SUMMARY 30 NOVEMBER 2025
UNIT 15 SESI 4
JUDUL : NABI HABAKUK
PEMBICARA : KAK RAINHART & KAK KEVIN
Berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk menunggu? Coba renungkan. Menunggu lampu lalu lintas berubah menjadi hijau, menunggu di ruang dokter, menunggu di drive-thru, menunggu panggilan telepon, menunggu ulang tahun, menunggu orang lain.

Faktanya, kita menghabiskan banyak waktu untuk menunggu. Mengapa kita menunggu? Kita percaya sesuatu akan datang. Faktor terpenting dalam menunggu adalah iman. “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” (Ibr. 11:1). Inilah yang ditulis oleh nabi Habakuk. Habakuk adalah nabi yang hidup sezaman dengan nabi Yeremia, yang tinggal di Yehuda tak lama sebelum Yehuda dibawa ke pembuangan. Dia mengalami masa di mana dia harus menunggu, pertama menunggu penghakiman dan kemudian menunggu kebangunan rohani.
Di sekelilingnya, nabi Habakuk melihat orang-orang tertindas dan kekerasan meningkat. Kitab Habakuk mencatat dialog nabi dengan Allah. “Berapa lama lagi, Allah, aku harus meminta bantuan?” Habakuk bertanya. “Mengapa Engkau mentolerir pelanggaran?”

Allah menjawab. Dia akan membangkitkan orang Babel, dan mereka akan menawan orang Yehuda. Habakuk berdoa lagi. Yehuda pantas dihukum, tapi orang Babel bahkan lebih jahat daripada Yehuda; bagaimana bisa Allah memberkati mereka dengan kemenangan?
Allah menjawab. Pembuangan di Babel tidak akan berlangsung selamanya. Setelah beberapa waktu, Allah akan menyelamatkan umat-Nya dan menghukum orang Babel. Umat Allah menunggu untuk dibebaskan dari penawanan, dan mereka yang ada di dalam Kristus sedang menunggu penggenapan kembalinya Kristus. Habakuk hidup pada saat kejahatan sepertinya terjadi di mana-mana. Dengan iman, dia memercayai janji Allah bahwa Allah akan membebaskan umat-Nya. Ketidakadilan, kekerasan, dan kejahatan ada di sekitar kita hari ini, tetapi kita dapat hidup dengan iman dan percaya bahwa Yesus akan kembali untuk memperbaiki semuanya.

Sampai saat itu, kita hidup oleh iman (lihat Ibr. 10:35-38.) Kita dapat percaya bahwa Allah berdaulat atas masa depan, jadi “Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, ... aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.” (Hab. 3:17-18).
POIN DISKUSI BAGI KELUARGA:


AYAT HAFALAN:
2 Tawarikh 7:14 (TB) jika umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka AKu akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.
2 Chronicles 7:14 (ESV) If My people who are called by My name humble themselves and pray and seek My face and turn from their wicked ways, then I will hear from heaven and will forgive their sin and heal their land.