TEGUH DALAM TUHAN
YESAYA 31-35

 

Hadirat Allah dan janji-janji-Nya memberi kita kekuatan untuk terus bertahan dalam setiap musim kehidupan.

 

Setiap orang pasti menghadapi masa-masa yang berat. Ada yang bergumul dengan penyakit, kehilangan pekerjaan, kesulitan keuangan, konflik dalam keluarga, penolakan, duka karena kehilangan orang yang dikasih, atau berbagai penderitaan yang membuat hati terasa lelah. Dalam keadaan seperti itu, kita mungkin bertanya, "Bagaimana aku sanggup menghadapi hari esok?"

 

Nabi Yesaya mengarahkan pandangan kita kepada pengharapan yang jauh lebih besar daripada keadaan yang sedang kita alami. Di tengah bangsa yang sedang menantikan pembebasan Allah, ia menyampaikan janji yang penuh penghiburan: "Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga; seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai. Kemuliaan Libanon akan diberikan kepadanya, semarak Karmel dan Saron; mereka itu akan melihat kemuliaan TUHAN, semarak Allah kita. Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah. Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: 'Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!'... dan orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh." (Yes. 35:1-4, 10).

 

Janji ini mengingatkan bahwa penderitaan bukanlah akhir dari cerita umat Allah. Akan tiba saatnya ketika Allah sendiri datang untuk menyelamatkan umat-Nya, memulihkan ciptaan yang telah rusak oleh dosa, dan menghapus setiap air mata. Karena itu, umat-Nya dipanggil untuk tetap kuat, tidak menyerah, dan terus berharap kepada-Nya.

 

Namun, bagaimana kita dapat memiliki pengharapan sebesar itu? Jawabannya ada di dalam Injil. Yesus Kristus adalah penggenapan janji dalam Yesaya. Ketika Ia datang ke dunia, Ia membawa kabar baik kepada orang yang remuk hati, menyembuhkan yang terluka, memberi pengharapan kepada yang putus asa, dan akhirnya mengalahkan dosa serta maut melalui salib dan kebangkitan-Nya. Melalui Kristus, Allah benar-benar datang untuk menyelamatkan umat-Nya.

 

Meski hari ini kita masih hidup di dunia yang penuh penderitaan, kita tidak berjalan sendirian. Kristus yang telah bangkit menyertai kita setiap hari melalui Roh Kudus. Kehadiran-Nya memberi kekuatan untuk menjalani hari ini, sementara janji kedatangan-Nya kembali memberi kepastian akan masa depan yang penuh kemuliaan. Suatu hari nanti, seluruh penderitaan akan berakhir, dan sukacita kekal akan menggantikan setiap air mata. Karena itu, alasan kita bertahan bukanlah karena kita kuat atau mampu menghadapi semuanya sendiri. Kita bertahan karena Allah beserta kita sekarang, dan masa depan kita sudah dijamin oleh Kristus. Pengharapan orang percaya tidak bergantung pada keadaan yang membaik, tetapi pada Allah yang setia kepada janji-Nya.

 

Hari ini, jika hati Anda mulai lelah dan langkah terasa berat, arahkan kembali pandangan kepada Kristus. Dialah yang menyertai setiap perjalanan hidup Anda, memberi kekuatan untuk hari ini, dan menjamin sukacita yang kekal pada hari kedatangan-Nya. Teruslah menjalankan panggilan yang Tuhan percayakan, sekalipun jalan yang ditempuh terasa berat. Di dalam Kristus, tidak ada penderitaan yang sia-sia dan tidak ada air mata yang luput dari perhatian Allah. Karena itu, bangunlah setiap pagi dengan pengharapan: Allah selalu berkarya, Kristus tetap menyertai, dan masa depan yang mulia telah menanti setiap orang yang percaya kepada-Nya.

 

Refleksi
Bacalah Mazmur 30:1–12 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:

 

  1. Apa yang Anda pelajari tentang Tuhan dari renungan ini?
  2. Apa yang Anda pelajari tentang dirimu dari renungan ini?
  3. Apa yang perlu Anda pertobatkan dan terapkan hari ini?

 

Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 31-35