DARAH YANG MEMBEBASKAN UNTUK MELAYANI

Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan … menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup. – Ibrani 9:13-14

 

Kebenaran yang tidak nyaman adalah bahwa secara natur, kita adalah hamba dosa. Kita hidup untuk melayani diri sendiri, bermegah dalam kebodohan kita, dan tidak ada seorang pun mencari Allah (Rm. 3:11). Namun, Injil tidak berhenti pada kebobrokan manusia—Injil selalu membawa pengharapan. “Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus” (Ef. 2:4–5). Dan ketika kita dipersatukan dengan Kristus oleh iman, “di dalam Dia kita memiliki penebusan oleh darah-Nya” (1:7).

 

Penebusan kita dibayar dengan harga yang paling mahal: darah Tuhan Yesus Kristus yang tercurah. John Murray, seorang teolog Skotlandia, pernah mengatakan, “Kristus tidak datang untuk menempatkan manusia dalam posisi yang bisa ditebus, tetapi untuk benar-benar menebus suatu umat bagi diri-Nya sendiri.”

 

Penebusan yang telah direncanakan oleh Allah Bapa, dikerjakan oleh Sang Anak, dan diterapkan oleh Roh Kudus ini mencakup seluruh keajaiban hidup yang diubahkan. Di dalam penebusan yang kekal inilah hati nurani kita dimurnikan “dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia.” Artinya, kita dibersihkan dari tindakan-tindakan dosa kita—termasuk usaha religius yang mengandalkan diri sendiri—yang pada akhirnya hanya membawa kepada kematian.

 

Darah Kristus membebaskan kita dari perhambaan dosa, bukan supaya kita menjadi bebas tanpa arah, tetapi supaya kita dengan sukacita menjadi hamba Kristus. Yesus tidak menebus kita dari segala kefasikan hanya agar kita bisa hidup seenaknya dan menyenangkan diri sendiri. Ia juga tidak menebus kita supaya kita memperlakukan-Nya dengan setengah hati. Tidak. Ia menebus hidup kita supaya kita dapat melayani Allah yang hidup.

 

Sungguh suatu hak istimewa untuk melayani Allah dan melakukan perbuatan-perbuatan baik yang telah Dia siapkan bagi mereka yang ada di dalam Kristus (Ef. 2:10). Sukacita inilah yang harusnya memenuhi jiwa kita saat kita mengagumi kasih penebusan-Nya: bahwa dari kekekalan, Allah Tritunggal masuk ke dalam perjanjian penebusan dan merencanakan untuk mengamankan suatu umat yang secara eksklusif milik-Nya dan yang dipanggil untuk melayani dan menghormati-Nya dalam segala hal yang mereka lakukan.

 

Mungkin hari ini Anda masih terjebak dalam introspeksi yang tidak membangun, terus-menerus menilai diri sendiri tanpa melangkah dalam ketaatan. Ingatlah: Anda telah ditebus dengan harga yang mahal, bukan supaya Anda hidup dalam rasa bersalah, tetapi supaya Anda hidup dalam pelayanan yang disucikan. Pandanglah Kristus dan segala yang telah Ia lakukan bagimu. Ia telah memampukan Anda untuk hidup dalam ketaatan yang sejati. Dan ketaatan itu bukan syarat penebusan, melainkan buah dari penebusan oleh darah-Nya.

 

Refleksi
Bacalah Mazmur 20 dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:

 

1. Kebenaran Injil mana yang mengubahkan hati saya?
2. Hal apa yang perlu saya pertobatkan?
3. Apa yang bisa saya terapkan hari ini?

 

Bacaan Alkitab Setahun: Zakharia 9-12; Lukas 23:26-56