BAGAIMANA AYAHNYA, BEGITULAH ANAKNYA

Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya. Matius 7:11

 

Ketika seseorang lahir baru, ia memulai hidup yang baru sebagai anak Allah. Roh Kudus tinggal di dalamnya, dan secara bertahap, hidupnya akan semakin mencerminkan karakter Bapa di surga. Salah satu sifat utama Allah yang terlihat jelas dalam Alkitab adalah kemurahan hati-Nya.

Yakobus menegaskan bahwa setiap pemberian yang baik berasal dari Allah (Yakobus 1:17). Paulus juga berkata bahwa jika Allah tidak ragu memberikan Anak-Nya yang tunggal untuk kita, tentu Dia akan memberikan segala sesuatu yang kita butuhkan (Roma 8:32). Karena Bapa kita murah hati, sudah seharusnya anak-anak-Nya juga memiliki hati yang murah hati, termasuk dalam hal keuangan.

Kemurahan hati yang sejati lahir dari pemahaman akan anugerah Allah. Jika kita memberi tanpa terlebih dahulu memahami kasih dan kebaikan Tuhan, pemberian kita akan kehilangan sukacita. Jika kita memberi karena merasa terpaksa, kita akan melakukannya dengan berat hati. Jika kita memberi karena merasa itu kewajiban, kita hanya sekadar menjalankan tugas. Tetapi jika kita memberi karena bersyukur, kita akan melakukannya dengan sukacita.

Untuk bertumbuh dalam kemurahan hati, kita harus semakin menyadari bahwa segala yang kita miliki adalah anugerah dari Allah—dari hidup kita, iman kita, hingga berkat-berkat yang kita terima setiap hari (1 Korintus 4:7). Jika semuanya berasal dari Tuhan, tidakkah kita seharusnya dengan sukacita memberi kembali untuk pekerjaan-Nya?

Jika kita sulit memberi untuk pelayanan Injil, mungkin itu menunjukkan bahwa kita belum benar-benar memahami kebaikan dan karakter Allah. Cara kita menggunakan uang mencerminkan hubungan kita dengan Tuhan dan komitmen kita kepada Kristus. Bahkan, catatan keuangan kita bisa berbicara banyak tentang iman kita.

Cobalah tanyakan pada diri sendiri: Apa yang pola keuanganku tunjukkan tentang komitmenku kepada Kristus? Bagaimana hidupku akan berubah jika pemberianku adalah ungkapan syukur kepada Allah atas segala yang telah Dia berikan kepadaku?

Allah adalah pemberi yang murah hati, dan Dia mengundang kita untuk menikmati sukacita menjadi seperti Dia.

 

Refleksi

Bacalah Roma 8:31-39  dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut

  • Pola pikir apa yang perlu saya ubah?
  • Apa yang perlu dikalibrasi dalam hati saya?
  • Apa yang bisa saya terapkan hari ini? 

 

Bacaan Alkitab Satu Tahun : Yesaya 43-44 : Markus 11: 1-19

Truth For Life – Alistair Beg