Mimpi Nebukadnezar

Session 3 (Unit 16)

SUMMARY 28 DESEMBER 2025
UNIT 16 SESI 2
JUDUL                        : MIMPI NEBUKADNEZAR
PEMBICARA             : KAK MAVERICK & KAK BELVINA 

Raja Babel Nebukadnezar telah menyaksikan kuasa dari satu-satunya Allah yang benar ketika Sadrakh, Mesakh, dan Abednego dibebaskan—tanpa cedera—dari perapian (Lihat Daniel 3). Daniel 4 mencatat surat raja untuk semua bangsa, ditulis menggunakan sudut pandang orang pertama, berisi cerita mimpi yang dialaminya dan artinya dan bagaimana hal itu mengubahkan hidupnya.

Nebukadnezar sombong dan merasa diri hebat. Suatu malam Allah memberinya mimpi tentang pohon yang kuat dan besar yang ditebang. Hanya tunggul dan akar yang tersisa. Allah berhasil menarik perhatian Nebukadnezar. Orang-orang bijaknya tidak dapat menjelaskan apa arti mimpi itu, tetapi Daniel— yang datang ke Babel bersama Sadrakh, Mesakh, dan Abednego—mampu menafsirkan mimpi itu. Seperti pohon, kerajaan Nebukadnezar akan diambil. Tapi mimpi itu memberikan unsur harapan kepada raja: Kerajaannya akan dipulihkan ketika dia mengakui Allah sebagai penguasa atas segalanya.

Setahun kemudian, mimpi itu menjadi kenyataan bagi Nebukadnezar. Dia sedang berjalan di atap istananya dan membuat pernyataan sombong ketika Allah tiba-tiba berbicara kepadanya. Kesombongan Nebukadnezar mengakibatkan dia dipermalukan. Dia diusir dari antara manusia, dia makan rumput seperti sapi, rambutnya tumbuh panjang, dan kukunya seperti cakar burung. Tetapi, setelah 7 tahun berlalu, Allah memulihkan pikirannya dan mengizinkan dia untuk memerintah sebagai raja Babel lagi. Ia menengadah ke langit dan memuji Allah. Dia mengakui Allah sebagai “Raja Sorga” (Daniel 4:37).

Saat Anda mengajar, tekankan bahwa kesombongan adalah mencuri kemuliaan Allah. Tunjukkan bagaimana Allah merendahkan Raja Nebukadnezar untuk menunjukkan bahwa Allah yang memegang kendali. Nebukadnezar mempelajari pelajaran yang harus kita ingat setiap hari: Allah adalah Allah, dan kita bukan. Hanya Dia yang layak mendapatkan kehormatan dan kemuliaan.

Daripada dengan sombong mencari ketenaran dan kemuliaan diri sendiri, seharusnya kita mencari ketenaran dan kemuliaan Allah. Nebukadnezar adalah orang berdosa yang meninggikan dirinya sendiri, dan Allah merendahkannya. Arahkan anak-anak kepada Yesus, Anak Allah yang tak berdosa dan mulia, tapi merendahkan diriNya, dan Allah meninggikan-Nya. Kita dapat mempercayai Yesus sebagai Raja dan hidup untuk kemuliaan-Nya.

Kesombongan adalah mencuri kemuliaan Allah. Allah merendahkan Raja Nebukadnezar sehingga dia dapat melihat bahwa hanya Allah yang layak mendapatkan kemuliaan. Yesus adalah Raja segala raja yang merendahkan diri-Nya dengan datang ke dunia dan mati di kayu salib. Yesus menyelamatkan orang berdosa agar kita dapat hidup untuk kemuliaan Allah.

POIN DISKUSI  BAGI KELUARGA :

  1. Pernahkah kamu berusaha keras melakukan sesuatu, dan ingin dipuji karena usahamu itu? (Ingatkan anak-anak bahwa saat kita berhasil melakukan sesuatu dengan sangat baik dan orang-orang memuji kita, jangan menjadi sombong. Karena tanpa Tuhan kita bukan apa-apa! Kita bisa memberitahu orang-orang bahwa Tuhan-lah yang memberi kita keberhasilan itu untuk memuliakan Dia. Kita memberitahu mereka bahwa kita selalu membawa segala hal kepada Tuhan dalam doa dan Tuhan selalu suka menolong kita.)

2. Apakah tepat bila kita menganggap diri kita jauh lebih baik dan hebat dari saudara atau teman? (Ajak anak Anda memahami bahwa Alkitab menunjukkan bahwa kita adalah orang berdosa dan membutuhkan Allah untuk menyelamatkan kita! Kita sangat bergantung pada kasih karunia Allah. Jadi adalah bodoh kalau dengan sombong kita berpikir bahwa kita orang yang baik dan hebat!)

  1. Apa beda Nebukadnezar dengan Yesus? (Nebukadnezar tidak menghormati Allah. Dia pikir bahwa dialah orang yang paling berkuasa dan pantas dimuliakan. Padahal kuasa dan kejayaan yang dimiliki Nebukadnezar, semuanya berasal dari Allah dan Allah bisa mengambilnya.  Sebaliknya, Yesus adalah Raja segala raja! Tapi Dia rela merendahkan diri-Nya dengan datang ke dunia dan mati di kayu salib. Yesus menyelamatkan kita yang berdosa agar kita dapat hidup memuliakan Allah.)
  2. Pertanyaan Gambar Besar (Doktrin) yang kita pelajari adalah tentang doa. Kesombongan bisa menyebabkan kita ragu bahwa Allah mendengar doa-doa kita. Kita bahkan mungkin berpikir bahwa Allah tidak dapat membantu kita atau bahwa kita dapat menjalani hidup tanpa-Nya. Tapi itu tidak benar. Kita membutuhkan Allah.  

Ajak anak Anda menghafal dan memahami Pertanyaan Gambar Besar :

  • Mengapa kita berdoa?” (“Why do we pray?”)
  • Jawaban : Kita berdoa karena kita percaya kepada Allah, dan kita tahu bahwa Dia mendengar doa kita.  (We pray because we trust God, and we know He hears us).
  1. Ayat hafalan kita juga tentang doa. Allah suka ketika kita berdoa kepada-Nya dan selalu menjawab doa kita, meski tidak selalu seperti yang kita harapkan. Tapi kita bisa bersukacita dan bersyukur karena Dia akan memuliakan diri-Nya dan melakukan yang terbaik untuk kita. Bantu anak Anda menghafal ayat hafalan di bawah ini.     

AYAT HAFALAN:

1 Tesalonika 5:16-18 (TB) Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

I Thessalonians 5:16-18 (NIV) Rejoice always, pray continually, give thanks in all circumstances; for this is God’s will for you in Christ Jesus.