Unit 8, Sesi 3: Merebut Tanah Kanaan
Minggu lalu anak-anak belajar bahwa Allah berperang bagi umat-Nya di pertempuran Yerikho. Ketika Musa menjadi pemimpin Israel, Allah memberikan instruksi tentang memasuki tanah perjanjian. Salah satu dari instruksi tersebut adalah menyingkirkan bangsa-bangsa yang tinggal di tanah Kanaan (lih. Ulangan 7). Bangsa-bangsa itu jahat dan Allah akan menghakimi mereka karena dosa mereka (Imamat 18).
Dalam peperangan pertama, orang Israel mengelilingi Yerikho dan Tuhan memberikan kota itu kepada mereka. Saat orang Israel bergerak untuk merebut bagian selanjutnya dari tanah itu, Allah menjanjikan penyertaan-Nya kepada Yosua dan mengingatkan orang Israel apa yang Dia minta: Kalau kalian mau sukses di tanah ini, kalian harus menaati-Ku (lih. Yosua 1:7). Orang Israel belajar dari pengalaman bahwa ketidaktaatan kepada Allah akan berdampak pada kekalahan, seperti dosa Akhan membuat mereka kalah dalam peperangan melawan Ai (Yosua 7).
Selama peperangan yang dihadapi orang Israel di Kanaan, Yosua (yang namanya berarti “Tuhan menyelamatkan”) tidak memegang kendali, Tuhan yang memegang kendali. Allah menetapkan siapa yang akan Israel hadapi dan bagaimana Israel akan menang. Yosua 10-11 menjelaskan Israel mengalahkan lima raja yang menyerang Gibeon, sekutu Israel. Dengan ajaib, Allah mengirim hujan batu dan menghentikan matahari. Dia memberi Israel kemenangan. Allah menyertai Israel saat mereka menaklukkan bagian selanjutnya dari tanah Kanaan. Lalu Dia memberikan tahun-tahun yang penuh kedamaian dan ketenangan pada umat-Nya.
Nama Yosua berarti “Tuhan adalah keselamatan. Allah berperang bagi Yosua dan orang Israel, menyelamatkan mereka dan memberi mereka kemenangan atas musuh. Orang berdosa bisa memandang kepada Allah untuk mendapatkan kemenangan atas dosa dan maut. Allah memberikan kita keselamatan dengan mengutus Anak-Nya, Yesus, untuk mati di kayu salib dan bangkit lagi.
POIN DISKUSI BAGI KELUARGA :
KITA BISA MEMULIAKAN ALLAH DENGAN MENGASIHI DAN MENAATI DIA.
AYAT HAFALAN
Tuhan sendiri akan berjalan di depanmu dan menyertaimu.
Tuhan sendiri akan berjalan di depanmu dan menyertaimu. Dia akan selalu menolongmu dan tidak akan meninggalkan kamu. Karena itu janganlah takut atau berkecil hati.
MINGGU DEPAN
“Ketidaksetiaan Israel” (Hakim-Hakim 1-3)