Jaminan Iman Kita

Kalau kita melihat sistem kredit rumah atau mobil, maka pasti Bank atau pihak pemberi kredit akan memastikan bahwa sang pemohon kredit itu kredibel dengan meminta informasi mengenai orang tersebut siapa dia dan bukti slip gaji untuk mengetahui kemampuannya bahwa orang tersebut gajinya cukup untuk membayar cicilan untuk menepati janjinya.

 

Bahkan BPKB & SHM ditahan oleh pihak bank atau pemberi kredit sebagai kolateral atau jaminan sampai semua hutang dan bunganya lunas.

Namun ketika kita mengaplikasikan hal itu dalam hubungan kita dengan Tuhan maka seringkali kita bersikap skeptis. Mengapa demikian yaitu karena kita tidak bisa melihat Tuhan sehingga kita mempertanyakan kredibiltasNya sedangkan kita sedang menghadapi permasalahan yang sifatnya nyata dan kadang-kadang saat kita lemah maka kita menganggap Tuhan itu tidak begitu nyata dalam kehidupan kita. Demikian juga yang terjadi dalam kehidupan Abraham dimana dia mengalami pasang surut dalam imannya dan sempat juga mengalami keraguan dan ketakutan.

 

KETAKUTAN DAN KERAGUAN ABRAHAM

 

Kejadian 15:1


1Kemudian (After these things the word of the Lord came to Abram in a vision) datanglah firman Tuhan kepada Abram dalam suatu penglihatan: “Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar.”

 

Di ayat ini kita bisa tahu bahwa Abraham sedang mengalami ketakutan. Kalau kita baca pasal sebelumnya dikisahkan bahwa waktu itu Abraham baru saja menang berperang melawan koalisi empat raja yang melawan Lot dan keluarganya serta juga berhasil merebut harta benda milik koalisi empat negara tersebut. Namun setelah dia sendirian maka tiba-tiba Abraham takut mungkin akan ada serangan balas dendam dari musuhnya itu dan mungkin sempat berpikir seandainya waktu itu dia menerima tawaran dari raja Sodom maka dia akan merasa aman.

Demikian juga dalam kehidupan kita mungkin kita baru menang atau mendapat terobosan namun tiba-tiba kita merasa takut dan ragu kedepannya sehingga berkata “ bagaimana jika “. Banyak orang merasa ragu padahal kalau melihat kebelakang maka sebenarnya kesetiaan Tuhan itu selalu ada bersamanya. Apa yang Tuhan mulai dengan kasih karunia dan anugerahNya maka janganlah kita setelah mendapatkan pertolongan Tuhan berusaha mempertahankan keadaan kita dengan kekuatan kita sendiri. Kalau Tuhan sudah memulai dengan anugerahNya maka Dia akan terus mengantar kita terus sampai selesai. Seperti keselamatan yang kita terima dari Tuhan maka Tuhan meminta kita untuk mengerjakan keselamatan  tetapi Allahlah yang mengerjakan didalam kita baik kemauan dan kemampuan menurut kerelaan hatiNya. Jadi ketika kita mendapatkan keselamatan maka tugas kita bukanlah mempertahankan namun mengerjakan keselamatan itu.  

 

Kej 15:1-3


1Kemudian datanglah firman Tuhan kepada Abram dalam suatu penglihatan… 2Abram menjawab: “Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu.” 3Lagi kata Abram: “Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku.”

Ternyata Abram bukan hanya takut terhadap musuh namun dia juga mempertanyakan jaminan Tuhan terhadap janji yang disampaikan kepadanya.

JANGAN TAKUT

 

Kejadian 15:1B


 “Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar.”

Kata “jangan takut “ disini memakai imperfect tense (continuous) artinya “ jangan takut” secara terus menerus yang artinya  Tuhan mau berkata supaya Abram supaya tidak takut secara terus menerus karena manusia cenderung untuk takut. Sebab itu kalau kita sedang takut maka berkatalah pada diri kita sendiri “ jangan takut “ sebab Tuhan bersama dengan kita dan kesetiaanNya tidak tergantung pada kesetiaan kita demikian juga kebaikanNya tidak tergantung pada kebaikan kita. Kalau kita bisa setia itu karena Tuhan lebih dahulu sudah setia kepada kita.

 

Kejadian 15:2-3


5 Lalu Tuhan membawa Abram ke luar serta berfirman: “Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya.” Maka firman-Nya kepadanya: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”

 

Kita perlu sadar karena kita seringkali terlalu sibuk dengan pikiran kita sendiri sehingga kita tidak bisa melihat keluar dan melihat yang lebih besar. Itu sebabnya kita butuh orang lain dan butuh mendengarkan Firman Tuhan sebab seringkali ketika kita ada dalam masalah maka kita seperti Abraham yang hanya melihat masalahnya sendiri. Sebab itu kita perlu keluar dan yang bisa membuat kita keluar adalah Firman Tuhan yang bisa mengubah pandangan kita.

 

Kejadian 15:2-3


5 Lalu Tuhan membawa Abram ke luar serta berfirman: “Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya.” Maka firman-Nya kepadanya: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”
6 Lalu PERCAYALAH ABRAM KEPADA TUHAN, MAKA TUHAN MEMPERHITUNGKAN HAL ITU KEPADANYA SEBAGAI KEBENARAN.

 

Disini kita melihat bahwa bukan kebaikan Abraham yang membuat dia benar tetapi karena imannya. Demikian juga kekristenan itu bukan berbicara tentang perbuatan manusia tetapi kepercayaan kita akan perbuatan Tuhan.

