TUHAN MENYATAKAN DIRI-NYA PADA KITA
AYUB 38–39
Tuhan dengan rela dan penuh kasih menyatakan diri-Nya kepada kita, dan itu adalah anugerah yang luar biasa.
Sejak kecil, banyak dari kita mungkin pernah bertanya-tanya tentang Tuhan. Seperti apa Tuhan itu? Di mana Dia berada? Mengapa kita tidak bisa melihat-Nya? Bagaimana kita tahu bahwa Dia benar-benar mendengar doa kita? Bersyukur bahwa Ia tidak membiarkan kita hidup tanpa mengenal-Nya. Tuhan dengan sengaja menyatakan diri-Nya kepada kita. Melalui firman-Nya, Tuhan memperkenalkan siapa diri-Nya kepada manusia.
Alkitab adalah bukti kasih Tuhan yang besar kepada kita. Di dalamnya, Tuhan menunjukkan karakter-Nya, kuasa-Nya, kekudusan-Nya, kasih-Nya, dan rencana-Nya bagi dunia ini. Tuhan ingin dikenal oleh umat-Nya. Ia bukan Allah yang bersembunyi atau menjauh dari manusia. Justru sebaliknya, Tuhan datang mendekat dan membuka jalan supaya kita dapat mengenal serta mengasihi-Nya.
Allah menyatakan diri-Nya melalui ciptaan. Dia menjelaskan diri-Nya melalui firman-Nya. Bahkan melalui pekerjaan Roh Kudus, Dia membuka mata rohani kita supaya kita dapat “melihat”, memahami, mengenal, dan mengasihi-Nya. Betapa besar kasih Tuhan, sebab Ia mau menyatakan diri kepada manusia yang sering kali lebih mudah mencintai ciptaan daripada Sang Pencipta.
Dalam Ayub 38–39, kita menemukan salah satu penjelasan Alkitab yang paling luas tentang kemuliaan, kuasa, dan kedaulatan Allah. Dengan berbagai gambaran indah tentang alam semesta dan ciptaan-Nya, Tuhan membuka tirai sehingga Ayub dapat melihat kebesaran siapa Dia dan apa yang Dia kerjakan. Ada bagian yang terasa tidak nyaman bagi Ayub, karena melalui penyataan diri-Nya itu, Tuhan menunjukkan betapa terbatasnya Ayub dibandingkan dengan kebesaran-Nya. Ayub diingatkan bahwa mengingat siapa Allah dan siapa dirinya, dia tidak memiliki alasan untuk mempertanyakan atau memperdebatkan kemuliaan Tuhan.
Demikian juga dengan kita. Penyataan Allah tentang diri-Nya membawa penghiburan sekaligus teguran. Penyataan Tuhan menghibur karena mengingatkan bahwa Tuhan yang berkuasa itu juga adalah Penolong dan Juruselamat kita. Namun di sisi lain, penyataan-Nya juga menegur hati kita, karena mengingatkan bahwa pusat dari segala sesuatu bukanlah diri kita, melainkan Tuhan sendiri.
Dalam terang Injil, kita melihat penyataan Allah yang paling sempurna di dalam Yesus Kristus. Allah tidak hanya berbicara melalui ciptaan dan firman-Nya, tetapi juga datang kepada kita dalam Pribadi Anak-Nya. Melalui kehidupan, kematian, dan kebangkitan Kristus, kita mengenal siapa Allah sebenarnya: kudus, adil, penuh kasih, dan berlimpah akan anugerah bagi orang berdosa. Karena Kristus, kita tidak lagi berjalan dalam kegelapan rohani, melainkan dapat mengenal Allah sebagai Bapa yang mengasihi kita.
Hari ini, bersukacitalah karena Tuhan telah berkenan memperkenalkan diri-Nya kepada Anda. Anugerah dalam hidup Anda dimulai ketika Allah mengambil inisiatif untuk menyatakan diri-Nya kepada Anda. Renungkanlah bahwa anugerah terbesar dari Tuhan bukan hanya tangan-Nya yang menolong Anda, tetapi juga hati-Nya yang memperkenankan Anda mengenal-Nya. Dan karena Anda mengenal-Nya melalui Kristus, hidup Anda pun terus diubahkan hari demi hari.
Refleksi
Bacalah Mazmur 19:1–11 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: Ayub 38-39