The Bad News Of Wrath Before The Good News Of Grace

The Gospel Week 3 "The Bad News Of Wrath Before The Good News of Grace" 

Rev. Michael Chrisdion, MBA

 

Pembacaan : Roma 1 : 18 - 32

 

          1. REVELATION OF GOD’S WRATH

Kita sudah belajar tentang bagaimana kebenaran Allah itu tidak dapat diganggu gugat. Segala kebaikan kita tidak dapat menghapus pelanggaran kita karena pelanggaran harus menerima hukuman. Sebab itu Yesus yang tidak mengenal dosa rela menanggung dosa kita supaya kita yang berdosa menerima kebenaran dalam Kristus melalui iman. Inilah yang disebut dengan good news. Namun  good news itu tidak menjadi good kalau kita tidak tahu bad news-nya seperti apa. Seringkali kita tidak menyadari anugerah keselamatan itu adalah good news sampai mengerti seharusnya kita mengalami murka Allah. Sebab itu Rasul Paulus sebelum menjelaskan tentang Injil maka dia mulai dengan penjelasan tentang murka Allah.

Ini adalah salah satu yang menyedihkan akan Kekristenan di zaman modern adalah kegagalan para hamba Tuhan untuk memberitakan apa yang Tuhan benci dan juga, mengenai murka Tuhan dan penghakiman Tuhan.

Ibrani 1:9
Engkau mencintai keadilan dan membenci  kefasikan

Kita tidak akan memahami kasih Tuhan jika kita tidak menyadari apa yang dibenci Tuhan. Bagaimana kita bisa memahami sesuatu tentang kasih karunia-Nya jika kita tidak menyadari bahwa kita telah melanggar hukum Tuhan? Bagaimana kita bisa menangkap arti pengampunan dosa jika kita tidak memahami hukuman atas dosa?  Manusia tidak akan mampu melihat keindahan dari anugrah dan keselamatan sampai mereka sadar bahwa sebenarnya mereka layak dihukum dan murka Tuhan yang ada atas mereka. 

Ketika kita berbicara tentang murka Tuhan banyak orang merasa tidak setuju merasa terganggu. Dan mereka keberatan dan tidak mengerti bagaimana Tuhan yang baik bisa menjadi Tuhan yang murka, bagaimana Tuhan yang mengampuni bisa menjadi Tuhan yang kejam. Mereka berpikir begitu karena mereka tidak memahami Tuhan. Sebab itu kita perlu memahami lebih dalam tentang murka-Nya dalam perspektif dengan semua atribut-Nya yang lain.

Atribut Tuhan itu sangat seimbang dalam kesempurnaan ilahi-Nya. Jika Tuhan tidak memiliki murka, dan  tidak memiliki amarah, maka Dia bukanlah Tuhan. Tuhan itu sempurna dalam kasih, di satu sisi namun di sisi lain Dia juga sama sempurnanya dalam apa yang Dia tidak kasihi. Sama seperti Dia mengasihi, begitu juga Dia sempurna atas apa yang dia benci yaitu atas kejahatan,kegelapan dan dosa. Ketika Rasul Paulus memulai dengan murka Allah maka kabar baik itu menjadi sangat baik. Jadi pernyataan murka Allah itu merupakan berita anugerah buat kita sebab kita diselamatkan dari murka itu. 

          2. REASON OF GOD’S WRATH

Roma 1:18
18Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman. 


For the wrath of God is revealed from heaven against all ungodliness and unrighteousness of men, who by their unrighteousness suppress the truth.”

Ungodliness artinya ketidak pedulian mereka terhadap Tuhan. Unrighteousness atau kelaliman artinya ketidak pedulian mereka terhadap Tuhan. Sedangkan Suppress the truth artinya menindas atau menekan kebenaran dengan kejahatan mereka. Kata kerja ‘menindas’ (katechō) berarti ‘menekan’ (lai:tb; mayoritas versi inggris) maka itu menyiratkan tindakan aktif untuk melawan kebenaran.  Namun kita tahu bahwa sekalipun kebenaran itu ditindas namun kebenaran akan tetap muncul.

Roma 1:19-20
19Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. 20Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih

Banyak yang bertanya bagaimana dengan orang yang tidak mengerti tentang Tuhan, kalau mereka dihukum karena ketidakmengertiannya bukankah itu berarti Tuhan itu tidak adil. Rasul Paulus juga mendapatkan pertanyaan yang sama seperti itu, sebab itu dia menuliskan bahwa sebenarnya  manusia itu bisa mengenal Tuhan melalui semua ciptaanNya sehingga manusia sebenarnya tidak bisa berdalih. Demikian juga mengapa saat kita berdosa maka selalu merasa bersalah? Kita semua mengakui bahwa bohong itu dosa, membunuh itu, rasisme dan diskriminasi dosa,  pemerkosaan itu melanggar hak asasi manusia serta perbudakan itu penindasan atas kebebasan manusia. Apakah semua itu ditentukan apa kata masyarakat atau pemerintah? Mengapa manusia bisa menemukan bahwa itu tidak benar atau salah dan itu merupakan ketidakadilan dan ada standard kebenaran yang absolut yang berlaku dimana-mana. Sebenarnya mengapa kita bisa merasa bersalah atau benar yaitu karena Allah menata ciptaanNya sedemikian rupa dengan keteraturan dan menetapkan kebenaran mutlak serta Allah menaruh standard itu sebenarnya di dalam hati kita semua serta  menaruh kekekalan itu di dalam hati manusia. 

