SUMMARY 14 DESEMBER 2025
UNIT 15 SESI 6
JUDUL : TUHAN MEMBERIKAN HARAPAN MELALUI YEHEZKIEL
PEMBICARA : KAK PAOLINE & KAK AFANDY
Yehezkiel memiliki pekerjaan yang sulit: melayani orang-orang yang menolak Allah dan sebagai akibatnya, mereka menderita. Orang-orang Yehuda yang ada dalam pembuangan sangat ingin menyalahkan Allah karena keadaan mereka. “Tidak adil!” kata mereka (Lihat Yeh. 18:25.)
Yehezkiel memberi tahu orang-orang bahwa mereka bersalah sehingga mengalami pembuangan; ketidaksetiaan mereka telah menyebabkan Allah murka. Mereka mendapat apa yang layak mereka terima. Tetapi Allah berkata, “Aku tidak berkenan kepada kematian seseorang yang harus ditanggungnya, ... Oleh sebab itu, bertobatlah, supaya kamu hidup!” (Yeh. 18:32).

Allah memberi Yehezkiel sebuah penglihatan. Dalam penglihatan ini, Allah menunjukkan kepada Yehezkiel sebuah lembah yang dipenuhi tulang kering. Tulang-tulang itu melambangkan Israel. Yehezkiel menubuatkan bahwa Allah akan menempatkan otot, daging, dan kulit pada tulang-tulang itu. Dia akan memberi napas kepada mereka sehingga mereka akan hidup kembali.
Yehezkiel memberi semangat kepada orang-orang buangan. Tanpa Allah, mereka mati. Tapi Allah menawarkan mereka kehidupan. Dia akan memulihkan masa depan mereka. “Tempat kediaman-Ku pun akan ada pada mereka dan Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku” (Yehezkiel 37:27).

Demikian pula halnya: kita juga mati karena dosa-dosa kita (Efesus 2:1). Dosa memisahkan kita dari Allah karena Dia kudus. Kita terpisah dari hadirat Allah. Tapi Allah tidak senang dengan kematian kita. Dia sabar, Dia ingin kita bertobat dan hidup!
Minggu ini bantu anak-anak Anda melihat bahwa tanpa Yesus, kita seperti tulang kering yang dilihat Yehezkiel. Allah menunjukkan kepada Yehezkiel kuasa-Nya untuk membuat orang mati hidup kembali. Kita melihat kuasa Allah di kayu salib. Yesus mati untuk menyelamatkan orang berdosa. Allah membangkitkan Yesus dari kematian, dan Dia memberi kita hidup kekal.
Ratusan tahun setelah Yehezkiel meninggal, Allah hadir di tengah umat-Nya melalui Yesus Kristus, Imanuel—artinya, “Allah beserta kita.” Yesus adalah sumber kehidupan; Dia menawarkan air hidup kepada kita. (Yohanes 4:10,14) Jika kita tidak minum air hidup, kita akan menjadi seperti tulang kering. Tidak ada kehidupan di dalam kita. Yesus mengubah semua itu. Dia memberi kehidupan bagi yang mati secara rohani. Allah menyelamatkan kita dengan kasih karunia, membuat kita hidup dengan Kristus melalui Roh Kudus. (Ef 2:4-5).

POIN DISKUSI BAGI KELUARGA:
2. Sekarang, setelah kita mendapat hidup baru di dalam Kristus, apa yang berubah dalam diri kita? (Jelaskan bahwa Roh Kudus yang tinggal di dalam kita, membuat kita mencintai Dia lebih lagi setiap hari. Itu membuat kita ingin selalu membaca Alkitab dan berdoa setiap hari, ingin beribadah setiap Minggu. Dan buah roh juga mulai muncul dalam hidup kita: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan dan penguasaan diri.)

AYAT HAFALAN:
2 Tawarikh 7:14 (TB) jika umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka AKu akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.
2 Chronicles 7:14 (ESV) If My people who are called by My name humble themselves and pray and seek My face and turn from their wicked ways, then I will hear from heaven and will forgive their sin and heal their land.