DIPUASKAN OLEH ANUGERAH
YESAYA 54–58

 

Tidak ada satu pun yang kita alami di dunia ini yang lebih memuaskan daripada anugerah Allah.

 

Setiap manusia memiliki rasa lapar dan haus yang lebih dalam daripada sekadar kebutuhan jasmani. Kita mencari kebahagiaan, damai, penerimaan, makna hidup, dan kepuasan hati. Karena itu, kita mengejar banyak hal: keberhasilan, harta, kenyamanan, relasi, pengakuan, atau pengalaman-pengalaman baru. Namun, cepat atau lambat kita menyadari bahwa tidak satu pun dari semua itu mampu benar-benar memuaskan jiwa. Allah menciptakan hati kita dengan kerinduan yang hanya dapat dipenuhi oleh Dia sendiri.

 

Allah memenuhi dunia ini dengan begitu banyak hal yang indah untuk dinikmati. Beragam makanan yang Ia ciptakan menunjukkan kemurahan dan kelimpahan-Nya. Dari sana kita dapat melihat sebuah gambaran yang menolong kita memahami Yesaya 55. Sebagaimana makanan yang baik memuaskan rasa lapar jasmani, demikian pula Allah memakai gambaran sebuah perjamuan untuk mengajarkan bahwa hanya Dia yang sanggup memuaskan rasa lapar dan haus jiwa manusia. Dalam Yesaya 55:1-3 dituliskan: "Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran! Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud."

 

Undangan ini ditujukan kepada setiap orang yang menyadari kelaparan rohaninya. Allah mengetahui bahwa hati manusia selalu mencari sesuatu yang dapat memberi kepuasan sejati. Namun, karena dosa, kita sering mencarinya di tempat yang salah. Kita menghabiskan waktu, tenaga, dan hidup untuk mengejar hal-hal yang tampak menjanjikan, tetapi akhirnya meninggalkan hati yang tetap kosong. 

 

Karena itu Allah bertanya, "Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti...?" Pertanyaan ini mengungkapkan betapa sering kita menukar yang kekal dengan yang sementara, dan yang sanggup memuaskan jiwa dengan hal-hal yang hanya memberi kesenangan sesaat. Lalu Allah berkata, "Datanglah kepada-Ku." Inilah inti dari anugerah. Allah tidak meminta kita terlebih dahulu menjadi layak. Dia tidak menyuruh kita membayar harga keselamatan. Sebaliknya, Dia mengundang orang-orang yang miskin secara rohani, yang haus, dan yang tidak memiliki apa pun untuk dibawa selain kebutuhan mereka akan belas kasihan-Nya. 

 

Undangan dalam Yesaya 55 mencapai penggenapannya di dalam Yesus Kristus. Yesus adalah Roti Hidup yang memuaskan jiwa yang lapar dan Air Hidup yang menghilangkan dahaga rohani untuk selama-lamanya. Di kayu salib, Ia membayar lunas harga yang tidak mungkin kita bayar. Keselamatan diberikan dengan cuma-cuma kepada setiap orang yang datang kepada-Nya dengan iman. Itulah sebabnya Injil adalah kabar yang begitu indah. Kita tidak diselamatkan karena kekayaan rohani, perbuatan baik, atau usaha kita. Kita diselamatkan semata-mata karena kasih karunia Allah.

 

Lalu, bagaimana dengan kita? Di meja perjamuan yang mana kita sedang duduk, berharap hati kita dipuaskan? Apakah kita masih mengejar hal-hal yang pada akhirnya tidak pernah sanggup mengenyangkan kerinduan terdalam kita? Ataukah kita mendengar undangan Tuhan untuk datang kepada-Nya, menikmati perjamuan anugerah-Nya, dan memperoleh hidup? Semua yang Allah tawarkan diberikan dengan cuma-cuma kepada kita, karena Sang Anak telah membayar seluruh harganya.

 

Selama kita masih hidup di dunia ini, kita akan terus tergoda mencari kepuasan di luar Allah. Namun, hanya Kristus yang dapat mengenyangkan hati kita. Keberhasilan akan berlalu, kekayaan dapat hilang, relasi dapat berubah, dan kesehatan dapat memudar. Tetapi siapa yang datang kepada Kristus tidak akan pernah dikecewakan, sebab hanya Dia yang sanggup memberi hidup yang kekal dan sukacita yang tidak akan berakhir.

 

Hari ini, dengarkan kembali undangan Allah yang penuh kasih: "Datanglah kepada-Ku." Berhentilah mencari kepuasan yang sejati di tempat-tempat yang tidak dapat mengenyangkan jiwa. Datanglah kepada Yesus dengan segala kelelahan, kehampaan, dan dahaga rohani Anda. Di dalam Dia, Anda akan menemukan pengampunan, hidup yang baru, dan kepuasan yang tidak pernah dapat diberikan oleh dunia. Sebab anugerah Allah di dalam Kristus adalah harta terbesar dan kepuasan tertinggi yang dapat dimiliki oleh manusia.

 

Refleksi
Bacalah Mazmur 63:1–11 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:

 

  1. Apa yang Anda pelajari tentang Tuhan dari renungan ini?
  2. Apa yang Anda pelajari tentang dirimu dari renungan ini?
  3. Apa yang perlu Anda pertobatkan dan terapkan hari ini?

 

Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 54-58