Daniel di Gua Singa

Session 3 (Unit 16)

SUMMARY 11 JANUARI 2026
UNIT 16 SESI 3
JUDUL                        : DANIEL DI GUA SINGA
PEMBICARA             : KAK RAINHART & KAK ERICH 

Pasal kelima Daniel berakhir dengan kematian Raja Belsyazar ketika Persia mengambil alih Babel dan Darius naik takhta. Babel sedang mengalami kemunduran—Babel bukan lagi kerajaan yang kuat dan makmur seperti dulu. Pada saat ini Daniel sudah tua, mungkin berusia awal 80-an. Dia melayani raja baru sebagai salah satu dari tiga wakil raja di kerajaan.

Daniel sangat baik dalam melakukan pekerjaannya—sangat bagus malah, sehingga Raja Darius berencana untuk menempatkannya sebagai penanggung jawab seluruh kerajaan. Wakil raja dan gubernur lainnya iri kepada Daniel. Mereka mengawasi dia kalau-kalau dia melakukan sesuatu yang salah agar mereka bisa melapor  kepada raja. Tapi Daniel ”dapat dipercaya, dan tidak ada kelalaian atau kesalahan yang ditemukan dalam dirinya”. (Dan 6:4).

Melalui bujukan jahat dari para pejabat yang iri, Raja Darius mengeluarkan peraturan  bahwa tidak ada yang boleh berdoa kepada siapa pun kecuali kepada raja, selama 30 hari. Tapi Daniel tetap berdoa dengan berani kepada Allah. Bahkan ancaman kematian tidak menghentikan Daniel untuk berdoa. Para pejabat yang iri itu menangkap dia, dan Daniel dilemparkan ke dalam gua singa.

Saat Anda mengajar anak-anak, tekankan bahwa Daniel setia kepada Allah —Raja yang benar— dan Allah menyelamatkannya. Perlindungan Allah atas Daniel bertujuan untuk menunjukkan kepada semua orang bahwa Allah Daniel “adalah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir” (Dan. 6:27).

Allah juga memanggil kita untuk percaya dan menaati-Nya apa pun yang terjadi. Allah mengutus Anak-Nya, Yesus, untuk menyelamatkan kita dari sesuatu yang jauh lebih berbahaya daripada singa. Yesus menyelamatkan kita dari dosa dan kematian. 

Berdoalah agar melalui iman Anda, dan iman anak-anak yang Anda pimpin, “Nama Allah dipuji dari selama-lamanya sampai selama-lamanya” (Dan. 2:20). Allah menunjukkan kuasa-Nya untuk menyelamatkan Daniel dari singa, tetapi Daniel hanyalah bagian kecil dari cerita yang jauh lebih besar.  Allah akan menyelamatkan kita dari masalah yang jauh lebih besar, yaitu dosa dan kematian, melalui Anak-Nya, Yesus.

POIN DISKUSI  BAGI KELUARGA:

  1. Menurut kamu, apakah ada kemungkinan Daniel merasa takut kalau dia akan ditangkap, dimasukkan ke gua singa lalu di makan singa-singa ? (Bimbing anak-anak untuk membayangkan bagaimana perasaan Daniel. Daniel adalah manusia seperti kita, dan wajar jika dia merasa takut; Perutnya mungkin sakit, lututnya mungkin gemetar. Itu wajar! Merasa takut tidak berarti kamu lemah atau kamu tidak percaya pada Tuhan. Walau Daniel takut, dia memilih untuk tetap percaya dan tidak mengubah kebiasaannya berdoa kepada Tuhan, bahkan ketika dia tahu dia akan dihukum. Tuhan memberi kekuatan kepada Daniel!)

2. Kapan kamu pernah merasa takut (gelap, sendirian, kesulitan di sekolah)? Apa yang kamu lakukan? (Bimbing anak Anda mengerti bahwa waktu kamu takut, kamu bisa berdoa dalam hatimu, 'Yesus, tolong aku!' Karena Yesus adalah Gembala yang Baik yang sangat mengasihi kita (Yohanes 10:11). Dia berjanji, "Aku akan menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman."(Matius 28:20). Artinya, ketika kita takut, Yesus ada di sana bersama kita!)

  1. Tunjukkan kepada anak Anda bahwa keselamatan Daniel dari mulut singa adalah gambaran kecil dari keselamatan yang lebih besar yang Yesus tawarkan kepada kita. (Daniel diselamatkan dari Bahaya Kecil, yaitu Singa Lapar di gua. Kita diselamatkan dari Bahaya Terbesar: Yesus menyelamatkan kita dari Dosa dan Kematian melalui kematian dan Kebangkitan-Nya. Karena Dosa kita seperti daftar utang yang sangat panjang kepada Allah. Kita tidak bisa membayarnya. Tapi Yesus membayarnya lunas bagi kita! Kita tak lagi terpisah dari Allah, bahkan Yesus menjadikan kita anak-anak-Nya; kita bisa berbicara dengan-Nya kapan saja, dan Dia mendengar kita. Kita juga mendapat jaminan bahwa setelah tubuh ini mati, roh kita akan hidup selamanya bersama-Nya di surga.)
  2. Pertanyaan Gambar Besar (Doktrin) yang kita pelajari adalah tentang doa.  

Ajak anak Anda menghafal dan memahami Pertanyaan Gambar Besar :

  • Mengapa kita berdoa?” (“Why do we pray?”)
  • Jawaban : Kita berdoa karena kita percaya kepada Allah, dan kita tahu bahwa Dia mendengar doa kita.  (We pray because we trust God, and we know He hears us).
  1. Ayat hafalan kita juga tentang doa. Alkitab memberi tahu bahwa kita bisa berdoa setiap waktu! Doa adalah berbicara kepada Allah. Kita dapat berbicara dengan-Nya di manapun kita berada dan apapun yang sedang kita lakukan. Allah suka ketika kita datang kepada-Nya dalam doa. Bantu anak Anda menghafal ayat hafalan di bawah ini.     

AYAT HAFALAN: 

1 Tesalonika 5:16-18 (TB) Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

1 Thessalonians 5:16-18 (NIV) Rejoice always, pray continually, give thanks in all circumstances; for this is God’s will for you in Christ Jesus.