Dan setelah Tuhan berbicara mengenai bintang dan keturunan Abraham kemudian Tuhan berfirman sesuatu dan melakukan sesuatu yang menarik yang akan membuka sesuatu kepada kita.

 

 

 

1. TUHAN MENYATAKAN IDENTITASNYA

 

Kejadian 15:7a


7Lagi firman Tuhan kepadanya: “AKULAH TUHAN,

Di ayat ini Tuhan mengulang identitasNya dengan berkata “Akulah Tuhan” dimana dalam bahasa aslinya mengungkapkan identitas Tuhan yaitu “ Yhwh – Alpha & Omega “ yang artinya bahwa Dia itu Independen yaitu tidak ditentukan oleh situasi karena yang merancangkan segala sesuatu, dan Dia itu konstan  serta berdaulat.

 

2. TUHAN MENYATAKAN KREDIBILTASNYA (KEMAMPUANNYA)

 

Kejadian 15:7


7Lagi firman Tuhan kepadanya: “Akulah Tuhan,
yang membawa engkau keluar dari Ur-Kasdim untuk memberikan negeri ini kepadamu menjadi milikmu.”

 

Tuhan bukan hanya mengingatkan akan identitasNya namun di ayat ini maka Tuhan juga mengingatkan kredibiltasNya dan kapasitasNya untuk menggenapi FirmanNya.

 

3. TUHAN MENYATAKAN JAMINANNYA (KOLATERAL)

 

Kejadian 15:8-10


8Kata Abram: “Ya Tuhan ALLAH, dari manakah aku tahu, bahwa aku akan memilikinya?” 9Firman Tuhan kepadanya: “Ambillah bagi-Ku seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati.” 10Diambilnyalah semuanya itu bagi Tuhan, dipotong dua, lalu diletakkannya bagian-bagian itu yang satu di samping yang lain, tetapi burung-burung itu tidak dipotong dua.

 

Ritual seperti ini dilakukan oleh orang-orang pada jaman itu yaitu ketika  dua orang sedang membuat perjanjian yang serius maka mereka akan membunuh hewan lalu dibagi dua dan dibuat menjadi jalan permadani dari darah binatang itu kemudian mereka akan bergandengan tangan dan berjalan bersama-sama ditengah-tengah genangan darah itu serta mengucapkan janji bahwa mereka akan menepati janji mereka dan apabila ada yang melanggar maka mereka akan memiliki nasib seperti hewan-hewan itu.

 

Kejadian 15:17-18


17Ketika matahari telah terbenam, dan hari menjadi gelap, maka kelihatanlah perapian yang berasap beserta suluh yang berapi lewat di antara potongan-potongan daging itu. 18 Pada hari itulah Tuhan mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: “Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat

 

Ini adalah suatu perjanjian satu pihak sebab Dia tahu kalau mengadakan perjanjian dua pihak maka Abraham tidak akan bisa menepati perjanjian itu. Dalam translasi manusia jaman modern ini maka ini artinya bahwa kalau kita tidak setia maka Tuhan tetap setia. Dan bukan hanya Tuhan tetap setia namun konsekuensi dari ketidaktaatan Abraham dan keturunanannya ditanggung oleh Tuhan.

Itu sebabnya Yesus naik diatas kayu salib dimana Dia yang tidak mengenal dosa menjadi dosa karena ketidaktaatan dan ketidaksetiaan kita.

 

Galatia 3: 13 -14 (BSD)

 

Kristus sudah dihukum untuk kita. Dengan melakukan itu, Ia melepaskan kita dari hukuman yang seharusnya kita terima … Dan Kristus sendiri sudah mati di kayu salib, supaya orang-orang bukan Yahudi dapat juga menerima berkat yang dijanjikan Allah kepada Abraham …

 

Injil itu bukan berbicara tentang kita harus setia sebab tidaklah mungkin kita dapat setia sepenuhnya  dan bahkan seringkali mudah jatuh. Namun dalam ketidaksetiaan kita maka Tuhan lebih setia bahkan ketika kita jatuh yang semestinya ada konsekuensinya tetapi Tuhan yang menanggungnya. Tuhan memberikan jaminan (kolateral) melalui karya salib Yesus Kristus. Tuhan memberikan diriNya mati di kayu salib untuk menanggung semua dosa kita baik dosa masa lalu, masa sekarang dan dosa yang akan datang. Segala hutang kita sudah lunas dibayar oleh darah Yesus.

 

Roma 4:2-3


2Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah. 3 Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? “LALU PERCAYALAH ABRAHAM KEPADA TUHAN, DAN TUHAN MEMPERHITUNGKAN HAL ITU KEPADANYA SEBAGAI KEBENARAN.”

 

Roma 4:16
Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan KASIH KARUNIA, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua,

 

 

 

Kalau kita sudah percaya Yesus maka kita adalah keturunan Abraham dan berkat Abraham ada dalam hidup kita karena kasih karunia Tuhan. Jadi bagi kita orang-orang percaya maka Salib Kristus adalah jaminan kita, Roh Kudus adalah kemampuan kita dan di dalam Kristus adalah identitas kita. Marthin Luther berkata “  perasaan itu datang dan pergi dan perasaan itu menipu tetapi jaminan saya adalah Firman Tuhan karena meskipun segala sesuatu akan berlalu maka Firman Tuhan  akan tetap selamanya! ”