MATA ROHANI
Ulangan 28-29
Mata jasmani Anda bisa saja terbuka lebar, tetapi mata hati kita bisa saja tetap buta.
Ada “sepasang mata” yang jauh lebih penting daripada mata jasmani Anda yaitu mata hati. Penglihatan yang paling penting bagi manusia berasal dari hati. Karena itu, kebutaan rohani adalah tragedi yang jauh lebih menghancurkan daripada kebutaan fisik. Seseorang yang buta secara fisik masih bisa menjalani kehidupan yang relatif normal dan menemukan berbagai cara untuk melakukan banyak hal. Namun seseorang tidak dapat hidup dengan baik jika ia buta secara rohani.
Perhatikan perkataan Musa di dalam Ulangan 29:2-4: “Musa memanggil seluruh orang Israel berkumpul, lalu berkata kepada mereka: ‘Sudah kamu lihat segala yang dilakukan TUHAN di tanah Mesir di depan matamu terhadap Firaun dan terhadap semua pegawainya dan terhadap seluruh negerinya: cobaan-cobaan yang besar yang telah dilihat oleh matamu sendiri, tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat yang besar itu. Tetapi sampai sekarang ini TUHAN tidak memberi kamu akal budi untuk mengerti atau mata untuk melihat atau telinga untuk mendengar.’”
Musa membuat pembedaan yang penting untuk dipahami. Ia mengatakan bahwa bangsa Israel telah melihat dengan mata mereka sendiri segala perbuatan besar yang Allah lakukan: tulah di Mesir, tanda-tanda, dan mukjizat-mukjizat yang luar biasa. Namun mereka tetap tidak benar-benar melihatnya dengan mata hati mereka. Artinya, seseorang dapat melihat secara fisik, tetapi tetap buta secara rohani pada saat yang sama.
Umat telah Allah menyaksikan perbuatan-perbuatan dahsyat yang Allah lakukan bagi mereka, tetapi mereka tidak memahami makna rohani di balik peristiwa-peristiwa tersebut. Mereka melihat kemuliaan secara lahiriah, tetapi tidak menangkap kemuliaan rohani yang tersembunyi di dalamnya. Musa menjelaskan mengapa mereka buta terhadap kemuliaan rohani di balik kemuliaan jasmani itu, yakni karena tanpa anugerah Allah, mata hati manusia tetap tertutup.
Saat Anda lahir, mata jasmani Anda terbuka, dan seiring waktu penglihatan Anda menjadi jelas. Tetapi diperlukan tindakan anugerah ilahi untuk membuka mata hati Anda supaya kita dapat memahami rahasia rohani yang indah dan dalam. Tanpa anugerah Allah, Anda dapat memandang keindahan ciptaan tetapi tidak melihat kemuliaan Sang Pencipta. Tanpa anugerah Allah, Anda dapat membaca kata-kata di halaman Alkitab secara fisik, tetapi tidak memahami realitas rohani yang dinyatakan di dalamnya.
Sebaliknya, jika mata kita terbuka untuk melihat kemuliaan Allah dalam ciptaan dan memahami misteri rohani dalam firman-Nya, maka itu berarti Allah telah hadir bagi kita dengan anugerah-Nya. Allah telah melakukan bagi kita apa yang tidak pernah bisa kita lakukan sendiri. Ia membuka mata hati kita sehingga kita dapat melihat Dia dalam seluruh kemuliaan-Nya, memahami karya penebusan-Nya, dan menyerahkan hidup kita kepada-Nya.
Inilah karya Injil: Kristus membuka mata hati yang buta. Dan ketika itu terjadi, kita akhirnya melihat: melihat dosa kita, melihat kasih karunia-Nya, dan melihat kemuliaan Kristus sebagai Juruselamat. Betapa indahnya ketika Allah sendiri menjadi “Dokter Mata rohani” bagi jiwa kita, membuka mata hati kita untuk melihat kemuliaan-Nya selama-lamanya.
Refleksi
Bacalah Markus 8:22–26 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 28-29