Transformative Redemption In Jesus Christ

 

Pembacaan : Matius 5:17-19

 

5:17. "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. 
5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. 

 

 

LATAR BELAKANG:

 

Untuk mengerti segala hal yang dibicarakan oleh Yesus disini, maka kita harus membacanya dari alam pikir keyahudian, mengapa? Sebab Yesus menggenapi nubuatan yang tertulis dalam Kitab Suci orang Yahudi, sebutan dan konsep utama dari pembacaan kita hari ini seperti halnya Taurat & Kitab Para Nabi, Gelar Kristus Serta Konsep Penggenapan, semuanya ini sangat lekat dengan Yahudi. Itulah alasannya mengapa kita perlu membaca Alkitab dari perspektif keyahudian namun setelah kita memahami teks Alkitab dari perspektif keyahudian, pada puncaknya kita akan menyorot semuanya itu dari lensa Penebusan Transformatif Yang Dikerjakan Oleh Yesus Yang Menggenapi Semua Yang Ada Tertulis Tentang Dia Dalam Perjanjian Lama.

 

Pengajaran Yesus yang kita baca hari ini merupakan bagian dari Kotbah Yesus Di Bukit. Di Bukit itu maka Yesus tidak hanya mengucapkan Ucapan Bahagia tetapi Ia juga mengajarkan bahwa Sasaran Utama Dari Kedatangannya ialah Untuk Menggenapi Hukum Taurat dan Kitab Para Nabi.

 

MAKSUD KEDATANGANNYA

 

5:17. "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 
 

Kata “KEDATANGAN” disini dilatar-belakangi oleh suatu pengharapan teologis yang telah dijanjikan TUHAN dan dinantikan KEGENAPANNYA oleh orang Israel yaitu Janji Tentang Kedatangan Mesias (Era Mesianik). Pengharapan Terhadap Janji Mesianik itu nampak dalam Mat 1:2:4-6 (band Luk 1:32-33; 54-55; 2:25-26, 38 baca) dari laporan kedua penulis Inji ini memberikan kepada kita beberapa kriteria tentang Sosok MESIAS: MESIAS adalah Sosok PENEBUS yang akan muncul dalam rupa manusia, seorang pemimpin dari garis keturunan Daud yang akan duduk di takhta Daud sebagai raja dan selama pemerintahannya, sang Mesias akan memiliki 2 peran: Menegakkan Pemerintahan Monarki dan Akan Mengajarkan Kedalaman Tentang Taurat. Namun tentang siapakah Sosok Mesias yang dimaksud, siapakah namanya, seperti apa latar belakang keluarganya, tidak ada satupun yang tahu hingga peristiwa kedatangan Yesus ke dunia secara ajaib melalui rahim perawan Maria.

 

KedatanganNya ke dunia adalah untuk menggenapi seluruh nubuatan yang ada tertulis tentang Dia didalam Perjanjian Lama mengalami pro-kontra. Di sisi lain Ia adalah Sosok yang paling kontroversial; Ia banyak ditolak, dibenci bahkan menderita dan dijatuhi hukuman mati karena klaim-klaim yang Ia ucapkan seperti “sebelum Abraham jadi, Aku telah ada” (Yoh 8:58), “Aku dan Bapa adalah satu” (Yoh 10:30). Namun di sisi lain, Ia diterima karena beberapa orang melihat bahwa apa yang Yesus lakukan berasal dari Allah dan ajaranNya tidak seperti ahli-ahli Taurat pada umumnya termasuk salah satunya ajaranNya di Mat 5:17-19 ini, ajaranNya di ke-3 ayat ini mengundang ketakjuban dari para pendengar kepadaNya seperti yang tertulis dalam ps 7:28-29.

