KETIKA AKHIR TERNYATA MENJADI AWAL YANG BARU
AYUB 40-42
Kisah anugerah Tuhan adalah kisah tentang awal yang baru. Bahkan, apa yang kelihatannya seperti akhir dari sebuah cerita, sebenarnya adalah awal yang baru yang tidak akan pernah berakhir.
Ketika kita melihat seluruh kisah penebusan Allah dalam Alkitab, kita akan menemukan bahwa kisah itu penuh dengan permulaan-permulaan baru. Dosa Adam dan Hawa tampak seperti akhir dari kisah umat manusia yang baru dimulai, tetapi Allah menjanjikan bahwa akan ada pemulihan yang datang. Air bah pada zaman Nuh terlihat seperti akhir dari bumi, tetapi Allah mengikat perjanjian dengan Nuh dan melanjutkan rencana-Nya. Perbudakan bangsa Israel di Mesir tampak seperti akhir dari umat Allah, tetapi Allah menunjukkan kuasa-Nya untuk membebaskan mereka dan membawa mereka ke tanah perjanjian.
Dosa Daud berupa perzinaan dan pembunuhan seolah-olah menjadi akhir dari garis keturunannya, yang darinya Mesias akan datang. Namun Allah mengampuni dan memulihkan Daud. Kehancuran Yerusalem dan Bait Allah, serta pembuangan Yehuda, tampak seperti akhir dari umat Allah sekali lagi. Tetapi Allah membawa pulang sisa umat-Nya, memulihkan mereka, dan membangun kembali Bait Allah.
Penyaliban Yesus terlihat seperti akhir dari segala pengharapan. Namun kemudian datanglah kebangkitan, kenaikan Kristus ke surga, dan pertumbuhan gereja-Nya. Suatu hari dunia yang telah jatuh ke dalam dosa ini akan berlalu, tetapi itu bukanlah akhirnya. Langit dan bumi yang baru akan datang, dan damai sejahtera serta kebenaran akan memerintah untuk selama-lamanya.
Inilah yang selalu dilakukan oleh anugerah Allah yang berdaulat. Anugerah-Nya tidak dapat dihentikan dan tidak akan pernah dikalahkan. Anugerah Allah pasti menang. Karena itu, bijaksanalah jika kita membangun hidup, pengharapan, dan masa depan kita di atas dasar yang kokoh, yaitu anugerah Allah yang ajaib.
Hal yang sama kita lihat dalam kisah Ayub. Ia kehilangan begitu banyak hal, termasuk kesehatannya sendiri. Jelas bahwa baik Ayub maupun sahabat-sahabatnya tidak sepenuhnya memahami apa yang sedang terjadi. Ketika membaca kisah penderitaannya, kita menyadari bahwa Ayub tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri atau memulihkan semua yang telah hilang. Namun ada satu kebenaran penting yang harus diingat: Masa depan Ayub tidak berada di tangannya sendiri. Masa depannya berada di tangan Tuhan. Dan Tuhan yang dipegang Ayub adalah Tuhan yang penuh hikmat, kuasa, kasih, dan anugerah.
Mengapa Ayub masih memiliki masa depan? Karena Allah ada dan Allah sungguh baik. Mengapa masih ada harapan bagi seorang yang begitu menderita? Karena anugerah Allah adalah anugerah yang memulihkan. Karena itu, kisah Ayub tidak berakhir dengan penderitaan. Kisahnya berakhir dengan pemulihan dari Tuhan yang melampaui apa yang pernah hilang darinya. "Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu." (Ayb. 42:10). Betapa limpah dan murah hati anugerah Allah. Ayub bahkan melihat empat generasi keturunannya bertumbuh dan berkembang. Apa yang tampak sebagai akhir bagi Ayub ternyata bukanlah akhir. Allah masih memiliki rencana baginya.
Mungkin saat ini ada bagian dalam hidup Anda yang terasa seperti sebuah akhir. Doa yang belum terjawab, pergumulan yang tidak kunjung selesai, kehilangan yang menyakitkan, atau masa depan yang tidak jelas. Namun kisah Ayub mengingatkan kita bahwa ketika kita tidak memahami apa yang sedang Tuhan kerjakan, Tuhan tetap memegang kendali atas hidup kita. Harapan kita tidak terletak pada kemampuan kita untuk mengubah keadaan, tetapi pada Allah yang tidak pernah berubah. Melalui salib Kristus, kita melihat bahwa Allah sanggup mengubah apa yang tampak sebagai kekalahan menjadi kemenangan, apa yang tampak sebagai akhir menjadi awal yang baru.
Di dalam Kristus, cerita hidup Anda ada dalam cerita penebusan-Nya, anugerah Allah masih bekerja, pengharapan masih ada, dan tangan Tuhan terus menopang Anda. Maka datanglah kepada-Nya dengan iman, beristirahatlah dalam kasih karunia-Nya Anugerah Allah menjamin masa depan umat-Nya. Rencana-Nya tetap berjalan, dan anugerah-Nya tidak pernah gagal.
Refleksi
Bacalah Wahyu 22:6-21 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: Ayub 40-42