YESUS TIDAK AKAN MEMBIARKAN KITA
MATIUS 18-19
Setiap hari kita perlu bersyukur karena Tuhan terus menjaga dan memelihara kita dengan kuasa kasih karunia-Nya.
Apa yang membuat hubungan kita dengan Tuhan tetap terjaga? Apakah karena kita cukup kuat secara rohani? Karena kita memiliki pengetahuan Alkitab dan teologi yang baik? Karena kita rajin melakukan saat teduh? Atau karena kita berhasil hidup dengan benar? Banyak dari hal-hal tersebut memang baik dan dapat menjadi alat yang Allah gunakan. Namun, yang membuat hubungan kita dengan Tuhan tetap terjaga adalah kuasa anugerah-Nya yang memelihara kita.
Allah yang mencari kita, memanggil kita, membenarkan kita, mendamaikan kita dengan diri-Nya, dan sekarang terus menguduskan kita, bekerja di dalam dan di luar diri kita untuk menjaga kita tetap berada dalam kawanan domba-Nya untuk selama-lamanya. Kita adalah milik-Nya sekarang dan selamanya hanya karena kuasa dan perlindungan dari anugerah-Nya yang menebus.
Yesus memberikan gambaran yang sangat indah tentang bagaimana Dia memelihara umat-Nya: “Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga. (Karena Anak Manusia datang untuk menyelamatkan yang hilang.) Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang." (Mat. 18:10–14).
Melalui perumpamaan ini, Yesus mengingatkan murid-murid-Nya tentang kasih-Nya kepada anak-anak kecil dan betapa berharganya mereka di mata-Nya. Bayangkan ada seekor domba yang tersesat dari kawanan yang berjumlah seratus ekor. Betapa buruknya jika gembala itu berkata dalam hati, “Sudahlah, tidak masalah. Aku masih punya sembilan puluh sembilan ekor.” Kita tahu apa yang akan dilakukan oleh seorang gembala yang baik. Ia akan meninggalkan domba-domba yang aman dalam kawanan dan pergi mencari domba yang tersesat itu, lalu membawanya kembali.
Yesus mengingatkan murid-murid-Nya bahwa Bapa di surga tidak menghendaki seorang pun dari anak-anak-Nya yang kecil ini binasa. Perumpamaan ini bukan hanya berbicara tentang betapa berharganya anak-anak di mata Tuhan. Ini juga menunjukkan betapa kuatnya kasih Tuhan dalam menjaga umat-Nya. Karena itu, kita juga seharusnya memandang anak-anak dengan cara pandang Yesus. Namun, jelas bahwa gambaran Yesus tentang domba yang hilang ini berbicara lebih dari sekadar tentang bagaimana kita menghargai anak-anak.
Jika Anda adalah salah satu domba dalam kawanan Allah, Anda berada di sana karena anugerah-Nya. Dan Yesus, Sang Gembala Agung, tidak akan membiarkan Anda pergi begitu saja dari-Nya. Yesus bekerja melalui anugerah untuk mencari, menemukan, dan memulihkan domba-domba-Nya yang tersesat. Dan ini adalah kabar yang sangat baik! Yesus bukan hanya mencari domba yang hilang. Dia memberikan hidup-Nya untuk menyelamatkan domba-domba-Nya. Dia menanggung dosa kita supaya kita dapat menjadi milik-Nya untuk selama-lamanya.
Karena itu, apabila hari ini kekuatan kita melemah dan hati kita mulai menyimpang, ketahuilah Dia tetap memelihara kita sampai akhir. Sebab, kita tidak memegang keselamatan kita dengan kekuatan tangan kita sendiri. Yesuslah yang memegang kita.
Refleksi
Bacalah Mazmur 121:1-8 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: Matius 18-19