ALLAH TIDAK TERLALU JAUH
MAZMUR 1–8
Allah tidak pernah terlalu sibuk, terlalu terganggu, atau terlalu jauh untuk mendengar seruan kita.
Semua orang “bernyanyi” dalam hidupnya. Tidak selalu dengan suara, tetapi lewat apa yang memenuhi hati dan pikiran kita. Ada lagu sukacita, lagu kesedihan, lagu pengharapan, lagu kemarahan, bahkan lagu ratapan. Apa yang keluar dari hati kita biasanya menunjukkan apa yang paling memenuhi hidup kita. Apa yang menguasai hati kita biasanya akan keluar melalui nyanyian kita.
Karena itu, tidak heran jika Alkitab banyak berbicara tentang nyanyian. Bahkan di tengah Alkitab, Tuhan memberikan kitab Mazmur, kumpulan doa, pujian, dan ratapan umat-Nya. Mazmur memuat berbagai macam lagu, mulai dari nyanyian kemenangan yang memuliakan kuasa Tuhan yang besar hingga ratapan yang mengungkapkan kesedihan hidup di dunia yang telah jatuh ke dalam dosa.
Hal yang begitu menghibur dari kitab Mazmur adalah ini: Tuhan mendengar setiap seruan umat-Nya. Tuhan yang mendengar doa kita adalah Raja di atas segala raja, Penguasa atas seluruh dunia. Ia memerintah dengan kuasa, hikmat, dan kasih yang sempurna. Namun meskipun Ia begitu besar dan mulia, Ia tetap mendengarkan setiap doa dan tangisan anak-anak-Nya. Tuhan mendengar kita, bukan karena kita layak, tetapi karena Ia penuh kasih dan kemurahan. Kita tidak perlu menjadi sempurna terlebih dahulu supaya Tuhan mau mendengar doa kita. Kita dapat datang kepada-Nya apa adanya, sebab belas kasihan-Nya tidak terbatas.
Pemazmur juga mengalami pergumulan dan kesedihan yang dalam, tetapi ia menemukan pengharapan karena ia tahu Tuhan mendengarnya: “Mataku mengidap karena sakit hati, rabun karena semua lawanku. Menjauhlah dari padaku, kamu sekalian yang melakukan kejahatan, sebab TUHAN telah mendengar tangisku; TUHAN telah mendengar permohonanku, TUHAN menerima doaku. Semua musuhku mendapat malu dan sangat terkejut; mereka mundur dan mendapat malu dalam sekejap mata. (Mzm. 6:7–10)
Mengapa kita masih dapat memiliki pengharapan di tengah dukacita? Karena ada Pribadi yang mendengar. Tuhan mendengar tangisanmu, bahkan ketika tidak ada kata-kata yang sanggup keluar dari mulutmu. Tuhan mendengar setiap permohonan pertolongan yang Anda naikkan. Dia tidak pernah menutup telinga-Nya terhadap doa umat-Nya.
Di dalam Injil kita melihat bukti terbesar bahwa Tuhan mendengar dan mengasihi kita. Ketika kita terhilang dalam dosa dan tidak mampu menyelamatkan diri sendiri, Allah mengutus Anak-Nya, Yesus Kristus, untuk menanggung hukuman dosa kita di kayu salib. Melalui kematian dan kebangkitan Kristus, kita memperoleh jalan untuk datang kepada Allah sebagai Bapa yang penuh kasih. Karena Kristus telah membuka jalan bagi kita, kita tidak perlu menghadapi penderitaan seorang diri. Kita dapat datang dengan berani kepada takhta anugerah-Nya, membawa segala air mata, ketakutan, dan pergumulan kita kepada-Nya.
Hari ini, Anda tidak perlu menderita dalam diam. Datanglah pada Tuhan sebab Dia tidak menutup hati-Nya terhadap tangisanmu dan tidak menutup telinga-Nya terhadap doamu. Dia mendengar dan akan menjawab menurut kehendak-Nya yang terbaik.
Refleksi
Bacalah Mazmur 150:1–6 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 1-8