Ketika JalanNya Nampak Tak Masuk Akal

Lukas 5:1-11

 

Salah satu hal paling berat di dalam pengalaman beriman adalah ketika pimpinan Tuhan membawa kita ke jalan yang (terlihat) salah.

 

MANUSIA SULIT MEMPERCAYAI ALLAH, SEBENARNYA ALLAH JAUH LEBIH SULIT UNTUK MEMPERCAYAI MANUSIA.  

tetapi Allah menunjukan bahwa Ia tidak pernah menyerah pada manusia, Allah tau kita bisa gagal, lemah dan mengecewakan. Tetapi Ia tetap menyatakan kasihnya & mengundang kita untuk tetap mengambil bagian dalam pekerjaannya.  

 

yang membuat Tuhan tidak menyerah kepada manusia?

 

Pertama, karena kasih-Nya. Kasih setia-Nya yang baru setiap pagi, yang panjang

sabar dan berlimpah dengan pengampunan itulah yang membuat Ia tetap mau memakai

kita yang lemah, terbatas, dan lamban ini.  

 

Kedua, demi relasi. Tujuan akhir Allah bukan

sekadar menyelesaikan tugas, tetapi justru mentransformasikan kehidupan.  

 

Ketiga,

karena kuasa-Nya. Allah berkuasa bukan hanya menjadikan sesuatu hal yang baik, tetapi mengubahkan hal yang buruk untuk mendatangkan kebaikan dan memenuhi rencana-Nya yang indah dan mulia.

 

ketika perjalanann hidup berjalan bersama dengan Tuhan dan menlangkah dengan dia justru membuat kita mengenal dia dengan baik dan kuasanya lebih jelas lagi . bukankah kita jadi jauhhh lebih bisa menydandarkan seluruh diri  dan hidup kiyta kepada dia krna dia dalah alaah yang sanggup untuk dipercayai.

 

simak selengkapnya Ketika JalanNya Nampak Tak Masuk Akal - Ev. Samuel Soegiarto, M.Th

KATEKISMUS REFORMASI

Pertanyaan Minggu ke-43

Apakah Sakramen atau Upacara Keagamaan itu ?

Jawaban

Sakramen atau upacara keagamaan yang diberikan Allah dan dilakukan oleh Kristus, yaitu baptisan dan perjamuan kudus, adalah tanda dan materai yang kelihatan yang menyatukan kita sebagai komunitas iman melalui kematian dan kebangkitan Kristus. Dengan kita melakukannya, Roh Kudus akan semakin teguh menyatakan dan memateraikan janji janji Injil pada kita.

Bacaan Ayat

Roma 6 : 4

Kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oelh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.