 

Jika Ia mengajar banyak orang maka tidak seperti para ahli Taurat, jika Ia mengajar dengan kuasa sehingga membuat banyak orang takjub kepadaNya, maka pertanyaannya Apa yang diajarkanNya sehingga banyak orang takjub  dan membandingkan cara dan isi ajaranNya dengan para pakar teolog pada masa itu? Mari saat ini kita akan sama-sama mempelajari lebih jauh:

 

 

I. PENEBUSAN TRANSFORMATIF MENGGENAPKAN TUNTUTAN TAURAT DI DALAM YESUS (ay 17)

 

5:17. "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 
 

Ada kata “meniadakan” memakai kata yunani “katalusai” dan kata  "menggenapi" memakai kata “plêrôsai” grammatikal dari kedua kata ini sama yaitu sama-sama menyatakan maksud dan tujuan utama dari kedatanganNya.

 

Maksud dan tujuan utama dari kedatanganNya bukan untuk meniadakan Perjanjian Lama tetapi untuk “menggenapi” Perjanjian Lama. Jika Ia harus menggenapi PL, maka bagian mana dari PL yang Ia harus genapi? Dalam Matius 5:17, Ia katakan “Hukum Taurat dan Kitab Para Nabi” dalam Luk 24:44 Ia “menggenapi semua yang ada tertulis tentang diriNya dalam kitab Taurat, Nabi-nabi dan Mazmur.” Urutan dari kitab yang disebutkan oleh Yesus dalam Matius & Lukas ini punya peranan penting. Sebab urutan inilah yang akan menjelaskan hal-hal yang Ia akan genapkan dalam Misi Kedatangannya Sebagai Mesias.

 

Kitab Perjanjian Lama Yahudi disingkat Tanakh (torah/taurat, nevi’im/para nabi, ketuvim/tulisan-tulisan), alurnya dimulai dari penyajian peristiwa sejarah lalu ada komentari dan kemudian disajikan kembali peristiwa sejarah, mis: kitab Taurat dimulai dari kisah penciptaan menuju kisah pembuangan dalam kitab para nabi dan diikuti dengan refleksi atas kisah pembuangan dalam kitab para nabi dan kitab tulisan. Kemudian kisah sejarah dimunculkan lagi dalam kitab tulisan di Tawarikh sebagai sebuah ringkasan sejarah kembalinya bangsa israel dari pembuangan. Alur Perjanjian Lama semacam ini dipakai oleh Matius ketika menjelaskan silsilah Yesus sebagai Mesias yang dijanjikan. ps 1:1-11 Torah kepada kitab para nabi, ay 12-16 kitab tulisan-tulisan sampai kepada era Mesianik.

 

Mengapa urutan semacam ini erat dengan Penggenapan Mesianik? Sebab dalam setiap kitabNya menampilkan gambaran yang progresif tentang Karakteristik Sang Mesias itu, Mis: dalam Kitab Taurat, Kejatuhan manusia dalam dosa diikuti dengan Janji Induk bahwa dari keturunan perempuan akan meremukkan kepala ular. Di Kitab Taurat juga dinyatakan kepada Yehuda bahwa darinya tidak akan beralih tongkat kerajaan dan kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.Nubuatan ini terwujud dan semakin diperjelas dalam KITAB PARA NABI dimana Daud dari suku Yehuda memerintah sebagai raja dan kepadanya dinubuatkan bahwa dari garis keturunannya akan muncul seorang yang akan memerintah Raja untuk selama-lamanya. Dalam Kitab Para Nabi dan Kitab Tulisan maka Mesias yang akan datang juga ditampilkan sebagai Hamba Yang Menderita dan digambarkan sebagai Anak Manusia. Dari berbagai figur yang dipakai Allah dalam PL menunjukkan bahwa orang-orang PL menantikan Mesias yang akan datang di zaman akhir. Oleh karena itu, Matius juga memakai alur PL yang serupa ketika ia berbicara tentang silsilah Yesus dan diakhiri dengan kelahiran Yesus sebagai dari perawan Maria. Seolah Matius ingin berkata bahwa:

 

1. ERA MESIANIK itu telah tiba, MESIAS yang dijanjikan Allah akan datang, sekarang telah hadir di tengah-tengah kita dalam rupa manusia. Sebab itu namaNya disebutkan “IMANUEL (Allah beserta kita)” Yohanes membahasakannya dalam Yoh 1:14 bahwa “Firman itu telah menjadi manusia dan Diam Di Antara Kita Dan Kita Telah Melihat Kemuliaan Anak Tunggal Bapa”  dan Dalam Kedatangannya

 

2. Ia memenuhi atau melaksanakan Hukum Taurat dengan penuh, dengan sempurna, tanpa cacat. Kita tidak bisa melaksanakan hukum Taurat dengan sempurna, namun Kristus telah melakukannya untuk kita melalui kematian dan kebangkitanNya, jika kita menerimaNya, maka kebenaran Kristus menjadi milik kita (Rm 8:1-2). Hukuman maut itu sudah ditanggung Kristus. Kita kini hidup menurut Roh, yang memampukan kita memenuhi kehendak Tuhan dalam hukumNya, yang mana tadinya tidak berdaya oleh daging.

 

3. Mengakhiri hukum Taurat sebagai alat mendapatkan Kebenaran (Rm 10:4), Yesus Kristus sendirilah yang melaksanakan Hukum Taurat dengan sempurna, sekaligus menggenapiNya. Sebab itu Gal 2:16

 

4. Ia Menggenapi pekerjaan penebusan dalam hukum upacara: hari-hari raya, pekerjaan imam dan korban-korban PL (Ibr 10:1, 5, 10 baca) Ia Memberikan “hidup yang kekal kepada mereka yang percaya kepadaNya” (Yoh 3:16) & perwujudan real dari hidup kekal itu akan kita nikmati ketika semua orang percaya akan Diubahkan dari tubuh yang fana ini menjadi tubuh kemuliaan & DIAM bersama-bersama dengan Kristus. Ditebusnya kita dari kefanaan-maut dan diberikan hidup kekal selama-lamanya (Ef 1:14 baca)

 

Jika kita memahami Tujuan Kedatangan Yesus Untuk MenggenapI PL dari bingkai semacam ini, maka masuk akal jika di ay 18 Yesus berkata (baca) artinya "tidak ada satu iota-pun yang akan dibatalkan sebelum Yesus melaksanakan semua misinya; tidak akan ada yang dilenyapkan dari Firman yang tertulis dalam PL sampai semua yang dinubuatkan tentang mesias dalam pl terjadi yaitu dimulai dari kedatangannya, pelaksanaan hukum taurat tanpa cacat, diakhirinya tuntutan taurat dan digantikannya pekerjaan korban penebusan dosa dalam tubuhnya sehingga kita yang berdosa ditebus dari kutuk hukum taurat akibat dosa, dibenarkan di hadapan allah dan diubahkannya kita kelak dalam tubuh kemuliaan yang tidak dapat binasa.”  Inilah PENEBUSAN YANG TRANSFORMATIF itu dan ini semua dilakukan oleh Yesus dan hanya dapat terjadi di dalam Yesus, Sang Mesias.

 

II. PENEBUSAN TRANSFORMATIF MEMBERIKAN HUKUM BARU DI DALAM YESUS (ay 19)

 

5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. 

