Sinful / Forgiven / Love Much

Anugerah Yang Mengubah wk 3 - Sinful, Forgiven, Love Much - Rev. Michael Chrisdion, MBA


Kisah tentang perempuan yang mengurapi Yesus ini juga tercatat dalam Markus dan Yohanes. Dalam kisah yang dicatat Markus maka pengurapan itu disebutkan oleh Yesus sebagai persiapan penguburan-Nya, sedangkan yang dicatat Lukas merupakan ungkapan kasih dan pertobatan. Kita akan belajar 3 hal dari kisah ini yaitu Iman wanita yang berdosa, kesombongan Farisi yang merasa benar dan Anugerah penyelamat yang penuh belas kasihan.

Lukas 7:36
Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.

Mengapa Simon orang Farisi itu mengundang Yesus yaitu kemungkinan Simon adalah seorang pengagum dan seorang simpatisan terhadap ajaran Yesus, karena tidak semua orang farisi adalah musuh Yesus ( Luk 13:31). Atau Simon sengaja mengundang Yesus untuk mencari-cari kesalahan Yesus, lalu kemudian mendakwa-Nya. Namun, sepertinya kemungkinan ini tidak dapat diterima karena pada ayat yang ke 40, simon menyapa Yesus dengan sebutan “guru”. Dan kemungkinan selanjutnya adalah bahwa simon hanya ingin menaikkan pamornya dengan mengundang Yesus mengingat Yesus adalah seorang yang terkenal mahsyur di daerah Galilea. Hal ini di perkuat dengan sinkronnya perlakuan Simon terhadap Yesus yang sangat tidak sesuai dengan adat saat itu. Namun kenyataannya adalah Yesus mau datang ke tempat orang Farisi itu.

Lukas 7:37
Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.

Perbedaan-perbedaan yang lain antara kedua cerita dalam Matius, Markus, Yohanes dan Lukas adalah sebagai berikut:

- Dalam Matius / Markus / Yohanes cerita itu diceritakan pada akhir dari pelayanan Yesus (mendekati saat kematianNya atau dalam minggu terakhir menjelang kematianNya), sedangkan dalam Lukas cerita itu diceritakan jauh lebih
- Dalam Lukas perempuan yang mengurapi ditekankan sebagai perempuan berdosa, dalam Matius / Markus / Yohanes tidak.
- Dalam Lukas perempuan itu datang tanpa diundang, sedangkan dalam Yohanes kelihatannya ia diundang (Yoh 12:2 - Marta melayani, Lazarus ikut makan, Maria mengurapi kaki Yesus).
- Dalam Lukas ada tangisan, air mata dan ciuman dari perempuan itu, sedangkan dalam Matius / Markus / Yohanes tidak.
- Dalam Lukas ada dialog antara Yesus dengan Simon, dalam Matius / Markus / Yohanes tidak.
- Dalam Lukas, yang mengkritik tindakan perempuan itu adalah Simon, dan ia mengkritik dalam hatinya. Sedangkan dalam Matius dan Yohanes, yang mengkritik adalah murid-murid yaitu Yudas Iskariot, dan mereka mengkritik dengan ucapan.
- Dalam Lukas, kritikannya adalah karena Yesus, yang adalah seorang nabi, mau diurapi oleh seorang perempuan berdosa. Sedangkan dalam Matius, Markus dan Yohanes, kritikannya adalah karena pengurapan dengan minyak wangi yang mahal itu dianggap sebagai suatu pemborosan.

Kesimpulannya: cerita dalam Matius, Markus dan Yohanes berbeda dengan cerita dalam Lukas! Karena itu perempuan berdosa ini jelas tidak sama dengan Maria saudara Marta dan Lazarus! Kita tidak tahu siapa sebenarnya perempuan ini tetapi yang kita tahu , Dia adalah seorang berdosa dan di dalam Bahasa Aslinya dikatakan bahwa dia adalah seorang yang berdosa dan pekerjaannya adalah pekerjaan yang berdosa yang diartikan sebagai pelacur. Dia adalah orang yang najis dan orang yang berdosa yang yang dianggap rendah, najis,  kotor dan dibuang.

