MASALAH TERBESAR KITA ADA DI DALAM HATI
MATIUS 5-7

 

Penting untuk dipahami bahwa apa yang kita lakukan dengan hidup kita, selalu mengikuti apa yang sudah menjadi keinginan hati kita.

 

Ada satu kata dalam Alkitab yang sangat penting untuk memahami siapa manusia dan bagaimana Tuhan menyelamatkan kita, yaitu “hati.” Hampir setiap penulis Alkitab menggunakan kata ini, dan kata hati muncul berkali-kali di dalam Alkitab. Mengapa hati begitu penting? Karena hati menjelaskan mengapa kita melakukan apa yang kita lakukan dan bagaimana perubahan yang sebenarnya terjadi dalam diri seseorang.

 

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering bertanya: 

  1. Mengapa seseorang melakukan apa yang mereka lakukan?
  2. Bagaimana seseorang bisa benar-benar berubah?
  3. Bagaimana kita bisa menolong orang lain mengalami perubahan?

Kalau kita menjawab pertanyaan-pertanyaan ini tanpa membicarakan hati, jawaban kita tidak akan pernah benar-benar menyentuh masalah yang sebenarnya. 

 

Dalam Khotbah di Bukit, Yesus menggunakan perintah tentang perzinahan untuk mengajarkan betapa penting dan sentralnya hati: “Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.” (Mat. 5:27–28). Yesus menunjukkan sesuatu yang sangat penting yakni dosa tidak pertama-tama dimulai dari tindakan yang terlihat. Dosa dimulai dari hati. Mengapa demikian? Karena secara sederhana, Alkitab menggambarkan hati sebagai pusat dari pikiran, emosi, keinginan, dan kehendak kita. Dengan kata lain, hati adalah pusat yang menggerakkan seluruh kehidupan seseorang. Artinya, tubuh kita pada akhirnya akan mengikuti ke mana hati kita terarah. Kebebasan dari dosa perzinahan pada akhirnya bukan hanya diperoleh dengan membuat batas-batas moral pada perilaku kita, tetapi dengan menjaga dan membangun batas-batas moral di dalam hati kita.

 

Apa yang kita lakukan sebenarnya sering kali menunjukkan apa yang sudah ada di dalam hati kita. Perubahan selalu berjalan melalui hati. Dan ketika Allah memakai kita untuk membawa perubahan dalam kehidupan orang lain, kita juga perlu menyentuh dan menangani persoalan-persoalan hati.

 

Jadi, jika masalah utama kita adalah hati, maka tepat untuk mengatakan bahwa masalah terbesar dalam hidup kita adalah diri kita sendiri. Kita tidak dapat melarikan diri dari hati kita sendiri, dan kita juga tidak memiliki kemampuan untuk mengubah hati kita dengan kekuatan kita sendiri. Karena itu, kita membutuhkan pertolongan dan penyelamatan.

 

Injil adalah kisah tentang bagaimana Allah, melalui Anak-Nya, datang untuk menyelamatkan kita dari diri kita sendiri. Keselamatan di dalam Kristus Yesus berbicara tentang bagaimana Allah menghidupkan kembali, merebut kembali, menerangi, mengubahkan, dan memberikan kuasa kepada hati kita. Yesus tidak hanya ingin membuat kita terlihat lebih baik dari luar. Dia ingin mengubah kita dari dalam ke luar. Teruslah datang kepada Yesus. Di dalam Dia, hati kita dapat diperbarui, pikiran kita diterangi, keinginan kita diubahkan, dan hidup kita semakin dibentuk untuk mencerminkan Dia.

 

Refleksi
Bacalah Yehezkiel 36:22-32 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:

 

  1. Apa yang Anda pelajari tentang Tuhan dari renungan ini?
  2. Apa yang Anda pelajari tentang dirimu dari renungan ini?
  3. Apa yang perlu Anda pertobatkan dan terapkan hari ini?


Bacaan Alkitab Setahun: Matius 5-7