Sanctification By The Holy Spirit

Galatia 3:1-5

3:1 Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu? 
3:2 Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil? 
3:3 Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging? 
3:4 Sia-siakah semua yang telah kamu alami sebanyak itu? Masakan sia-sia! 
3:5 Jadi bagaimana sekarang, apakah Ia yang menganugerahkan Roh kepada kamu dengan berlimpah-limpah dan yang melakukan mujizat di antara kamu, berbuat demikian karena kamu melakukan hukum Taurat atau karena kamu percaya kepada pemberitaan Injil?

 

Melalui surat Galatia ini maka rasul Paulus ingin membuka mata jemaat di Galatia tentang adanya proses penyingkapan kebenaran sebab disana sedang mengalami kecurigaan  dan ketidakyakinan akan karya keselamatan melalui iman dalam Yesus. Disinilah Paulus ingin kembali menegaskan dan mengemukakan bahwa jemaat harus kembali kepada keyakinan yang obyektif dan historis.

 

Demikian juga Alkitab menyatakan bahwa seperti Bapa mengutus AnakNya untuk melaksanakan karya pendamaian yang obyektif dan historis sebagai dasar keselamatan kita, maka Ia juga mengutus Roh Kudus  secara obyektif dan historis untuk menerapkan kehidupan baru di dalam keselamatan Allah. Dan Roh Kudus itu tinggal dalam kita itu obyektif dan historis artinya suatu yang pasti.

 

Yohanes 14: 25 - 26

14:25 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; 
14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. 

 

Ada satu tips apologetik yang mengatakan “ sebelum anda bertanya apa yang Anda lakukan untuk agama yang anda yakini maka anda perlu bertanya apa yang agama itu berikan kepada anda “. Ada yang memberikan jawaban yaitu “ ketiadaan”. Ada yang memberikan jawaban bahwa kalau untuk mendapatkan ini maka harus melakukan begini dan begitu. Tetapi kekristenan mengatakan bahwa Tuhan memberikan diriNya sendiri untuk kita.

 

 

Itu berarti Roh Kudus adalah pribadi yang berkuasa, bukan hanya kuasa. Maka isu utama berkaitan dengan Roh Kudus dalam kehidupan kita bukanlah seberapa besar kuasa Roh Kudus kita miliki, tapi seberapa besar Roh Kudus berkuasa dalam diri kita supaya terjadi proses pengudusan. Rasul Paulus hendak menjelaskan isu tersebut melalui suratnya kepada jemaat di Galatia dan ada tiga catatan Rasul Paulus tentang Pengudusan dalam Galatia 3:1-5

 

 

1. Proses Pengudusan Adalah Sebuah Proses Yang Diawali Dengan Menerima Roh Kudus.

 

Gal 3:1 Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu? 

Gal 3:2  Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil? 

 

Proses yang dilakukan oleh Roh Kudus ketika pertamakali hadir dalam hidup kita adalah membersihkan hidup kita.  Proposisi Paulus adalah tanpa Roh Kudus maka tidak ada proses pengudusan. Dan hidup yang menerima Roh Kudus adalah hidup yang percaya pada pemberitaan Injil, maksudnya ya percaya pada yang diberitakan Injil yaitu percaya pada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Apakah ada Injil yang lain? Ada, yaitu Injil yang tidak memberitakan Yesus Kristus namun memberitakan yang lain yaitu yang mencampurkan antara Injil dengan yang lain ( hukum Taurat, keyakinan yang lain).  

 

Mengapa percaya Yesus kemudian menerima Roh ?

 

a. Janji Yesus sendiri

 

Yohanes 14:16-17 

Aku akan minta kepada Bapa, dan  Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. 

 

Betapa pentingnya Roh Kudus itu sehingga Dia diutus untuk menjaga kita  yaitu karena lawan kita bukanlah darah dan daging tetapi penguasa di udara yang tahu titik lemah kita dan yang hanya bisa dilawan dengan kuasa Roh Kudus.

 

b. Meterai sebagai jaminan (Yun: Arrabon)

 

Efesus 1:13-14 

Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya. 