Lukas 7:38
Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.

Perempuan itu membawa batu pualam yang berisi minyak wangi dan ini biasanya minyak itu menjadi warisan keluarga yang turun temurun dimana harganya sangat mahal yaitu gaji satu tahun. Dan perempuan itu menyeka kaki Yesus dengan rambutnya artinya bahwa wanita ini mengurai rambutnya dan tidak mengenakan tudung kepala seperti layaknya perempuan timur pada saat itu. Bagi orang Yahudi, seorang wanita yang mengurai rambutnya di depan umum adalah hal yang sangat tidak sopan dan hanya biasa dilakukan oleh seorang wanita sundal. Bahkan pada saat itu, Tudung kepala bagi seorang wanita adalah lambang kehormatan. Berarti wanita ini sama sekali datang dengan tidak lagi membawa kehormatannya sebagai seorang perempuan.

1. IMAN WANITA YANG BERDOSA

Diceritakan bahwa perempuan itu menangis dan mengeluarkan air mata. Secara ilmu pengetahuan, air mata dibagi menjadi 3 yaitu yang pertama air mata basal. Air mata basal ini berfungsi untuk melubrikasi (membilas) mata secara teratur. Yang kedua, ialah air mata yang keluar secara refleks. Air mata ini biasanya diakibatkan dari rangsangan luar seperti misalnya iritasi akibat debu atau pasir. Air mata yang ketiga adalah air mata akibat pengaruh gejala emosi yang dihadapi seseorang, entah itu senang, maupun sedih. Nah jika kita melihat konteks dari nats ini, maka wanita tersebut menangis karena ia merasakan gejolak perasaan yang luar biasa ketika melihat Yesus dan berada di dekat Yesus. Wanita ini datang dengan penuh penyesalan karena ia sadar akan semua dosa yang ia lakukan selama kehidupannya, dan kali ini ia telah bertemu dengan seorang pribadi yang mampu membebaskannya dari lumpur dosa. Air mata sang wanita membasahi kaki Yesus. Kemungkinan besar bahwa kedua kaki Yesus menjadi basah akibat air mata wanita ini, hal itu berarti bahwa wanita ini menangis dengan sangat. Dapat dibayangkan sebanyak apa air mata yang dikeluarkan oleh sang wanita sehingga harus membuatnya menyeka (membasuh)nya dengan rambutnya.  Dan bagaimana mungkin seorang wanita berdosa berani datang ke rumah seorang Farisi kalau dia tidak benar-benar putus asa dan tidak tahu akan pergi kemana. Perempuan ini bahkan tidak bisa berkata apa-apa lagi dan yang dia bisa lakukan adalah menunjukkan kasihnya

Firman Tuhan berkata :

Mazmur 51:17
Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Seringkali kita sebagai anak-anak Tuhan tidak menyadari keberdosaan kita sehingga meremehkan karya Kristus di kayu salib padahal betapa mahalnya itu dan tidak seorangpun yang sanggup membayarnya sehingga hanya oleh anugerahNya itu diberikan kepada kita. Sebab itu Yesus itu selalu tergerak kepada orang yang sadar bahwa dirinya orang yang remuk dan tidak sanggup menyelamatkan dirinya sendiri. Banyak orang yang mengerti doktrin namun sombong dan banyak orang mengerti anugerah tetapi tidak dapat menyalurkannya sehingga bisa membuat kita bisa menjadi seperti orang Farisi. Sesungguhnya kita semua ini seperti perempuan berdosa itu yang mungkin tidak melakukan dosa melalui perbuatan kita tetapi dalam hati kita.


2. KESOMBONGAN FARISI YANG MERASA BENAR

Lukas 7:39
Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: "Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa."