 

 

Ayat ini memperluas prinsip dari apa yang "digenapi" dalam Kedatangan Mesias/Kristus. Kata "meniadakan/hefer” artinya mematahkan kesepakatan atau janji. Tindakan HEFER sering dilakukan oleh orang-orang Farisi Dengan Cara Penafsiran Yang Kasuistik (penafsiran benar-salah menurut kata hati) membuat Hukum Taurat itu dapat gampang dilaksanakan karena memperlemah (memperlunak) kuasa moral Hukum Taurat itu dan tentang mereka Yesus berkata bahwa mereka akan "menduduki tempat yang paling rendah atau tak berarti” Sebaliknya, Yesus mengajarkan "siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga ".  Apa maksud Yesus dengan “melakukan dan mengajarkan segala perintah Hukum Taurat” bukankah di atas telah kita pelajari bahwa Hukum Taurat telah Digenapi Oleh Kedatangannya? Mengapa Ia masih mengatakan bahwa Hukum Taurat harus dilakukan dan diajarkan?

Maksud dari kata "Segala Perintah:

 

Pertama merujuk kepada diri Yesus yang akan segera mengajarkan kegenapan Taurat dimana Dia sendiri yang menggenapi segala tuntutan Taurat melalui pembayaran hutang dosa dalam posisinya sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia dengan darahNya yang menggenapi gambaran korban anak domba di Perjanjian Lama.

 

Kedua, mereformulasi Perjanjian Lama yang Ia rumuskan dalam hukum yang baru yaitu Hukum Kasih. Dengan kata lain, yang dimaksud dengan ‘segala perintah” artinya prinsip Hukum Taurat tetap dilaksanakan dalam kekristenan tetapi pelaksanaannya Disempurnakan, Di Formulasi Ulang Dan Di-Revitalisasi Oleh Serta Dalam Lensa Kristosentris Menjadi Hukum Kasih. (Mat 22:37-40)

 

Jika Hukum Taurat memberi peringatan bahwa orang telah salah jalan sebaliknya Hukum Kasih memberi petunjuk ke mana orang mesti berputar haluan. PL tetap merupakan Firman Allah namun bagi orang percaya semuanya itu disorot dari lensa Penggenapan Mesianik yang wujudnya nampak pada Kematian Dan Kebangkitannya sehingga semua orang berdosa yang percaya kepadaNya bukan saja ditebus dari kutuk Taurat akibat dosa dan bukan saja memiliki hidup yang baru di dalam Kristus tetapi memiliki hukum yang baru di dalam Dia "Yesus Memurnikan Hukum Dalam Taurat Dari Fisikal Menjadi Moral-Spiritual"

 

 

 

III PENEBUSAN TRANSFORMATIF MENEGASKAN BAHWA KESELAMATAN HANYA MELALUI IMAN KEPADA YESUS (ay 17-19)

 

Keselamatan hanya diberikan kepada mereka yang percaya kepada Kristus – Bukan Dari Mentaati Hukum Taurat. Kematian Yesus Kristus diatas kayu salib, mengakhiri Hukum Taurat. Didalam kematianNya membawa karya yang mulia sebagai tanda kasihNya, yaitu kematian yang membawa keselamatan bagi umat manusia. Keselamatan akan diberikan kepada siapa saja yang percaya kepadaNya sehingga Keselamatan hanya dapat terjadi di dalam dan oleh Kristus saja, bukan ketaatan kepada aturan Taurat atau perbuatan baik bahkan juga bukan Kristus plus Taurat.  (Rm 3:28; 2 Tim 1:9).

 

Perbuatan-baik tidak bisa 'membeli keselamatan' Perbuatan baik tetap dituntut kepada semua umat Allah, terlebih ketika kita telah menerima Kristus dan dimateraikan sebagai anak-anak-Allah. Natur Ilahi yang baik itu ada dalam diri kita, maka jika  kita melakukan perbuatan baik, hal itu dilakukan bukan untuk "membeli" keselamatan, melainkan justru sebagai buah keselamatan! Yaitu wujud syukur kita kepada Yesus, Sang Juruselamat, yang telah menggenapkan Taurat dan kitab para nabi melalui kematian dan kebangkitannya sehingga kita yang berdosa telah ditebus dari kutuk Taurat akibat dosa dan dibenarkan serta hidup dalam hukum yang baru di dalam Dia. Soli Deo Gloria!