YESUS BATU PENJURU YANG TEGUH
YESAYA 28-30

 

Yesus adalah satu-satunya dasar yang teguh. Di atas Dialah umat Allah dibangun dan tetap berdiri dengan kuat.

 

Setiap kisah yang baik memiliki tokoh utama. Semua peristiwa dalam cerita itu pada akhirnya mengarah kepada tokoh tersebut. Jika tokoh utama dihilangkan, seluruh cerita akan kehilangan maknanya. Demikian pula dengan Alkitab. Meskipun terdiri dari banyak kitab yang ditulis oleh penulis yang berbeda dan dalam zaman yang berbeda, semuanya memiliki satu pusat, yaitu Yesus Kristus. Sejak awal hingga akhir, Alkitab menunjuk kepada-Nya sebagai Juruselamat yang telah Allah janjikan.

 

Nubuat dalam Yesaya 28 adalah salah satu contohnya. Tuhan berjanji akan meletakkan sebuah batu penjuru yang teruji dan berharga sebagai dasar yang kokoh. Dalam Perjanjian Baru, rasul Petrus menjelaskan bahwa batu penjuru itu adalah Yesus Kristus (1 Petrus 2:6).

 

Yesus disebut sebagai batu yang teruji karena selama hidup-Nya di dunia Ia menghadapi berbagai pencobaan, penolakan, penderitaan, dan kesulitan, namun tetap hidup tanpa dosa. Tidak ada satu pun keadaan yang membuat-Nya gagal melakukan kehendak Bapa.

 

Ia juga adalah batu penjuru yang berharga. Dalam sebuah bangunan, batu penjuru menentukan arah dan kekuatan seluruh bangunan. Demikian pula, Kristus menjadi dasar bagi gereja dan bagi kehidupan setiap orang yang percaya kepada-Nya. Tanpa Dia, tidak ada keselamatan, tidak ada pengharapan, dan tidak ada dasar yang kokoh untuk menjalani hidup.

 

Melalui Yesus, kita menerima segala sesuatu yang kita perlukan. Di dalam Dia kita dibenarkan di hadapan Allah, diterima sebagai anak-anak-Nya, dan memperoleh hidup yang kekal. Karena itu, siapa pun yang percaya kepada Kristus tidak perlu hidup dalam ketakutan atau kegelisahan, sebab hidupnya berdiri di atas dasar yang tidak akan pernah terguncang. Namun, sering kali kita melupakan kebenaran ini. Kita lebih mudah mengandalkan kemampuan sendiri, pekerjaan, harta, relasi, atau rencana masa depan sebagai tempat bergantung. Ketika semua itu berubah atau hilang, hati kita pun menjadi cemas dan kehilangan damai.

 

Injil mengingatkan bahwa hanya Kristus yang sanggup menopang hidup kita. Dia bukan sekadar salah satu bagian dari kehidupan kita, melainkan fondasi tempat seluruh hidup kita berdiri. Ketika iman berakar kepada Kristus, badai kehidupan mungkin tetap datang, tetapi dasar kehidupan kita tidak akan runtuh. 

 

Lebih dari itu, kita bukan hanya dibangun secara pribadi di atas Kristus. Kita juga dipersatukan menjadi keluarga Allah, yaitu gereja-Nya. Sebagai umat yang ditebus, kita sedang dibangun menjadi rumah rohani tempat Allah berdiam melalui Roh-Nya. Keamanan kita tidak bergantung pada kuatnya diri kita, tetapi pada kokohnya Kristus sebagai Batu Penjuru.

 

Hari ini, periksalah kembali apa yang menjadi dasar hidup Anda. Jika selama ini Anda mencari rasa aman pada hal-hal yang sementara, datanglah kembali kepada Kristus. Dia adalah Batu Penjuru yang telah Allah tetapkan, dasar yang tidak akan pernah terguncang. Di dalam Dia ada pengampunan, pembenaran, pengharapan, dan jaminan hidup yang kekal. Betapa besar anugerah Allah, karena kita diizinkan membangun seluruh hidup di atas Kristus yang tidak pernah gagal.

 

Refleksi
Bacalah 1 Petrus 2:4–10 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:

 

  1. Apa yang Anda pelajari tentang Tuhan dari renungan ini?
  2. Apa yang Anda pelajari tentang dirimu dari renungan ini?
  3. Apa yang perlu Anda pertobatkan dan terapkan hari ini?

 

Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 28-30