Lebih Banyak Daripada Bintang di Langit

 EXODUS WEEK 2 -LEBIH BANYAK DARIPADA BINTANG DILANGIT -  Rev. Michael Chrisdion

Pembacaan : Keluaran 1 : 1 - 8

Ada dua hal penting tentang Doktrin Allah yaitu Allah kita adalah Allah yang Transenden (Allah yang berdaulat dan berkuasa jauh melampaui ruang, waktu dan sejarah) tetapi juga Allah yang  Imanen ( Pribadi yang peduli, yang begitu dekat dengan kita, mengasihi kita dan dapat dipercaya). Dan Allah yang Transenden itu mengerjakan rencana yang indah dalam hidup manusia tetapi rencana Tuhan itu tidak terjadi seperti yang kita bayangkan.  Dan untuk mengerti rencana Tuhan maka kita perlu mengerti narasi Alkitab.  Secara garis besar narasi Alkitab  dari Kitab Kejadian sampai Wahyu itu dibagi menjadi 4 bagian yaitu Penciptaan (Creation), Kejatuhan (Fall), Penebusan (Redemption) dan Pemulihan (Restoration). Pada awalnya Tuhan menciptakan segala sesuatu (Creation , Kej, 1-2) kemudian manusia jatuh dalam dosa (The Fall Kej. 3-11). Tetapi dimulai dari Kej. 3:15 maka disaat ada perkataan penghukuman maka juga ada nubuatan tentang penebusan. 

Kejadian 3:15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”

Ini adalah nubuat Mesianik pertama dalam Alkitab. Ini adalah bayangan pertama dari apa yang akan datang dalam Yesus Kristus dalam pernyataan penghakiman atas penciptaan. Dan rencana penebusan itu dimulai dari pemilihan Abraham (Kej, 12: 1-3). Abraham dipilih Tuhan bukan karena kualifikasinya namun hanya karena kedaulatanNya. Kepada Abraham maka Allah berjanji bahwa keturunannya akan menjadi bangsa yang besar namun kenyataannya dari tahun ke tahun dia masih belum mempunyai anak dan isterinya mandul. Abraham sempat mengalami kegelisahan sehingga Allah kembali meneguhkan janjiNya ;

 

Kejadian 15:1-6
1Kemudian datanglah firman Tuhan kepada Abram dalam suatu penglihatan: “Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar.” 2Abram menjawab: “Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu.” 3Lagi kata Abram: “Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku.” 4Tetapi datanglah firman Tuhan kepadanya, demikian: “Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu.” 5 Lalu Tuhan membawa Abram ke luar serta berfirman: “Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya.” Maka firman-Nya kepadanya: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.” 6 Lalu percayalah Abram kepada Tuhan, maka Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.

 

Namun dalam kenyataannya maka Abraham masih belum punya anak sehingga sempat mengambil caranya sendiri serta berkali-kali mengambil keputusan yang salah namun rencana Tuhan tidak pernah gagal. Ini mengajarkan kepada kita bahwa rencana Tuhan itu tidak tergantung dengan rencana kita sehingga ini membuat kita bisa merasa aman dalam Tuhan. Charles Spurgeon berkata bahwa kedaulatan Tuhan itu seperti bantal dimana kita bisa memiliki hati yang dapat beristirahat. 

 

LEBIH BANYAK DARIPADA BINTANG DILANGIT.

 

Kejadian 15: 5

Lalu Tuhan membawa Abram ke luar serta berfirman: “Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya.” Maka firman-Nya kepadanya: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.

 

Tuhan berjanji kepada Abraham bahwa keturunannya akan seperti bintang di langit namun ternyata sampai Abraham meninggal pada usia 175 tahun  anaknya hanya satu yaitu Ishak dan sebuah janji. Tetapi selanjutnya janji Tuhan itu juga ditunjukkan kepada Ishak dan Yakub yang akhirnya memiliki 12 anak. 

 

Keluaran 1:5
Seluruh keturunan yang diperoleh Yakub berjumlah TUJUH PULUH JIWA. Tetapi Yusuf telah ada di Mesir.

 

Jadi dari Abraham yang hanya punya satu anak maka sampai Yakub maka keturunannya menjadi tujuh puluh jiwa. 

 

Keluaran 1:7 & 37
7 Orang-orang Israel beranak cucu dan tak terbilang jumlahnya; mereka bertambah banyak dan dengan dahsyat berlipat ganda, sehingga negeri itu dipenuhi mereka.

37Kemudian berangkatlah orang Israel dari Raamses ke Sukot, kira-kira enam ratus ribu orang laki-laki berjalan kaki, tidak termasuk anak-anak.

