui firman-Nya. Ia ingin membuka mata kita agar melihat dosa sebagaimana Dia melihatnya. Peringatan-peringatan dalam Alkitab bukanlah tanda bahwa Allah ingin merampas sukacita kita, tetapi bukti bahwa Ia mengasihi kita dan ingin melindungi kita dari kuasa dosa yang menghancurkan.

 

Syukurlah, Injil tidak berhenti pada kenyataan bahwa dunia telah dirusak oleh dosa. Allah mengutus Yesus Kristus untuk mengalahkan kuasa dosa melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Di dalam Kristus, kita menerima pengampunan dan kuasa untuk semakin meninggalkan dosa serta hidup dalam ketaatan kepada Allah.

 

Melalui kebangkitan Kristus, Allah juga memulai pembaruan ciptaan. Hari ini kita memang masih hidup di dunia yang telah dirusak oleh dosa, tetapi kita hidup dengan pengharapan bahwa Kristus akan datang kembali untuk memperbarui langit dan bumi. Pada hari itu tidak akan ada lagi kutuk, tangisan, penderitaan, ataupun kematian. Seluruh ciptaan akan dipulihkan di bawah pemerintahan Raja yang sempurna. 

 

Karena itu, marilah kita memohon agar Tuhan mengampuni setiap kali kita menganggap indah apa yang sebenarnya dibenci-Nya. Kiranya Roh Kudus memberi kita hati yang peka terhadap dosa, keberanian untuk menolak berdamai dengan dosa, dan sukacita untuk hidup menurut kehendak Allah. Sebab hanya jalan Tuhan yang membawa kehidupan, damai sejahtera, dan sukacita yang sejati.

 

Refleksi
Bacalah Markus 7:14–23 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:

 

  1. Apa yang Anda pelajari tentang Tuhan dari renungan ini?
  2. Apa yang Anda pelajari tentang dirimu dari renungan ini?
  3. Apa yang perlu Anda pertobatkan dan terapkan hari ini?

 

Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 23-27