PENGHARAPAN DALAM TUHAN
Kejadian 12-15

 

Pengharapan dalam hidup ini dan dalam hidup yang akan datang tidak ditemukan dalam usaha kita mencari Allah, tetapi dalam kasih karunia Allah yang terlebih dahulu memilih untuk mengikat perjanjian dengan kita.

 

“Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: ‘Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat’” (Kej. 12:1–3).

 

Bacalah ayat-ayat ini sekali lagi. Mungkin tidak ada bagian dalam Perjanjian Lama yang lebih penting dari ini. Rasul Paulus memahami betapa besar dan menyelamatkannya momen ini ketika ia menuliskan maknanya:

 

“Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham. Dan Kitab Suci, yang sebelumnya mengetahui, bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi oleh karena iman, telah terlebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham: ‘Olehmu segala bangsa akan diberkati.’ Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu… Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah” (Gal. 3:7–9, 29).

 

Perjanjian Allah dengan Abraham jauh lebih besar daripada sekadar kasih karunia yang dicurahkan kepada satu orang dan keluarganya. Di dalam janji Allah kepada Abraham tersimpan berkat yang akan menjangkau seluruh bumi. Dunia yang rusak oleh dosa dan penuh penderitaan ini menemukan pengharapannya dalam berkat kasih karunia yang Allah curahkan kepada Abraham dan keturunannya. Bagaimana kita mengetahuinya? Paulus menjelaskannya dengan jelas ketika ia menghubungkan Abraham dengan Kristus: janji-janji kepada Abraham adalah milik semua orang yang dipersatukan dengan Kristus oleh kasih karunia melalui iman.

 

Hari ini, pengharapan Anda—sebagai ayah atau ibu, suami atau istri, orang muda atau lanjut usia, pria atau wanita, anak atau remaja, pekerja atau pemimpin, sahabat atau sesama—tidak terletak pada posisi, pengaruh, uang, pencapaian, keluarga, atau talenta. Pengharapan Anda juga tidak terletak pada hikmat, kekuatan, atau rekam catatan ketaatan Anda. Pengharapan Anda hanya ada dalam satu hal: oleh kasih karunia yang murni dan berdaulat, Allah memilih untuk menyertakan Anda ke dalam berkat kekal dari perjanjian-Nya. Kita tidak pernah dapat mencapainya, tidak pernah layak menerimanya, dan tidak pernah dapat mengusahakannya—namun Allah memberikannya di dalam Kristus.

 

Tidak peduli seberapa pun luas pengetahuan Alkitab Anda, seberapa lama Anda mengenal Tuhan, seberapa dalam pemahaman teologi Anda, dan seberapa dewasa kehidupan rohani Anda, pengharapan Anda—sekarang dan selamanya—bukanlah karena semua itu, melainkan karena Allah memilih untuk menyertakan Anda dalam janji perjanjian yang Ia berikan kepada Abraham. Rayakanlah kasih karunia yang ajaib ini hari ini, dan dalam setiap hari yang Tuhan berikan.

 

Refleksi
Bacalah 1 Petrus 2:1-10 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:

 

  1. Kebenaran Injil mana yang mengubahkan hati saya?
  2. Hal apa yang perlu saya pertobatkan?
  3. Apa yang bisa saya terapkan hari ini?

 

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 12-15