Akhirnya dari tujuh puluh jiwa maka janji Tuhan mulai berkembang dimana akhirnya dari keturunan Abraham maka lahirlah sebuah bangsa. Dan pada saat bangsa Israel keluar dari Mesir maka jumlah mereka secara keseluruhan menurut perkiraan sejarawan dan teolog adalah antara 2,5 sampai 3,5 juta orang. Jadi disini kita belajar bahwa Tuhan mengerjakan rencana yang indah dan rencana Tuhan tidak terjadi seperti yang kita bayangkan.  Jadi kalau kita saat ini berada didalam titik kehidupan seakan-akan kita sedang mengalami goncangan jangan pernah ragu bahwa Tuhan mempunya rencana yang Indah dalam hidup kita. Lihatlah para tokoh Alkitab (Abraham, Yakub dll) mereka juga berbuat salah, mereka juga berdosa, mereka juga salah mengambil keputusan, dihinati, disakiti, tetapi lihat rencana TUHAN tidak pernah gagal, Kejadian 50:20. Demikian juga kegagalan kita tidak akan merubah rencana Tuhan. 

 

 

BAHAN PERENUNGAN

           1.Sadarilah Bahwa Kita Adalah Manusia Yang Terbatas

2 Petrus 3:8-9
8 Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. 9Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

Kita harus menyadari bahwa hidup kita itu dibatasi oleh ruang dan waktu. Namun Tuhan itu Transenden dimana Dia berada di semua itu dan berdaulat atas segalanya. Sebab itu mari kita menyerahkan segala aspek hidup kita pada kedaulatan Allah yang mengontrol hidup kita. 

             2. Belajar Membaca Alkitab Di Dalam Konteks.

Kita perlu membaca Alkitab sesuai dengan konteksnya dan bukan kita yang menjadi superstarnya. Contoh : 1 Korintus 2:9 itu tidak bicara tentang kekayaan tetapi tentang Karya Salib Kristus. Paulus ingin mengajarkan bahwa hikmat Allah ini melampaui semua yang mampu dipikirkan manusia. Jalan keselamatan melalui salib sebelumnya tidak pernah dilihat, dipikirkan maupun diinginkan oleh manusia (ay. 9a). Pikiran Allah jauh lebih tinggi daripada pikiran manusia, sejauh langit dari bumi (Yes. 55:8-9). Tidak ada manusia pun yang sanggup memahami karya keselamatan Allah, termasuk Paulus sendiri Demikan juga dalam Yermia 29:11 itu tidak berbicara tentang kenikmatan hidup tetapi tetapi berbicara tentang pengharapan bagi orang-orang yang menderita akan ada penebusan dan pemulihan. 

Kejadian 15:13-16
13 Firman Tuhan kepada Abram: “Ketahuilah dengan sesungguhnya bahwa keturunanmu akan menjadi orang asing dalam suatu negeri, yang bukan kepunyaan mereka, dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya, EMPAT RATUS TAHUN LAMANYA. 14 Tetapi bangsa yang akan memperbudak mereka, akan Kuhukum, dan sesudah itu mereka akan keluar dengan membawa harta benda yang banyak. 15Tetapi engkau akan pergi kepada nenek moyangmu dengan sejahtera; engkau akan dikuburkan pada waktu telah putih rambutmu. 16Tetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini

Pada akhirnya apa yang dijanjikan Tuhan kepada Abraham itu digenapi. Ini mengajar kita bahwa rencana Tuhan tidak terjadi seperti yang kita bayangkan tetapi kita dijamin bahwa Tuhan mengerjakan rencana yang indah. 

 

             3. Selalu Memandang Pada Karya Salib Kristus

 

Jadi kalau kita melihat ayat-ayat Alkitab jangan melihat materi atau hanya untuk terobosan jangka pendek, berkat jasmani tetapi selalu melihat kepada karya salib Kristus yang telah dilakukan kepada kita.  Yesus telah menyelesaikan segala sesuatu yang kita tidak bisa selesaikan. Itu sebabnya kita disebut lebih dari pemenang sebab yang menang bukan kita tetapi Kristus yang menang. Marthin Luther berkata “ Siapa pun yang tidak mengenal Tuhan tersembunyi dalam penderitaan sama sekali tidak mengenal Tuhan. Tuhan dapat ditemukan dalam penderitaan dan salib. “

Tuhan yang Transenden mengalami apa yang kita alami namun Dia tidak kalah, terintimidasi atau gagal tetapi Dia menang atas penderitaan bahkan atas maut. Jerry Bridges berkata “Penderitaan kita memiliki makna dan tujuan dalam rencana kekal Allah, dan apa yang diijin kan TUHAN untuk masuk ke dalam hidup kita hanya yang bertujuan untuk kebaikan kita dan kemuliaan TUHAN” Di sinilah kita diingatkan bahwa Kristus mendampingi kita. Jadi kekristenan itu bukan pelarian tetapi pendampingan. Dalam segala musim hidup kitai maka Dia tidak pernah meninggalkan kita dan namaNya disebut Imanuel yaitu Allah beserta dengan kita. 

 

Yohanes 16:33
33Semuanya ini Kukatakan supaya kalian mendapat sejahtera karena bersatu dengan Aku. Di dunia kalian akan menderita. Tapi tabahkan hatimu! Aku (Yesus) sudah mengalahkan dunia!”