Orang Farisi tersebut mengaharapkan agar Yesus, sebagai seorang rabi yang bijaksana dan pemimpin agama, menolak perhatian perempuan itu sebagai penghinaan.
Pertama karena dia perempuan sebab para rabi pada zaman itu tidak pernah berbicara kepada perempuan di depan umum apabila hal itu dapat dihindari, maka kelakuan mereka dianggap luar biasa ( Yoh. 4:27- Yesus bercakap-cakap dengan perempuan). Yang kedua yaitu dia adalah perempuan berdosa yang najis dimana Yesus dipegang-pegang oleh perempuan berdosa apalagi diciumi kakinya dan di basuh dengan airmata oleh perempuan sundal sehingga Simon berkesimpulan bahwa Yesus bodoh atau kurang bijaksana.

Lukas 7:40
Lalu Yesus berkata kepadanya: "Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu." Sahut Simon: "Katakanlah, Guru."

Yesus sering menjawab orang yang tidak berbicara lisan mereka yang hanya bicara di dalam hati. Jadi kalau kita diam-diam berdoa maka biarlah kita dihiburkan yaitu kalau Yesus saja menjawab orang Farisi yang berbicara di hatinya mengkiritisi Dia  bukankah lebih lagi Dia akan menjawab doa umatnya saat mereka berbicara di dalam hati kepada-Nya?

Lukas 7:41-46
41"Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. 42 Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?" 43Jawab Simon: "Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya." Kata Yesus kepadanya: "Betul pendapatmu itu." 44Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: "Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya. 45Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku. 46Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi.

Perbedaan Perempuan Berdosa Dan Orang Farisi
Pada ayat 44 hingga 46, Yesus mulai menerangkan maksud dari perumpamaan tersebut. Yesus memulai dengan membandingkan perlakuan Simon yang semestinya ia lakukan kepada Yesus namun kenyataanya Yesus tidak menerima sambutan yang hangat dari Simon. Hal ini berbanding terbalik dengan perlakuan yang Yesus terima dari perempuan pelacur tersebut. Seharusnya simon sebagai orang yang lebih mengerti adat istiadat mempunyai kepekaan yang lebih namun pada kenyataannya wanita inilah yang mempunyai kepekaan yang lebih. Itulah cinta kasih. Sesuatu yang dapat memampukan seseorang berrindak lebih bahkan kasih wanita ini kepada Yesus mampu mendobrak batas-batas status sosial karena kasih membuat wanita ini amat berharga di mata Yesus . Perempuan Berdosa merasa banyak berdosa sehingga menghargai sang penyelamat sedangkan orang Farisi tidak merasa berdosa sehingga merasa tidak butuh penyelamat. Tidak orang yang dosanya banyak, atau orang yang dosanya sedikit. Tidak ada orang yang bisa membayar hutang dosanya! Apakah saudara adalah orang yang sangat bejad atau orang yang relatif baik, sadarilah satu hal ini: saudara tidak bisa membayar hutang dosa saudara!  Kita bukan seorang pendosa karena kita berbuat dosa….tetapi kita berbuat dosa karena kita dikandung di dalam dosa karena kutuk dosa Adam. Perbuatan baik, ibadah, atau apapun juga yang saudara lakukan tidak bisa membayar hutang dosa saudara! Tetapi Kristus sudah mati di atas kayu salib untuk membayar hutang dosa saudara. Karena itu datanglah dan percayalah kepada Dia.

Lukas 7:47
Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih."

Sekalipun kata-kata ay 47a ini kelihatannya menunjukkan bahwa perempuan itu diampuni karena ia banyak berbuat kasih, tetapi jelas bahwa arti sebenarnya tidaklah demikian. Arti sebenarnya ialah: ia telah diampuni dari dosanya yang banyak, dan karena itu ia banyak berbuat kasih.
Lukas 7:47(BIMK)
Sungguh: kasihnya yang besar itu menunjukkan bahwa dosanya yang banyak sudah diampuni! Kalau orang diampuni sedikit, ia akan mengasihi sedikit juga."