Roma 1:21-23
21 Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. 22Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh. 23 Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar

 

Manusia dimanapun berada maka selalu ada sistim keadilan dan sistim agama. Bahkan di tempat yang terdalam dan masyarakat paling primitifpun sudah memiliki sistim agama dan menyembah sesuatu. Mengapa bisa begitu yaitu karena setiap kita adalah penyembah. Namun yang menjadi pertanyaan bukan apakah kita menyembah atau tidak, tetapi apa atau siapakah yang kita sembah?

Pada awalnya Tuhan menciptakan manusia yaitu Adam dan Hawa maka tujuannya adalah untuk menyembah Tuhan saja. Namun karena dosa maka pencarian kepuasan menjadi salah arah yaitu bukan pada Sang Pencipta tetapi pada ciptaan. Memang Ketika Tuhan menciptakan semua ciptaannya itu indah dan baik namun itu untuk merujuk pada penciptaNya dan bukan untuk dijadikan Tuhan atau disembah. Ciptaan bukan menjadi obyek penyembahan karena ciptaan sebenarnya hakekatnya adalah menggambarkan sang pencipta. 

- Timothy Keller- berkata :

“Kita adalah makhluk "tellic" - manusia selalu terdorong untk memiliki tujuan; kita harus hidup untuk sesuatu. Harus ada sesuatu yang menangkap imajinasi kita  dan hasrat hati kita, yang merupakan tempat berpijaknya dari harapan yang terdalam di hati kita dan yang kita pegang untuk menenangkan ketakutan di lubuk hati kita yang terdalam. Apapun itu, kita menyembahnya, dan kita pasti melayaninya.”

Kalau bukan Tuhan maka obyek penyembahan kita bisa berupa uang,  keluarga, karir, bahkan tubuh kita. Melalui semua itu kita ingin mendapatkan penerimaan, kontrol atau pengakuan yang sebenarnya adalah penyembahan terhadap diri sendiri. Sebab itu Tuhan marah karena hal itu bisa membawa konsekuensi dosa, sebab manusia diciptakan bukan untuk menjadi Tuhan tetapi untuk menyembah Tuhan dan memuliakanNya. 

          3. RESULTS OF GOD’S WRATH

Roma 1:24-25
24Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka. 25Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.

Dan akibat dari dosa mereka maka Allah menyerahkan mereka pada amoralitas yaitu membuat mereka tidak punya moral. Apa yang sakral dan kudus dianggap sesuatu yang sudah kuno sehingga merusak semua tatanan yang ada. 

Roma 1:26-27
26Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. 27Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.

Allah juga menyerahkan mereka pada abnormalitas. Manusia itu memiliki identitas gender yang tidak bisa diganti. Tetapi karena pemberontakan mereka terhadap kebenaran maka kodrat dilanggar dengan mengubah identitas gender semau mereka.

Roma 1:29-31
28Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas: 29penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan. 30Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua, 31tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas kasihan

Allah juga menyerahkan mereka pada kebejatan mereka (depravity) sehingga mereka melakukan hal-hal yang dideskripsikan oleh Paulus. Kalau kita jujur maka keadaan kita sebenarnya sama dengan mereka dan yang menyebabkan kita tidak seperti itu lagi adalah karena kita telah dilahirkan baru. Kita semua telah menerima Roh Kudus dan Injil sehingga dalam hati kita ada keinginan untuk bertobat dan kembali pada jalan yang benar.

Roma 1:32
32Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya.

Sebenarnya orang berdosa itu tahu bahwa itu salah dan ada hukumannya tetapi mereka sengaja mau memberontak kepada Tuhan dan memilih untuk hidup dalam dosa. Itulah perwujudan murka Allah di dunia ini dan suatu hari akan ada kebinasaan kekal untuk selama-lamanya. 

        4. REMEDY OF GOD’S WRATH

25 Sebab mereka Menggantikan (Exchanged kebenaran Allah dengan dusta
26 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka Menggantikan (Exchanged) persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar.

23 Mereka Menggantikan (Exchanged) kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana

Ada tiga hal yang Paulus katakan dengan kata-kata “ menggantikan (exchanged)”. Yaitu menggantikan kebenaran Allah dengan dusta, menggantikan kekudusan Allah dengan kenajisan dan menggantikan kemuliaan Allah dengan berhala  sehingga hukuman untuk hal-hal itu adalah hukuman mati ( Ayat 32). Dan yang menghukum adalah Tuhan yaitu hakim yang agung. Tetapi Allah Sang Hakim Agung itu tidak menghukum kita tetapi mengirim anakNya yang tunggal yaitu Yesus Kristus untuk menggantikan hukuman dosa. 

Roma 5:8-9
8Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. 9 Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.

 

Sekalipun kita belum memikirkan Tuhan, bahkan menggantikan kebenaran Allah dengan dusta, kekudusan Allah dengan kenajisan dan kemuliaan Allah dengan berhala namun Tuhan sudah menunjukkan kasihNya dengan mati disalib untuk mengantikan kita sehingga kita dibenarkan, dikuduskan dan dimuliakan. Kita tidak dapat menghargai keselamatan kalau kita tidak menyadari bahwa kita diselamatkan dari apa. Yesus menanggung murka Allah supaya murka Allah yang seharusnya untuk kita namun tidak ditanggung oleh kita tetapi ditanggung oleh Yesus.