SUMMARY 28 DESEMBER 2025
UNIT 16 SESI 1
JUDUL : PERAPIAN YANG MENYALA
PEMBICARA : KAK RISKA & KAK LYDIA
Pada tahun 587 SM, orang Babel mengepung Yerusalem, dan umat Allah dibawa ke ke Babel di mana mereka melayani raja Babel selama 70 tahun. (Lihat Yeremia 25:11.) Di antara orang-orang buangan awal adalah seorang pemuda, Daniel, dan tiga temannya. Sekitar 20 tahun setelah tiba di Babel, ketiga sahabat itu menghadapi ujian iman. Peraturan Raja Nebukadnezar mengharuskan mereka membuat pilihan: menyembah patung (melawan hukum Allah) atau dibakar di perapian yang menyala. (Daniel 3:6)

Ketiga orang Yehuda — Sadrakh, Mesakh, dan Abednego— menolak untuk sujud dan menyembah patung itu. Mereka mengasihi dan menyembah satu-satunya Allah yang benar. Hanya Dia yang layak disembah. Kitab Daniel mengatakan bahwa orang Kasdim (sekelompok astrolog dan penafsir mimpi (Daniel 2:2,4) mengambil kesempatan ini untuk melaporkan Sadrakh, Mesakh, dan Abednego kepada raja. Tetapi bahkan ancaman kematian pun tidak dapat membuat ketiga sahabat itu untuk tidak setia kepada Allah.
Saat Anda mengajar, pimpin anak-anak untuk merenung: Allah dapat menjaga agar ketiga orang itu tidak dilemparkan ke dalam perapian. Atau bila Allah membiarkan mereka dilemparkan ke dalam perapian, Allah pasti menjaga mereka dari bahaya. Atau jika mereka binasa, Allah akan membawa mereka ke surga. Kepercayaan ketiga orang ini kepada Allah memungkinkan mereka untuk berdiri teguh apa pun yang terjadi—bahkan ketika mereka diikat dan dilemparkan ke dalam api. Sesuatu yang ajaib terjadi. Nebukadnezar melihat empat orang di dalam api! Mereka berjalan dengan bebas, tidak terluka! Tuhan tidak hanya menyelamatkan Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, Dia ada bersama mereka.

Di kayu salib, orang-orang mengejek Yesus: “Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan!” (Markus 15:31). Yesus bukan tidak mampu menyelamatkan diri-Nya sendiri. Tapi Dia memilih untuk melakukan kehendak Bapa-Nya, dan kasih-Nya bagi orang berdosa membuat Dia tetap tergantung di salib. Yesus memilih untuk tidak menyelamatkan diri-Nya sendiri agar dapat menyelamatkan kita yang berdosa!
Allah bersama Sadrakh, Mesakh, dan Abednego di dalam api. Hanya Dia yang bisa menyelamatkan mereka. Allah menyelamatkan kita juga, melalui Anak-Nya, Yesus. Hanya Yesus yang dapat menyelamatkan kita dari dosa kita. Pengorbanan Yesus di kayu salib memberikan jalan bagi kita untuk diselamatkan dari dosa dan memiliki hidup yang kekal.
POIN DISKUSI BAGI KELUARGA:

2. Hari ini, bagaimana kita bisa seperti Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, yang tetap menaati dan setia kepada Tuhan, saat kita tergoda untuk meninggalkan Allah dan berbuat dosa? (Pandang pada Yesus di kayu salib. Waktu orang-orang mengejek Yesus: “Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan!” Sebenarnya Yesus bukan tidak mampu menyelamatkan diri-Nya sendiri. Tapi Dia memilih untuk tidak menyelamatkan diri-Nya sendiri agar dapat menyelamatkan kita dari kebinasaan. Karena itu, Yesus sangat berharga dan layak kita kasihi dan mendapat kesetiaan kita lebih dari apa pun!)

AYAT HAFALAN:
1 Tesalonika 5:16-18 (TB) Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
I Thessalonians 5:16-18 (NIV) Rejoice always, pray continually, give thanks in all circumstances; for this is God’s will for you in Christ Jesus.