Yesus Diserahkan di Bait Allah

Kids Sermon

SUMMARY 19 APRIL 2026
UNIT 19 SESI 4
JUDUL                        : YESUS DISERAHKAN DI BAIT ALLAH
PEMBICARA             : KAK PAOLINE, KAK SHIENNY, KAK YOBEL

 

Allah telah memilih Maria dan Yusuf untuk menjadi orang tua duniawi Yesus. Maria dan Yusuf menamai bayi mereka Yesus, karena mereka menaati Allah dengan iman bahwa keselamatan memang telah datang ke dunia (Lihat Matius 1:21). Ketika waktunya tiba bagi Yesus untuk diserahkan dan Maria disucikan, Maria dan Yusuf membawa Yesus ke Bait Allah di Yerusalem.

Menurut hukum Musa, setelah seorang wanita melahirkan, dia “najis” dan harus menjalani masa penyucian. Dia harus membawa persembahan kepada imam (Lihat Im. 12:1-6). Yesus berusia sekitar lima minggu ketika Maria dan Yusuf mempersembahkan Dia kepada Allah dan mempersembahkan korban yang diperlukan.

Simeon juga berada di Bait Allah hari itu, bukan karena kebetulan, tetapi karena pimpinan Roh Kudus (Lukas 2:27). Simeon menghabiskan hidupnya melayani Tuhan dan menantikan hari ketika Allah akan menepati janji-Nya untuk menghibur Israel (Lihat Yes. 57:18). Allah berjanji bahwa Simeon akan hidup cukup lama untuk melihat Mesias. Hari itu akhirnya datang. Bayangkan kegembiraannya. Akhirnya, Juru Selamat datang!

Simeon melihat bayi Yesus, memeluk-Nya, dan memuji Allah. Simeon mengungkapkan pujian profetik, percaya dengan iman bahwa Allah akan menepati janji-Nya melalui anak ini: “mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu” (Lukas 2:30). Melalui Yesus, semua orang akan dapat melihat rencana Allah. Yesus akan menjadi terang bagi semua bangsa. Dia akan membawa kehormatan bagi Israel.

Hana, seorang nabiah, juga memuji Allah. Di usianya yang sudah lebih dari seratus tahun, Hana mulai berbicara tentang Yesus kepada semua orang yang menantikan Allah membawa keselamatan bagi umat-Nya.

Di sepanjang Perjanjian Lama, Allah menjanjikan kedatangan seorang raja yang akan menebus manusia dari dosa. Ketika Yesus tiba, Simeon dan Hana tahu Dia adalah Mesias yang dijanjikan. Hari ini, kita percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah. Kita dapat memercayai Yesus untuk keselamatan kita, dan seperti Simeon dan Hana, kita harus membagikan kabar baik  itu.

POIN DISKUSI  BAGI KELUARGA :

  1. Mengapa sangat penting bagi Maria dan Yusuf menaati hukum Allah tentang cara mempersembahkan bayi Yesus di Bait Allah?(Karena mereka tahu bahwa Yesus adalah Anak Allah dan berjanji untuk sungguh-sungguh membesarkan-Nya sesuai perintah Allah. Jadi seluruh hidup Yesus dengan sempurna menggenapi hukum Allah, bahkan ketika Dia masih bayi!)
  2. A. Ketika melihat Yesus, Simeon memuji Allah. Apa isi pujian Simeon ? (Lukas 2:30-32 : “Anak ini akan menyelamatkan umat Allah, bangsa Israel, dan Dia juga akan menyelamatkan orang-orang dari segala bangsa.”)

B. Ketika Hana melihat Yesus, apa yang dia katakan? (Dia bersyukur kepada Allah karena Sang Penyelamat sudah datang!(Lukas 2:38). Jadi, ketika Simeon dan Hana melihat Yesus, mereka tahu bahwa Dia adalah Penyelamat yang datang untuk menyelamatkan manusia dari dosa.)

  1. Setelah belajar Alkitab sejauh ini, bagaimana tanggapanmu tentang Yesus? (Kita dapat percaya bahwa Yesus menyelamatkan kita dari dosa; lalu seperti Simeon dan Hana, kita bisa memberi tahu orang lain kabar baik ini!)
  2. Mari menghafal dan memahami Pertanyaan Gambar Besar :
  • Apakah Yesus itu Allah atau manusia? (Is Jesus God or a human?)
  • Jawaban : Yesus adalah sepenuhnya Allah dan sepenuhnya manusia. (Jesus is both fully God and fully human). 
  1. Kehidupan Yesus sebagai manusia memiliki titik awal, yaitu ketika Yesus ada dalam kandungan Maria. Tapi sebenarnya Yesus sudah ada jauh sebelum itu. Dia tidak memiliki awal dan akhir. Dia sudah ada sejak dulu dan akan terus ada sampai selamanya. Yesus ada bersama Allah Bapa dan Roh Kudus di awal penciptaan, dan Dia adalah Allah Anak.

AYAT HAFALAN:

Yohanes 1:1-2 (AYT) - Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah bersama-sama dengan Allah sejak semula.

John 1:1-2 (ESV) - In the beginning was the Word, and the Word was with God, and the Word was God. He was with God in the beginning.