ALLAH BEGITU PEDULI PADA HAL KECIL
Imamat 14–15

 

Tidak ada satu detail pun dalam hidup kita yang berada di luar perhatian dan pemeliharaan Bapa surgawi kita yang setia.

 

Para politisi yang sedang berkampanye sering berkata bahwa mereka peduli kepada rakyatnya. Namun kepedulian itu biasanya terasa jauh dan tidak pribadi. Mereka tidak mengenal kita secara pribadi, tidak mengasihi kita, dan tidak tahu seperti apa kehidupan kita atau beban apa yang sedang kita pikul. Karena itu, ketika seorang politisi berkata bahwa ia peduli, kita tidak langsung merasa aman dan menyerahkan beban hidup kita kepadanya. Kata-kata itu terdengar sangat umum dan hampir tidak berdampak pada keadaan hati, iman, atau cara kita menjalani hidup.

 

Sekarang bayangkan sesuatu yang sangat berbeda. Bayangkan jika Pribadi yang paling berkuasa di seluruh alam semesta mengarahkan kasih-Nya kepada kita, berkomitmen untuk memakai kuasa-Nya demi kebaikan kita, dan memberikan janji-janji yang nyata tentang tuntunan, perlindungan, dan pemeliharaan. Bukankah kepedulian seperti itu akan mengubah cara kita memandang hidup, diri kita sendiri, harapan, impian, bahkan penderitaan dan beban hidup kita?

 

Inilah tepatnya yang dinyatakan melalui kitab Imamat. Kitab ini bukan sekadar kumpulan hukum yang kering, melainkan kesaksian tentang Allah Yang Mahakuasa—Tuhan atas langit dan bumi—yang mengasihi umat-Nya dan mengikatkan diri-Nya kepada mereka melalui perjanjian kasih karunia. Melalui umat-Nya, Allah juga rindu memberkati bangsa-bangsa lain. Imamat menyingkapkan betapa dalam, terperinci, dan menyeluruhnya kepedulian Allah atas anak-anak-Nya. Peraturan-peraturan yang begitu detail justru memperlihatkan betapa besar kasih-Nya. Melalui hukum-hukum ini, kita melihat bahwa Allah peduli pada setiap aspek kehidupan kita saat hidup di dunia yang telah jatuh ke dalam dosa. Dia yang menciptakan kita adalah Dia yang paling tahu apa yang kita butuhkan.

 

Imamat 15 secara khusus memuat hukum-hukum mengenai lelehan tubuh. Mungkin banyak orang tidak sadar bahwa bagian ini ada dalam Alkitab, atau bertanya-tanya mengapa hal seperti ini dicatat di dalam Firman Tuhan. Bisa jadi kita juga jarang—atau bahkan tidak pernah—mendengar khotbah dari Imamat 15.  Namun, firman ini ada dengan tujuan yang indah. Allah sedang mengingatkan kita bahwa tidak ada pengalaman manusia—sekalipun yang paling pribadi dan memalukan apapun yang berada di luar jangkauan kasih dan perhatian-Nya.

 

Kepedulian Allah begitu mendalam dan penuh pengertian. Ia bahkan memperhatikan fungsi tubuh manusia yang paling intim. Ia tahu apa yang dialami laki-laki dan perempuan, dan Ia menyambut umat-Nya dengan kasih yang lembut dan penuh perhatian. Dari sini kita belajar bahwa kasih Allah bukanlah kasih yang jauh dan abstrak, melainkan kasih yang hadir dan nyata dalam keseharian hidup.

 

Jika Allah begitu peduli pada hal-hal kecil dalam hidup kita, kita dapat yakin bahwa Ia juga peduli pada masalah terbesar kita: dosa. Dan Injil memberitakan kabar baik ini—Allah tidak berhenti pada hukum, tetapi menggenapi kasih-Nya dengan mengutus Kristus, Pribadi yang menaklukkan dosa dan maut. Di dalam Yesus, kita diperdamaikan dengan Allah untuk selama-lamanya.

 

Imamat menuntun kita kepada Injil: Allah yang peduli sampai ke detail terkecil hidup kita adalah Allah yang sama yang menyelamatkan kita sepenuhnya melalui salib Kristus. Karena itu, kita boleh hidup dengan penuh pengharapan, bersandar pada kasih-Nya, dan beristirahat dalam pemeliharaan-Nya yang setia.

 

Refleksi
Bacalah Mazmur 139:1–16  untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:

 

  1. Apa yang Anda pelajari tentang Tuhan dari renungan ini?
  2. Apa yang Anda pelajari tentang dirimu dari renungan ini?
  3. Apa yang perlu Anda pertobatkan dan terapkan hari ini?

 

Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 14-15