God Disciplines A Rebellious People

God Disciplines a Rebellious People

Ayat Bacaan:

2 Tawarikh 26:11-21

Ringkasan Khotbah:

Firman ini berkisah tentang konsekuensi dosa yang dialami bangsa Israel karena ketidaktaatan mereka pada Allah. Mereka menolak Allah dan menajiskan rumah Tuhan.

Dosa membuat kita merasa jauh dari Tuhan sehingga kita tidak bisa maksimal dalam menghidupi panggilan Tuhan. Dosa pasti akan menimbulkan konsekuensi dan mungkin memperburuk situasi dan kondisi kita.

Meskipun kita sering gagal mengasihi-Nya, Allah tetap penuh kasih dan tidak pernah mengurangi kasih-Nya pada kita. Jika kita mengalami konsekuensi dari dosa kita, itu menjadi cara Allah agar kita kembali kepada kasih-Nya yang besar.

Pertanyaan Diskusi:

1. Di area hidup mana kamu masih hidup dalam dosa? Tips Respons (Ambillah waktu untuk anak remaja Anda merenungkan pergumulan dosa apa yang masih dialaminya? Apakah ada kesulitan

2. Sadarkah kamu akan konsekuensi dosa yang masih kamu alami? Bagaimana kamu dapat belajar untuk taat kepada Tuhan yang selalu setia dan mengasihi-Mu? Tips Respons (Bimbing anak remaja Anda untuk melihat bahwa konsekuensi dosa yang dialaminya bukan berarti Allah tidak mengasihinya. Bantu dia untuk melihat Tuhan mendisiplin anak-anak-Nya karena kasih-Nya (Ibrani 12:5-7).

3. Bagaimana keindahan Injil dapat menyadarkan kita untuk bertobat dari dosa? Tips Respons (Tuntun anak remaja Anda untuk menyadari bahwa kasih setia Tuhan membawa kita untuk terus bertobat dari kehidupan lama. Pertobatan bukan supaya Tuhan makin mengasihi kita, tetapi kita bertobat karena Tuhan sudah terlebih dahulu mengasihi kita).

Christ Connection:

Di Tawarikh, bait Allah adalah tempat di mana Allah hadir di tengah-tengah umat-Nya. Tetapi justru umat Israel menajiskan rumah Tuhan, yang menunjukkan bagaimana dosa merusak hubungan manusia dengan Allah. Dalam Yohanes 2:19-21, Yesus datang sebagai penggenapan Bait Allah yang sejati, tempat di mana umat manusia bisa bertemu dengan Allah. Yesus memulihkan hubungan antara Allah dan umat-Nya. Tuhan rindu agar kita dapat kembali, bertobat, dan menikmati kasih-Nya.