 

Anthony Hoekema dalam bukunya Saved By Grace berkata “ Orang-orang percaya harus memiliki gambar diri yang positif mengenai diri mereka sendiri. Dasar bagi gambar diri seperti ini bukanlah kesombongan yang berdosa atas pencapaian atau kebajikan kita sendiri, tetapi dengan melihat diri kita dalam terang karya penebusan Allah dalam hidup kita oleh Roh Kudus “

 

Jadi Roh Kudus adalah tanda dari keselamatan itu sendiri. Mustahil kita bisa berada dalam proses pengudusan tanpa peran dan karya Roh Kudus. Proses pengudusan bukan sekedar proses disiplin ketat untuk melakukan peraturan agama, tapi merupakan buah karya Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya.

 

 

2. Proses Pengudusan Adalah Proses Selanjutnya Dari Pembenaran.

 

Ada tiga fase kehidupan kita sebagai orang percaya yaitu Dibenarkan (Justification), Dikuduskan (Sanctification) dan Dimuliakan (Glorification). Ini yang jadi problem sentral di jemaat Galatia, di mana mereka ingin memantapkan pembenaran atau keselamatan dengan melakukan hukum Taurat. Karena tidak yakin atas karya Kristus yang menyelamatkan, maka mereka mereka melakukan perbuatan berdasarkan peraturan Taurat agar mereka diselamatkan. Ini malah membuat hidup terus berputar dan tidak bertumbuh. Kita perlu yakin pembenaran itu tuntas. Selanjutnya kita perlu terus menerus dikuduskan yaitu makin serupa dengan Kristus di seluruh aspek hidup kita.

 

Anthony Hoekema dalam bukunya Saved By Grace berkata “dengan lahir baru orang percaya telah menerima natur baru sehingga dimampukan untuk hidup menyenangkan Allah. Memang orang percaya masih memiliki natur keberdosaan dimana ia tetap bergumul dengannya dan berusaha untuk menghidupi manusia barunya, namun tidak lagi disebut manusia lama atau orang lama “

 

Manusia yang berdosa adalah manusia yang tidak bisa tidak berbuat dosa. Tetapi manusia yang sempurna yaitu yang dimuliakan adalah manusia yang tidak bisa berbuat dosa dan bisa tidak berbuat dosa.  Sekarang hidup kita dalam proses pengudusan adalah manusia yang baru dan kita masih punya kecenderungan untuk berbuat dosa tatpai dalam diri kita ada Roh Kudus yang menolong kita untuk maju dan bertumbuh.

 

 

3. Proses Pengudusan Adalah Proses Penyerahan Diri Pada Roh Kudus.

 

Galatia 3:5 

Jadi bagaimana sekarang, apakah Ia yang menganugerahkan Roh kepada kamu dengan berlimpah-limpah dan yang melakukan mujizat di antara kamu, berbuat demikian karena kamu melakukan hukum Taurat atau karena kamu percaya kepada pemberitaan Injil? 

 

Di sini Paulus hendak menjelaskan tentang masing-masing peran antar orang percaya dan Roh Kudus dalam proses pengudusan tersebut. Keduanya adalah subyek dari pengudusan. Roh Kudus itu memimpin orang percaya, sedangkan orang percaya menyerahkan diri pada Roh Kudus. Jadi karya pengudusan Roh Kudus dalam diri orang percaya memang sangat berkaitan dengan derajat penyerahan dirinya kepada Tuhan. Makin meningkatkan diri dalam penyerahan hidup maka Roh Kudus makin leluasa memimpin dan memaksimalkan buah karyaNya hingga makin serupa dengan Kristus. Dan penyerahan diri yang paling sulit adalah penyerahan “ ego” kepada Roh Kudus untuk dibentuk.

 

CS Lewis berkata “Perubahan sementara bukanlah pertumbuhan, pertumbuhan adalah sintesis dari perubahan dan kontinuitas, dimana tidak ada kontinuitas, berarti tidak ada perubahan.

 

 

 

” Perubahan memang seringkali tidak menyenangkan, bahkan selalu menuntut perjuangan dan pengorbanan {penyerahan total}, namun perubahanlah satu-satunya sarana efektif menuju ke tahapan kerohanian yang lebih baik sebagaimana yang Allah inginkan

 

Disempurnakan Tuhan itu seringkali ada momen-moment tertentu yang Tuhan mau bentuk dalam hidup kita sebab itu mari kita terus menerus siap untuk dikuduskan supaya kita bisa menjadi bejana bagi kemuliaan nama Tuhan.